Teardrops in the Rain #part 1#


>>hohoho.. ini FF buatan author favoritku dn ini FF favoritku dri dia .. kak vea.. enjoy yaaa.. sekali lagi this FF belong to kak vea.. jgn ad yg mlagiat, kesamber bledek tau rasa loe!!<<



yah sekedar pengenalan saja, ff teardrops in the rain ini aku bwt saat mendapatkan wahyu alias ide dari tuhan sewaktu aku ndengerin lagu teardrops in the rain punyanya C.N.BLUE. dan waktu itu ujan deres turun,, jadilah aku bikin ne ff,,
Happy reading,, ^^
===========================================

Cast:
1. Jung yong hwa (C.N.Blue)
2. Kim soo in (me/author)
3. Jang geun suk
4. Han eun ki (sekar)
5. Kim ji kyo (farida)
6. Lee hong ki (F.T.Island)
7. Lee jong hyun (C.N.Blue)
8. Park min hyuk (C.N.Blue)
9. Lee jung shin (C.N.Blue)
10. Kim jung hoon (united N-generation=pemeran pangeran lee yol diprincess hours)
11. Han eun yi (pelayan restoran)
12. Jung seung wo (ayah yong hwa)
================================================

Hujan. . .
Seorang laki-laki tampak sedang berlari2 mencari tempat berteduh. Akhirnya ia menghampiri sebuah gedung music, diselatan gedung utama sebuah universitas ternama dikorea. Gedung music itu terpisah dari gedung utama. Letaknya agak dibelakang.
Laki2 itu berteduh diterasnya. Ia mengusap air hujan diwajah dan dirambutnya. Jung yong hwa, 21 tahun, mahasiswa jurusan kedokteran dan ia membenci hujan. Laki2 itu sedang bersandar didinding, menunggu hujan reda. Dan saat itulah yong hwa melihatnya. . .
Kim soo in, 19 tahun,mahasiswi jurusan seni. Gadis itu terlihat sedang berlari2 kecil menuju kesebuah gedung music untuk menghindari hujan, ditutupinya kepalanya dengan bku besar yg dibawanya. Sesampainya digedung music itu, ia membersihkan air yg mmbasahi tubuhnya sambil mengomel panjang lebar.
“hei, kau! Kenapa kau datang tiba2 ha?” ia berkecak pinggang smbil menatap garang pada air yg jatuh dari langit itu. “q memang senang kau datang, tapi aku tidak bisa bermain denganmu sekarang, q masih ada kelas nanti! Lihat, bajuku basah semua, ini gara2 kau! Ibuku bilang kalau q berdo’a disaat hujan pertama datang ditahun ini maka do’aku akan dikabulkan, tahun lalu q meminta agar aku bisa masuk universitas ini, dan kau mengabulkanya jadi. . .Kalau kau tidak mengabulkan permintaanku kali ini, aku akan membencimu seumur hidupku!”
sunyi, gadis itu diam beberapa saat, mungkin sedang berdo’a, entahlah, yong hwa hanya diam menatapnya.
“baiklah, tolong kabulkan permohonanku ya,,” ujarnya riang.
Kemudian gadis itu memperhatikan jaketnya yg basah, dilepasnya jaket itu dan diperasnya agar cepat kering. Ia memakai baju putih tanpa lengan, sehingga yong hwa bisa melihat lengannya yg kurus dgn jelas. Sepertinya ia belum menyadari keberadaan yong hwa. Tiba2 gadis itu berbalik dan. . . Saat itulah ia melihatnya. . .

“aaaaaaaarrggh. . .”
kim soo in menjerit keras saat melihat ada seorang laki2 yg sedang berdiri dan bersandar didinding.
“sejak kapan kau disitu??” tanyanya sambil memakai kembali jaket putihnya dgn panik.
Laki2 itu mendengus sambil memalingkan wajahnya “dasar bodoh!” gumamnya pelan namun masih terdengar jelas ditelinga soo in.
“kau. . . sudah lama disitu?!” tanya soo in ragu.
Laki2 itu kembali menatap soo in, “aku tidak tau kalau hujan bisa diajak bicara!” sahutnya.
“jadi kau sudah disini dari tadi ya. . .”
soo in menatap laki2 yg sedang memandang hujan itu, sepertinya ia pernah melihatnya sebelum ini. Didekatinya laki2 itu, diamatinya dari dekat. Tiba2 saja laki2 itu menoleh dan mendapati wajah soo in tepat didepan mukanya.
“aargh. . .” jeritnya sontak memundurkan wajah “apa yg kau lakukan??” bentaknya.
“ternyata benar! Kau jung yong hwa si pemain piano itu kan???” tunjuk soo in tepat didepan hidung yong hwa.
Sesaat yg terdengar hanya suara gemersik hujan, mereka saling bertatapan dalam diam. Kemudian laki2 itu menepis jari telunjuk soo in dri depan hidungnya.
“bukan, kau salah orang!” jawabnya dingin sambil berpindah tempat yg agak jauh.
“tidak mungkiiiiin. . .” seru soo in, “kau bohong padaku kan?”
dihampirinya yong hwa, “hei, mataku ini tidak mudah melupakan apa yg sudah kulihat! Permainan pianomu saat festival itu sangat bagus, padahal kau mahasiswa kedokteran,, itu sebabnya aku mengingatmu karna ada satu pertanyaan yg ingin kutanyakan kepadamu! Kenapa kau tidak memilih jurusan music sesuai bakatmu??”
hening, sunyi lagi, laki2 itu hanya diam memandang hujan.
“kau tidak mau memberitahu ya. . .”
tiba2 ia menoleh dan menatap soo in “apa ada alasan yg membuatku memberitahukannya padamu?”
“kenapa aku tidak boleh tahu?”
“karna itu bukan urusanmu!”
yong hwa berpaling dan menatap hujan lagi.
Soo in mengalihkan pandanganya dan ikut menatap hujan.
“baiklah. . . Aku tidak akan memaksa! Aku akan menunggu hingga kau punya alasan untuk menceritakannya kepadaku!”
putusnya.
Sudah hampir satu jam, tp hujan belum juga reda, karna bosan soo in menggambar berbagai macam gambar dikaca pintu gedung music yg mengembun. Ia memang suka melukis. Tiba2 matanya menatap sebuah piano didalam ruangan music itu. Senyumnya mengembang, ditatapnya yong hwa.
“hei, kau mau bermain piano tidak?” tanyanya riang.
“apa?” tanya yong hwa tidak mengerti.
Soo in tidak menjawab, ia mengambil jepit rambut yg tersemat dirambutnya yg berwarna hitam dan panjang.
Di masukkannya jepitan itu kelubang kunci pintu dan diotak atiknya. Tidak lma kemudian diputarnya knop pintu itu dan terbuka.
“nah, ayo masuk!” ujar soo in riang.
“kau. . .Kau ini maling ya??”
“itu keahlianku yg lain!” soo in masuk kedalam ruangan itu dan mengamati keadaannya “kdang2 sangat berguna bila dibutuhkan! seperti sekarang”
tidak ada jawaban. Soo in menoleh kebelakang dan mendapati yong hwa masih diluar.
“hei, kenapa kau msih disitu?!” dihampirinya laki2 itu.
“ayoo!!!” digamitnya lengan laki2 itu dan diseretnya masuk kedalam “mainkan piano untukku!”
“apa?? Kenapa?” protes yong hwa.
“karna aku menginginkannya!” sahut soo in ringan.

Yong hwa duduk didepan piano itu sambil menatap soo in yg duduk didekatnya dengan pandangan ragu. Gadis itu membuka bkunya yg bsar dan mengambil pensil yg ada didalamnya. Ia terlihat sedang membuat sketsa.
Tapi tiba2 saja tangannya berhenti dan menatap yong hwa “hei, kenapa kau diam saja?? Ayo cepat mainkan!”
yong hwa menatap tuts2 piano itu sejenak.
“lagu apa?” tanyanya pendek.
“mmm. . .” gadis itu tmpak sedang berfikir “aku ingin mendengar lgu teardrops in the rain!” jawabnya pelan.

“aku ingin mendengar lagu teardrops in the rain” yong hwa mendengar gadis itu berbicara. Ia mengerutkan keningnya samar, belum pernah didengarnya lagu itu.
“itu lagu ciptaan kakakku” kata soo in sambil menyerahkan beberapa lembar kertas.
Yong hwa menerima dan melihat kertas2 yg berisi not2 lagu itu.
“kakakku menulisnya sebelum ia meninggal setahun yg lalu!! Ia menderita kanker otak, tapi. . . Ia sama sekali tdk sedih,, itu. . . Lagu yg ia buatkan untukku, sudah lama sekali aku tidak mendengarnya, terakhir kali, ia menyanyikannya saat dirumah sakit sebelum meninggal. Ini rahasiaku, hanya kau yg kuberi tahu tentang lagu ini, jadi bisakah kau memainkannya??” tanyanya penuh harap.
Tanpa menjawab yong hwa meletakkan kertas2 itu didepannya dan mulai menyesuaikan tuts2nya. Soo in tersenyum “ternyata kau baik juga,,” ujarnya senang. Ia merogoh ponselnya disaku bajunya dan diletakkannya di atas piano. Kemudian dilanjutkannya lagi kegiatan mencoret2 kertasnya yg tadi sempat terhenti sementara yong hwa memainkan lagu itu. Sesekali ia melirik kearah yong hwa.
Akhirnya lagu itu memelan dan berakhir. Yong hwa masih menatap kertas2 itu, lagu itu. . . Ada sesuatu yg kuat didalamnya.
“akhirnya, aku bisa mendengarnya lagi. . .” ujar soo in sambil meraih ponselnya.
Ternyata direkamnya permainan yong hwa tadi tanpa diketahuinya. “astaga, aku harus pergi!” jeritnya panik. “ini untukmu, trima kasih,,” katanya cepat2 sambil menyerahkan selembar kertas
“sampai jumpa!” gadis itu sudah berlari keluar sebelum yong hwa sempat berbicara.
Dipandanginya gadis itu hingga sosoknya menghilang. Disadarinya hujan telah reda. Kemudian dilihatnya kertas yg sedang dipegangnya. Seketika ia tertegun. Kertas itu adalah lukisan dirinya yg sedang bermain piano tadi. Lukisan hitam putih yg begitu hidup. . .

“hei soo in, kau tadi kemana saja?! Kenapa bisa terlambat?” tanya kim ji kyo, teman satu kelas soo in.
Saat ini mereka berdua sedang berjalan pulang.
“memangnya ada apa kau mencariku??”
“pamanku membutuhkan seseorang untuk membantunya bekerja dirumah makan miliknya, kau mau tidak??”
“benarkah?” tanya soo in semangat “tentu saja aku mau!”
“kalau begitu besok setelah selesai kelas terakhir kita kerumah paman!”
“mmm, trima kasih ya”
“sudah jangan dipikirkan! Sebenarnya aku jg ingin ikut membantu, tetapi ibu tidak mengijinkan, kau tahu sendiri kan nilai2ku tidak bagus, tidak seperti kau yg bisa melukis dengan cepat!”
soo in tertawa kecil “itu karna kau tidak melakukannya dengan sepenuh hati!”
“aku memang tidak begitu bisa seni, q lebih tertarik fashion!”
“mungkin suatu saat nanti kau bisa menjadi model!”
“kuharap juga begitu. . . Hei, kau kan pintar, dari dlu kau slalu peringkat pertama, kenapa kau memilih jurusan seni? Padahal kan kau bisa masuk jurusan dokter atau hukum!”
“aku belajar sesuai dengan yang kusukai, jdi aku bisa melakukannya dgn sepenuh hati, dan hasilnyapun akan lebih bagus!!”
“kadang2 aku iri padamu, kau bebas melakukan apa yg kau inginkan!”
soo in tertawa kecil “dalam hidup ini banyak pilihan, dan aku hanya memilih apa yg kusukai!! Eh, itu busnya sudah datang!” “baiklah sampai jumpa besok, anyeong!”
“anyeong” ji kyo masuk kedalam bus, sedangkan soo in tetap melanjutkan jalannya.

Yong hwa sedang mengendarai sepeda roda duanya sambil mendengarkan iphone-nya. Ia baru saja dari supermarket untuk membeli bahan makanan. Jalanan terlihat remang2 dan lumayan sepi. Tiba2 saja yong hwa menghentikan sepedanya ditengah jalan. Ia diam sejenak. “keluarlah paman, jgn sampai aku yg menghampiri!” katanya tegas.
Tidak lma kemudian pria bersetelan jas hitam yg rapi keluar dari balik pohon besar dipinggir jalan sambil membenarkan letak kaca matanya. “tuan muda,”
“kalian juga keluar!” perintah yong hwa. Lima orang berpakaian jas hitam muncul dari balik pohon, tong sampah dan semak2.
“ada apa kalian mencariku?” tanya yong hwa datar.
“tuan besar mengkhwatirkan anda tuan muda,”
“saat ini aku tidak butuh apapun! Jangan mengikutiku lagi!” yong hwa mengayuh sepedanya lagi dan meninggalkan keenam orang itu.

Yah beginilah hasilnya,, semoga aja ada yang suka,, kamsahamida…. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: