Teardrops in the Rain #Part 2#


Kak vea present : Teardrops in the Rain part 2


Part 2

“kenapa hujan lagi,” gerutu ji kyo sambil memandang ke luar jendela.
“hhah. . . Padahal aku ingin sekali main diluar!” saut soo in sambil menatap lukisan yg sedang dikerjakannya.
“kau ini, suka sekali bermain air, jangan2 kau anak putri duyung ya?”
soo in tertawa kecil “kalau kujawab iya apa kau akan percaya?!”
“kau ini. . .” dengus ji kyo, “eh, lihat itu!!” katanya tiba2.
Soo in menoleh kearah pandangan ji kyo, dan ia melihat dua orang laki2 sedang berjalan melewati kelas mereka. Jung yong hwa. . .
Soo in langsung tertawa lebar sambil melambai2kan tangannya. Kedua pria itu menoleh sekilas tanpa berhenti.
“waah dia tampan sekali. . .”
soo in tertegun dan langsung menoleh kearah ji kyo. Gadis itu sedang menompang wajahnya dgn kedua tangannya, masih menatap kearah kedua orang tadi.
“kau menyukainya ya??” tuduh soo in langsung.
“tentu saja~” jwab ji kyo tanpa menoleh.
“sejak kapan kau menyukainya?”
“baru saja saat aku melihatnya”
“kau kan tidak mengenalnya, kenapa kau bisa menyukainya??” tanya soo in emosi.
Ji kyo menoleh, menatap soo in “memangnya kenapa kalau aku menyukainya? Aku memang tidak mengenalnya, apa kau sendiri mengenalnya? Kenapa marah2 padaku???” balas ji kyo emosi juga.
“aku tidak marah! Aku hanya heran, kenapa kau bisa menyukai yong hwa tiba2?!”
“mm? Apa? Yong hwa? Yong hwa siapa?” tanya ji kyo tidak mengerti.
Soo in tertegun “kau. . .Menyukai jung yong hwa, laki2 yg lewat barusan kan?”
“memang namanya jung yong hwa? Aku kan sudah bilang kalau aku tidak mengenalnya!”
“ya. . . Laki2 yg memakai kemeja merah itu bernama jung yong hwa. . .” sahut soo in setengah melamun.
“kemeja merah?” tanya ji kyo tidak mengerti “hei, aku menyukai laki2 yg memakai jaket hitam, yg rambutnya berwarna pirang!”
“ja. . .Jadi bukan yong hwa?”
“tentu saja bukan!”
soo in tertawa kecil sambil melanjutkan lukisannya.
“hei, kau menyukai yong hwa itu ya?”
“Tentu saja tidak, lagi pula kami baru bertemu kemarin!”
upps. . . Sepertinya ia kelepasan bicara. Cepat2 ia menoleh kearah temannya itu. Dan benar saja, ji kyo sedang menatapnya dgn mata yg disipitkan sambil melipat kedua tangannya diepan dada. “sepertinya kau berhutang cerita padaku!” desisnya.

Yong hwa sedang berjalan menyusuri koridor kampus. Ia baru saja selesai kelas praktikum. Tiba2 langkahnya terhenti saat didengarnya ada seseorang yg memanggilnya. Ia berbalik dan melihat lee hong ki, 20 tahun, mahasiswa jurusan music yg tinggal disebelah rumahnya itu sedang berlari kearahnya.
“hyung. . . Tunggu aku!!” teriaknya.
“ada apa?” tanya yong hwa ketika laki2 itu tiba dihadapannya.
Ia tdk langsung menjawab, nafasnya masih naik turun akibat lari tadi.
“kau. . mau. . . pulang?” tanyanya dgn susah payah.
“tidak, setelah ini aku masih ada kelas lagi! Kenapa?”
“tidak apa2, kau mau kemana? Kekantin?”
“mmm. . .”
“kalo begitu aku ikut!”
mereka berdua mulai berjalan lagi.
“hyung, kau punya kaset dvd baru kan? Boleh aku meminjamnya?” tanya hong ki.
“tentu, ambil saja dirumah!”
“tapi tidak bisa nanti malam, setelah ini aku harus latihan, kami diundang di sebuah acara sekolah! Jdi F.T.Island harus berlatih keras”
“terserah kau saja”
“eh, hyung sepertinya gadis itu sedang menyapamu,”
yong hwa menoleh dan melihat gadis yg kemarin itu sedang melambai2kan tangannya.
“hyung, kau mengenalnya?” tanya hong ki.
“tidak, aku tidak tau siapa dia,” jawab yong hwa sambil memalingkan wajahnya.
“sepertinya aku pernah melihatnya. . .” kata hong ki sambil membuntuti yong hwa. “ah, kalau tidak salah namax kim soo in, jae jin pernah menyukainya, menurutx gadis itu cantik, tapi agak aneh!”
“aneh?” yong hwa mengerutkan alisnya.
“ya, tingkahnya agak aneh! Kami prnah melihatnya membersihkan kolam ikan ditaman kampus, menyiram rumput juga! Kadang2 aku malah melihatnya du2k diatas pohon, kemana2 selalu membawa buku besar!”
yong hwa teringat lagi saat soo in membuka pintu gedung music dgn jepit rambutnya.
“ya, dia memang aneh!! . . .Dan agak berbahaya!” tegasnya.

“ibuuuu aku pulaaang!!” teriak soo in begitu masuk kedalam rumah.
“kau sudah pulang, bagaimana hari pertamamu kerja? Kau senang?” tanya ibu soo in sambil melipat pakaian kering.
“mmm, aku sangat senang! Bosku sangat baik, dan aku mendapat teman baru disana, namanya eun yi, dia gadis yg baik!” jawab soo in sambil melepas sepatunya.
“syukurlah kalau begitu, kau sudah makan?”
“sudah, aku makan bersama eun yi dan bos tadi sebelum pulang! Ayah mana?”
“ayahmu sudah tidur, hari ini dia lembur, jadi setelah makan dia langsung tidur!”
“mm. . .Baiklah, kalau begitu aku pergi kekamar dulu! Ibu juga cepat tidur!”
“iya,, sna tidurlah!”
soo in masuk kedalam kamarnya. Begitu ia menutup pintu kamar, langsung dihampirinya notebook miliknya yg ada diatas meja.
Dinyalakannya benda itu dan diperiksanya e-mailnya.
Senyumnya mengembang saat mendapati salah satu dari e-mail2 yg masuk itu ada yg dari seseorang yg amat dekat dengannya. jang geun suk.

Sementara itu dikamarnya, yong hwa sedang menatap kertas2 berisi lagu milik soo in.
“kenapa lagu ini selalu terdengar ditelingaku?!” gumamnya pelan, kemudian ditatapnya lukisan hitam putih dirinya yg ia tempelkan didinding. Lukisan yg dibuat soo in. “jadi. . . Kau bernama kim soo in. . .”

Ini hari minggu tapi yong hwa tetap pergi kekampus. Ia baru saja menyelesaikan tugasnya. Saat ini ia sedang berjalan pulang. Ia memilih untuk lewat jalan belakang, karna banyak pepohonan disana. Saat dilihatnya gedung music itu langkahnya melambat, kemudian berhenti. Ditatapnya sejenak bangunan itu. Sudah seminggu sejak kejadian itu. . . Dan ia tidak pernah berbicara lagi dgn gadis itu meskipun kadang2 ia melihatnya. Yong hwa menghirup nafas panjang, kemudian dihembuskannya. Dilanjutkan kembali langkahnya yg tadi sempat terhenti. Ia mulai berjalan lagi.
Namun tiba2 ia berhenti lagi saat melihat sebuah sepatu tergeletak ditanah. Dipungutnya benda itu. Sepatu itu hanya sebelah kiri. Yong hwa memandang berkeliling tapi ia tidak melihat siapapun. Tiba2 sesuatu jatuh dan mengenai kepalanya. Sebuah pensil. . . Ia memungut pensil itu dan melihat keatas. Disitu, didahan pohon itu, ada seorang gadis berambut hitam panjang sambil memeluk sebuah buku besar. Kim soo in, dan dia sedang. . .Tidur??
Yong hwa tercengang sejenak saat melihatnya. Bagaimana mungkin ia bisa tidur diatas pohon?? Benar2 bodoh. Kemudian yong hwa menatap sepatu yg ada ditangannya. lalu ditatapnya gadis itu. Ia kembali menatap sepatu itu sambil tersenyum. Diangkatnya sepatu itu, kemudian dilemparnya sekuat mungkin kearah gadis itu. Tepat mengenai keningnya.
“aaaoo. . .” gadis itu terbangun seketika. Namun karna ia hilang keseimbangan, ia jatuh kebawah sebelum otaknya bisa berfikir “Aaaaaakkh. . .” jeritnya.
Dengan sigap yong hwa menangkapnya dan mereka berdua jatuh ditanah. Ia mengerang pelan saat punggungx menyentuh tanah dgn keras.
“aduuuh. . .Apa yg terjadi~” tanya soo in. Mereka berdua bangkit dan membersihkan diri dari tanah.
“dasar bodoh!!!” bentak yong hwa “kenapa kau bisa tidur diatas pohon??”
“tidur? Jdi aku ketiduran ya?” soo in balas bertanya sambil mengusap2 keningnya yg sakit “tapi aku merasa ada yg melempariku sesuatu. . . Kalau tidak mana mungkin aku kaget dan terjatuh!!. . . Jangan2. . . Hei, kau melempariku sesuatu ya??” tuduh gadis itu. Ditatapnya yong hwa lekat2.
Yong hwa mengalihkan pandanganya sambil memutar otaknya “salah sendiri menaruh sepatu sembarangan!” kilahnya.
“ternyata benar kau, kalau kau tidak mengagetkanku aku tidak akan jatuh! Sekarang mana sepatuku??” tanya soo in kesal.
“mana kutau!” jawab yong hwa tidak peduli. Soo in menatap sekeliling, mencari2 sepatu kirinya.
“ah itu dia!” serunya saat melihat sepatunya tergeletak tak jauh dri situ. Gadis itu memungut dan memakainya lagi, kemudian menghampiri yong hwa.
“hei, sedang apa kau disini, ini kan hari libur?!” tanyanya sambil memungut bukunya ditanah, kemudian dimasukkannya kedalam tasnya.
“aku ingin menyendiri, jadi cepat kau pergi!” jawab yong hwa dingin.
“kau sedang ada masalah ya?” tanya soo in pelan “hei, aku tau tempat yg bagus! Ayo!!” ajak soo in semangat. Di gamitnya lengan yong hwa, dan ditariknya agar yong hwa mengikutinya.
“tunggu Kenapa aku harus ikut denganmu??” protes yong hwa.
“karna aku menginginkannya. . . Ayoo!!” jawab soo in riang sambil terus menarik yong hwa untuk berlari.

Dan disinilah mereka berada saat ini! “ini desa kelahiran ayahku, dlu waktu kecil aku sering datang kemari, tapi semenjak nenek meninggal 10 tahun yg lalu, kami sudah tidak pernah lagi kemari!” kata soo in.
Mereka berdua sedang duduk diatas batu besar sambil memasukkan kedua kaki mereka kedalam air sungai. Sungai itu sangat jernih airnya dan dangkal. Banyak batu2 didalamnya.
“aku sangat menyukai desa ini, disini suasananya sangat tenang. . .Mendengar suara air yg mengalir, serta kicauan burung, benar2 terasa damai!!” soo in menghela nafas panjang dan memejamkan matanya.
Hening. Yg terdengar hanya suara gemercik air sungai dan kicauan burung hutan. Yong hwa hanya diam saja, ditatapnya gadis itu. Wajahnya halus, bulu matanya lentik dan hidungnya juga bagus. Secara keseluruhan, ia memang cantik!
Astaga, yong hwa mengalihkan pandangannya. Apa yg baru saja dipikirkannya?? Dasar bodoh! Rutuknya dalam hati. Melihat soo in yg sedang memejamkan mata, sifat jahilnya datang. Dipercikannya air sungai yg dingin itu ke wajah soo in. Gadis itu langsung menjerit “apa yg kau lakukan??” tanyanya kesal sambil mengusap wajahnya.
Yong hwa tertawa “wajahmu terlihat aneh!! Hahaha. . .”
soo in tertegun, tawa itu. . . Baru kali ini dilihatnya. “aaakh” jeritnya lagi saat yong hwa lagi2 menyiprati wajahnya dengan air.
“awas kau ya!!” geram soo in sambil turun kesungai. Dibalasnya perbuatan yong hwa. Yong hwapun tidak mau kalah, ia terus menyiprati soo in.
Suara gemercik air sungai, suara kicauan brung hutan, kini tenggelam dalam tawa bahagia itu. . .

“ternyata sudah sore, kita harus pulang!” kata yong hwa sambil memakai kembali sepatunya.
“cepat sekali waktu berlalu,” gumam soo in pelan.
Mereka berdua harus menyusuri hutan kecil dan melewati beberapa petak sawah untuk sampai dirumah pendu2k desa. Sudah lama mereka berjalan, hari sudah hampir gelap.
“hei, kau tau jalannya tidak?” tanya yong hwa akhirnya.
Gadis itu berhenti melangkah dan berbalik menghadap yong hwa. Seketika yong hwa terkejut saat melihatnya menangis.
“sepertinya kita kesasar. . .Huwaaaa. . .” tangisnya keras. “a. . .Apa??”

so, what do you think?? please give me your comment!!

2 comments
  1. Annyeong author!!aku new reader dsni…aku suka sama ceritanya!!bagus banget!

    Lanjut ke next part dulu ya!😀

    • Hi!! Welcome to this blog..
      Btw FF d atas bukan FF buatanku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: