I’m Always Love You




Title                 : I’m Always Love You

Author             : YeonNia

Type                : Oneshoot

Rating              : PG-15

Genre              : Romance, and you may find yourself

Main Cast

Park Yeonnia (Numpang eksis bareng namjachinguku)

Jo Kwangmin

Support Cast   :

All member Boyfriend

Park Ji Yeon as Yeonnia eomma

Choi Minho as Yeonnia Appa

Find yourself

Happy Reading…………

—————————————–

Yeonnia P.O.V

Seperti biasa aku tetap sendiri menunggu-menunggu kapan hari itu tiba. Yahh hari dimana namjachinguku datang menemuiku, hari dimana dia sudah tidak sibuk dengan pekerjaan itu. Ne namjachinguku sudah bekerja, usiaku dengannya sama kami kelahiran 95line (aslinya 97). Dia bekerja sebagai penyanyi dari sebuah boyband yang baru saja debut, kalian pasti tahu ne Boyfriend tepatnya dia posisi sebagai rappernya. Ehhmm jika kalian seorang Girlfriend atau Bestfriend nama fandom Boyfriend kalian pasti tahu siapa namjachinguku itu. Yupzzz Kwangmin tepatnya Jo Kwangmin. Kami sudah 1 tahun berpacaran, semenjak dia dan grupnya debut kami jadi jarang ketemu bahkan untung berhubungan saja susah hufffttt menyedihkan bukan yahh sangat menyedihkan.

“Yeonnie ayo makan malam, appa sudah menunggu” panggil eomma ku. Ne eomma ku, yeoja cantik dan tentunya masih sangat muda kata teman-temanku.

“Ne eomma” aku pun segera bangkit dari ranjangku dan menaruh kembali photo frame Kwangmin yang sedari tadi aku pegang.

Berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan yang berada dilantai dasar. Menangkap kedua pasangan yang sedang duduk tenang menungguku. Ne appa dan eommaku.

“Hey kenapa dengan wajahmu kenapa cemberut?” tanya appa ketika aku hendak duduk dikursi ku.

“Ani appa aku hanya pusing dengan urusan sekolah”

“Urusan sekolah atau kangen dengan Kwangmin?” eomma ikut angkat bicara.

“Dua-duanya eomma” kataku seraya memasukan makanan kedalam mulutku.

“Oaahhh anak appa pasti sangat rindu yahh, ehh yahh appa dengar kalau Boyfriend akan tampil besok d’Inkigayo apa kau ingin menontonya?” aku hanya diam.

“hey jawab appamu nak”

“Ahh ne aku akan datang bersama Hye Rin” membuat lengkungan dalam wajahku🙂

“Baiklah sudah lanjutkan makannya”

——————————————

“Inkigayo yahh, huaa aku tidak sabar untuk besok. Ehhmm aku ingin berdandan yang cantik besok kekeke. Ahh aku lupa memberitahu Hye Rin” mengambil ponsel dan mengetikan sesuatu untuk Hye Rin.

Drrtt… drrttt….

From : Hye Rin

Ahh jinjja? Huaaa ne aku mau, jemput aku yahh

Aku segera membenarkan posisi dudukku menjadi tidur. Menoleh sejenak kearah pfoto frame Kwangmin dengan sedikit senyuman. Menutup mataku untuk tertidur.

Esok pagi………..

Aku sudah selesai mandi dan berpakaian, aku sungguh tidak sabar. Mentata rambutku dengan sisir.

“Ehhmm digerai atau dikucir kuda yahh?”

“Dikuncir kuda saja, biar Kwangmin bisa lihat kamu” aku pun menoleh.

“Ahh eomma benar :)”

——————————

Isshh kemana si Hye Rin itu, katanya minta dijemput tapi sekarang belum juga keluar isshhh awas kau nanti Oh Hye Rin.

“Ahh Yeonnie, mianhae aku telat” aku menoleh kebelakang.

“Huh lama sekali, acaranya sebentar lagi mulai tahu”

“Hehehe mianhae, gaja”

————————————-

Aku telah sampai distudio Inkigayo. Studio ini sudah dipenuhi banyak penonton, dan yang pastinya semua yang ada disini bukan hanya Girlfriend atau Bestfriend.

“Yeonnie, kapan Boyfriend tampil?” tanya Hye Rin.

“Molla”

“Huh lama sekali”

30 menit kemudian…….

“YA! Kapan Boyfriend tampil hah?” teriak Hye Rin yang membuatku segera menoleh.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” huh apa yang dia lakukan untung saja ruangan ini bising dengan teriak-teriakan penonton jika tidak huh matilah aku karena harus ikutan menanggung malu Hye Rin.

“Ehhh sepertinya sekarang saatnya tampil, Yeonnie lihat itu Kwangmin” aku pun menoleh kearah yang ditunjukan Hye Rin. Benarkah itu Kwangminku? Dia semakin tampan, jika bisa sekarang juga aku akan memeluknya. Aku terus memperhatikannya selama performancenya. Mereka menyanyikan single terbarunya You & I.

Performance dari Boyfriend sudah selesai, lalu siapa lagi yang aku tunggu? Toh mereka hanya menyanyikan satu lagu. Huh aku harus bagaimana sekarang? Apa aku harus ke backstage? Tapi aku kan bukan siapa-siapa.

“Yeonnie~aa gaja” Hye Rin menarik tanganku menuju suatu tempat.

“Ehh mau kemana?” tanyaku ketika langkah kami berhenti.

“Kau tidak masuk?”

“Untuk apa aku bukanlah siapa-siapa disini” mencoba tetap tegar.

“Ehh kau harus masuk agar dapat bertemu dengannya, ppalli aku yakin dia juga senang bertemu denganmu ppalli” Hye Rin segera mendorongku masuk ke dalam ruangan yang dibatasi oleh sebuah pintu coklat.

Kini aku sudah berada dalam ruangan tersebut tapi dimana ruangan Kwangmin? Bahkan Hye Rin tidak ikut bersamaku. Lalu aku harus bagaimana jika ada seorang crew yang bertanya padaku. Aihh bagaimana aku.

“Ya! Hyung kau memang hebat hahaha” ehh itukan suara Youngmin. Apa itu ruangannya. Aku pun segera berjalan menuju ruangan tersebut. Hingga saat aku sampai sang magnae Minwoo yang kuyakini juga mengenalku keluar dari ruangan tersebut. Dia pun cukup kaget. Dengan kehadiranku disana.

“Ehh Yeonnia~aa sedang apa kau disini? Apa kau menonton kami? Ohh yak au pasti ingin bertemu Kwangmin bukan?” aku mengangguk.

“Minwoo~aa bisakah kau panggilkannya kesini aku tidak bisa masuk kedalam”

“Ne tentu saja tunggu sebentar ne”

Huh 10 menit aku menunggu tapi kenapa Kwangmin tidak juga datang, apa Minwoo tidak memberitahukannya kalau aku disini. Benarkah begitu? Ahh ani aku yakin Minwoo tidak mungkin melakukan hal itu ne aku percaya dengan Minwoo.

“Yeonnie?” panggil seseorang yang aku harap itu adalah Kwangmin. Aku pun menoleh dan mendapati seorang namja berambut emas. Ehh ini bukan Kwangmin melainkan Youngmin saudara kembarnya.

“Youngmin~aa dimana Kwangmin?” tanyaku to the point.

“Err… ehmm dia… dia…”

“Dia kenapa? dia tidak mau bertemu denganku? Apa dia sudah lupa denganku? Atau dia ingin meminta putus denganku? Ahh benarkah begitu, benarkah? Baiklah aku pulang sekarang” aku melangkahkan kakiku meninggalkan ruangan tersebut dengan hati yang cukup miris.

“Ehh ani bukan begitu, kau dengar dulu. Kau sama saja seperti yang dulu isshh”

“Lalu?” tanyaku,

“Err.. dia menyuruhmu masuk kedalam”

“Ahh ani aku tidak mau masuk, aku bukan siapa-siapa. Jika dia memang ingin bertemu denganku suruh dia kesini menemuiku” Youngmin pun berbalik masuk kedalam.

Beberapa menit kemudian…..

“Kau Yeonnia?” aku yakin ini bukanlah Kwangmin. Melainkan Hyunseung oppa.

“Eoh.. dimana Kwangmin?” tanyaku.

“Lebih baik kau segera masuk”

“Ani aku bukan siapa-siapa, cepatlah panggilkan Kwangmin atau aku pulang saja” Hyunseung oppa pun segera masuk.

Tak begitu lama…..

“Yeonnia~aa ayo masuk dulu” itu pasti sang leader Donghyun oppa.

“Isshh aku ingin Kwangmin yang menemuiku disini, kenapa kalian hanya menyuruhku masuk tapi tidak memanggilkan Kwangmin untukku”

“Lebih baik kau masuk dulu, karena… karena…”

“Karena apa?”

“Karena Kwangmin sedang beli makanan diluar dan sampai sekarang belum juga kembali” #JDERRR

“Hah? Kenapa kau tidak bilang daritadi aku lelah disini menunggu”

“Kan sudah aku bilang lebih baik kau masuk dulu” aku pun mengangguk kemudian mengikuti Donghyun oppa masuk kedalam ruangan tersebut.

—————————–

“Apa masih lama?” tanyaku.

“Tunggu saja, kau tahu bukan kalau Kwangmin memang sering berlama-lama dijalan” aku mengangguk. Yahh Kwangmin memang senang seperti itu.

“Ini makanannya…” aku pun menoleh dan mendapati Kwangmin membawa bungkusan yang aku yakini makanan tersebut. Dia pun terlihat kaget dengan kehadiranku dengan begitu dia pun menjatuhkan bungkus makanan tersebut. Tanpa terasa air mataku berlinang, kemudian berlari kearahnya dan kemudian memeluknya seerat-eratnya. Dia pun menjatuhkan semua bungkusan makanannya dan dapat aku dengar suara Donghyun oppa, Hyunseung oppa, Youngmin juga Minwoo bersuara.

“Yaaahhh” melihat miris kearah bungkusan yang sudah jatuh berantakan.

“Oppa nan jeongmal bogoshipeo” semakin erat memeluknya.

“Mianhae Yeonnie, nado nan jeongmal neo bogoshipeo”

“Oppa” aku pun semakin terisak.

“Jangan menangis Yeonnie, aku sudah ada disini” mengusap lembut air mataku yang jatuh.

“Eoh kau jahat oppa, kau jahat, kenapa tidak pernah menguhubungiku kau lupa denganku eon? Kau jahat oppa” terus memukul lengannya.

“Mianhae Yeonnie” kembali memelukku.

“Ohh romantisnya” aku pun menoleh kesumber suara begitu juga Kwangmin.

“Bisakah kalian tinggalkan kami berdua?” kata Kwangmin yang lantas membuat ketiga hyungnya juga Minwoo pergi meninggalkan tempat itu.

—————————–

“Oppa kau tidak kangen denganku?”

“Tentu saja aku kangen”

“Jika begitu kenapa tidak menghubungiku?”

“Aku sibuk”

“Sebegitu pentingnya kah pekerjaanmu ketimbang aku?”

“Ehh kenapa bertanya seperti itu” menekan kedua pipiku dengan tangannya yang lebar. “Dengar yahh, kau lebih penting dari dari siapa pun bahkan jika aku disuruh memilih kau ataupun Youngmin aku pasti akan memilihmu” aku tersenyum dan seburat merah menghiasi wajahku.

“Jeongmal?”

“Jeongmal~yo” kami pun saling mendekatkan wajah kami masing-masih hingga jarak kami berdua sungguh dekat namun aku segera membuka mataku…

“Ehh Hye Rin diluar menungguku” aku pun segera berlari keluar ruangan tersebut dan mancari Hye Rin ditempat kami berpisah. Kudapati Hye Rin yang memasang wajah lelah terhadapku.

“Mianhae”

“Huh”

—————————————

“Jo Kwangmin? Benarkah ini kau” Hye Rin pun memegang wajah Kwangmin untuk memastikannya. Ehh apa yang dia lakukan

“Jangan terus memagangnya kau tidak lihat ada aku disini” memasang wajah evil kearah Hye Rin yang hanya tersenyum damai kearahku.

“Aku pergi dulu dari sini” berjalan meninggalkan aku dan Kwangmin.

“Masih mau dilanjutkan?” tanya Kwangmin padaku.

“Oppa” aku sungguh malu. Namun kemudian dia mendekatkan wajahnya kearahku dan aku pun hanya dapat menutup mataku merasakan yang semakin terasanya hembusan nafas Kwangmin yang semakin terasa menyentuh pipiku. Semakin lama semakin terasa hingga akhirnya hidung kami sudah mulai bersentuhan, namun…

“Ya! Kau masih kecil Minwoo~aa untuk melihat ini!” seketika aku pun menoleh begitu pula dengan Kwangmin.

“Ya! Apa yang kalian lakukan?” tanya Kwangmin.

“Hehehe…. Mianhae kami akan segera pergi” akhirnya mereka semua pergi keluar.

“Ayo kita lanjutkan yang tertunda” aku pun segera berdiri.

“Ahh aku sudah lelah, aku ingin pulang ayo antar aku”

“Ehh kenapa begitu?”

“Aku lelah oppa”

“Euuhhh gara-gara mereka padahal tinggal selangkah lagi sampai euh” kudengar Kwangmin menggerutu karena hal itu. Aku pun berbalik kearahnya, kemudian CUP~. Aku pun mencium pipinya hingga membuatnya begitu kaget.

“Eohh… gomawo, yang disini?” menunjuk bibirnya.

“Lain kali saja, sudah ayo kita pulang”

-THE END-

Huaaaaaa aku kembali dengan FF Oneshoot yang idenya tiba-tiba muncul begitu saja. Hohoho bagaimana-bagaimana? Gaje yahh? Emang hahaha…

Tapi walaupun gaje-gaje begini wajib dikomen yahh. Karena ini FF pertamaku yang castnya aku sendiri hahaha…. Tentunya bersama namjachinguku tercinta hahaha…😀

Ehh mian yahh, klo unsur Ji Yeon nya sedikit bahkan hamper gk ada, soalnya dia hanya berperan segabai eomma ku hahaaha.. jadi seperti itulah hahhaa…😀 main yahh🙂 #PEACE

Udhlah berhubunga udh malem banget nihh segini ja cuap-cupa, dan jangan lupa di komen, klo smpe gk huh aku gorok kalian semua hahaha😀 peaceeeeeeee…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: