Teardrops in the Rain #part 5#


kak vea present : Teardrops in the Rain part 5


Part 5

“aku merindukanmu. . .” kata sukkie sambil memeluk soo in.
“aku juga. . .” balas soo in pelan.
“kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya sukkie sambil melepaskan pelukannya. “sampai2 aku harus bertanya pada bibi choi karna kau tidak membalas emailku,”
“maaf. . .”
“sebaiknya kutinggalkan kalian berdua, kalau btuh apa2 bilang saja padaku!” kata bibi choi.
“oh, trima kasih bibi, maaf merepotkanmu,”
“tidak apa2, jangan sungkan!”
sukkie menundukkan kepalanya sedikit sebelum bibi choi pergi. Kemudian ia menatap soo in lagi.
“kau sudah makan?” tanya sukkie.
Soo in mengangguk pelan sambil duduk kembali. Sukkie ikut duduk disampingnya dan menggenggam tangan soo in.
“sudah setahun aku tidak melihatmu tapi sepertinya kau tidak berubah, kau tetap sama seperti gadis kecilku yg dulu!!”
“oppa. . . Aku kan sekarang sudah 19 tahun!”
sukkie tersenyum “soo in, sebenarnya . . . aku pulang kemari hanya untuk menjemputmu. . .”
soo in menatap sukkie dgn cpat “menjemput??”
“dulu saat jung hoon meninggal, kau tidak mau ikut ke paris denganku, sekarang. . . Tidak ada alasan untukmu menolak! Ayah dan ibu menyuruhmu tinggal bersama kami, kau juga sudah menjadi putri mereka!”
“a. . . Aku. . . Ingin tinggal disini. . .”
“kau tidak bisa tinggal disini soo in” sukkie menggeleng pelan.
“aku akan tetap tinggal disini, aku tidak mau pergi!”
“kau tidak punya pilihan soo in, dengan apa kau hidup kalau tetap tinggal disini?? Dgn bekerja sebagai pelayan restouran?? Itu tidak akan cukup!! Ikutlah keparis, bekerjalah diperusahaan ayah bersamaku, kau juga bisa melanjutkan kuliah disana!”
soo in tidak bsa berfikir, ia bingung “aku. . .Aku. . .”
“kau tidak punya pilihan soo in, kau tidak mungkin tetap disini dan merepotkan bibi choi juga teman2mu” nada suara sukkie melembut “ikutlah bersamaku. . . Bekerjalah diperusahaan, nanti bila kau sudah bisa berdiri sendiri, kau bisa kembali lagi kemari!”
soo in menatap sukkie seolah bertanya benarkah ia bisa kembali lgi.
“akan kusuruh orang untuk merawat rumah ini, siapkan barang2mu, kita berangkat keparis besok siang!”
soo in menatap gamang, satu2x yg ada dipikirannya adalah yong hwa. Ia melepaskan tangannya dari genggaman tangan sukkie dan mengambil kembali ipodnya, memasang earphone ditelinganya dan memeluk lututnya erat2. . .

Jam 11.21. Satu stengah jam lagi ia harus berangkat keparis. Diluar sedang hujan deras. Pikirannya masih kacau. Semuanya terjadi begitu cepat dan tiba2. Ia tak pernah membyangkan hal ini sebelumnya. Satu2nya yg ada difikirannya adalah yong hwa. Apa yg harus ia lakukan? Ia tidak punya pilihan. Tidak mungkin ia meminta bantuan yong hwa. Laki2 itu sudah cukup susah mengurus dirinya sendiri.
Tiba2 saja matanya menatap ponselnya yg mati diatas meja. Diambilnya benda itu dan dinyalakannya. Ada 6 pesan yg masuk dan smuanya dari yong hwa. Didengarkannya pesan itu satu persatu.
“aku sudah sampai, pasti kau sudah tidur sekarang, baiklah selamat malam”
“kenapa ponselmu tidak aktif? Cepat hubungi aku!
“kenapa ponselmu belum juga aktif? Apa yg terjadi?”
“soo in kau membuatku khawatir! Cepat hub. Aku, aku merindukanmu, bukan, lebih tepatnya aku sangat merindukanmu!”
air mata soo in menetes begitu saja saat mendengar suara yong hwa.
“aku sekarang dalam perjalanan pulang, sudah 2 hari ponselmu tidak aktif, apa kau tidak merindukanku?”
“han soo in ssi, kau benar2 membuatku frustasi! Kutunggu kau hari selasa jam 11 digedung music!”
soo in menutup flap ponselnya dgn gamang. Ia sudah terlambat stengah jam. Apa yg harus ia lakukan?!
Sedetik kemudian ia melempar ponselnya ketempat tidur dan menyambar jaketnya. Ia berlari menuruni tangga dgn buru2 sambil memakai jaketnya.
“oh, soo in, kau sudah membereskan brang2mu?” tanya sukkie.
Namun soo in tdk menjawab. Ia trus berlari keluar. Ia juga tidak menghiraukan teriakan sukkie.

Disitu, diteras gedung music, yong hwa sudah menunggunya. Soo in hanya bisa diam melihat laki2 itu tersenyum dan berjalan menghampirinya tanpa peduli derasnya air hujan.
“aku tau kau pasti datang” katanya sambil tersenyum.
Hati soo in begitu sakit mendengarnya. Air matanya mengalir deras namun tidak akan ada yg tau karna air hujan dengan cepat menghapusnya.
“aku sangat merindukanmu. . .” ujar yong hwa sambil menarik soo in kepelukannya.
Ditengah dinginnya siraman air hujan, ia merasakan kehangatan yg membuatnya semakin sakit.
“kukira kau menghilang dan meninggalkanku” bisik yong hwa.
Soo in merasa ia sangat sulit bernafas, tapi ia harus mengatakannya.
“mulai sekarang. . . Kita. . . Tidak bisa bersama lagi. . .”
tubuh yong hwa tiba2 membeku, dilepasnya pelukannya dan menatap soo in tdk mengerti.
“kau ini bicara apa? Jgn bercanda!”
“aku serius! Mulai saat ini, aku tidak bisa berada disisimu lagi. . .”
yong hwa menatapnya lekat2, seperti mencari kebenaran dimata soo in.
“kenapa?” tanyanya pelan.
“karna aku. . . Aku. . .”
“soo in!!!”
panggilan itu terdengar nyaring membuat soo in dan yong hwa menoleh secara bersamaan keasal suara. Di situ tak jauh dri mereka, dibawah guyuran air hujan, sukkie berdiri sambil mencoba mengatur nafas.

“soo in!!!” seru sukkie.
Serentak soo in dan yong hwa menoleh kearahnya.
“siapa dia?” tanya yong hwa pelan.
“dia. . .Orang yg menjemputku, aku harus pergi ke paris,”
“aku tanya siapa dia?” ulang yong hwa. “maafkan aku. . .”
“aku tanya siapa dia???” bentak yong hwa.
“dia adalah orang yg paling dkat denganku!!!” balas soo in sambil berteriak.
Sesaat keduanya saling tatap dalam diam. “benar! Karna dialah aku tidak bisa bersamamu! Karna dia juga aku tidak bisa berada disisimu! Maaf kalau aku lebih memilihnya!!”
hening. Yg terdengar hanya suara derasnya hujan. Dengan susah payah soo in berbalik dan melangkah pergi. Namun tangan yong hwa lebih cepat. Ia menarik tangan soo in dan merengkuhnya kedalam pelukkannya. Begitu kuat, hingga soo in sulit bernafas.
“kenapa kau lakukan ini padaku?” tanya yong hwa pelan.
Hati soo in terasa perih, “maaf. . .”
“kenapa kau melakukannya??”
“karna. . .Karna aku menginginkannya” soo in merasakan tubuh yong hwa membeku.
Tidak, ia tidak sanggup melihat yong hwa terluka. Dengan mengumpulkan semua kekuatannya yg tersisa, ia melepaskan diri dan berlari pergi.

Yong hwa hanya bisa menatap kepergian gadis itu. Tubuhnya beku seakan2 tidak bisa digerakkannya. Gadis itu sudah mencuri semua kekuatannya. Sebelum ini ia tak tau untuk apa ia hidup, namun setelah bertemu dgn kim soo in, yong hwa tau alasannya. Tidak pernah sebelumnya ia ingin menghabiskan waktu bersama seseorang untuk selamanya. Namun kini, saat ia ingin menghabiskan seluruh hidupnya dgn gadis itu, gadis itu malah pergi dgn meninggalkan goresan luka yg begitu dalam. Perih. . . Disaat kekuatan itu hilang, untuk pertama kalinya, air mata yong hwa menetes. . . Saat ia kecil, saat ibunya meninggalpun ia tidak menangis, namun kali ini, ia merasa tubuh dan jiwanya telah terkoyak. Bahkan hujanpun tak dapat menghapus rasa sakitnya. Namun, tak peduli berapa banyak tetesan air mata yg keluar itu, hujan akan menghapusnya. . . Teardrops in the rain. . .

Soo in berlari pergi dgn sisa2 kekuatannya. Sukkie yg melihatnya, ikut berlari menyusulnya. Hingga sampai ditengah jalan yg sepi gadis itu berhenti. Ia berjongkok dan memeluk tubuhnya erat2. Ini pertama kali dalam hidupnya ia tidak punya pilihan, dan ini juga pertama kalinya ia melakukan hal yg tidak ingin dilakukannya. Gadis itu terisak hebat. Dan entah kenapa isakkan gadis itu terdengar jelas ditelinga sukkie. “jung hoon oppa. . . Apa yg harus kulakukan??” isaknya.
“soo in, kita harus pergi. . .” kata sukkie pelan.
“beri aku waktu. . .” kata gadis itu sambil memeluk tubuhnya erat2 “aku takut. . . Aku takut kalau aku bergerak nanti. . . Tubuhku akan jatuh berantakan ketanah. . .”
sukkie merasa ada yg menusuk hatinya saat mendengar kata2 gadis itu. Ditatapnya gadis itu dalam diam.
~ada aku disini yg slalu mengulurkan tangan kepadamu. . .Tapi kau tidak pernah menerimanya dan berusaha berdiri sendiri. . .~
sederas apapun hujan yg turun tetap tdk bisa menghapus luka itu dan sebanyak apapun tetesan air mata itu tetap akan terhapus oleh derasnya hujan. . . Teardrops in the rain. . .

*teardrops in the rain*

no one ever sees, no one feels the pain i shed teardrops in the rain. . .

i wish upon a star i wonder where you are
i wish you’re coming back to me again
and everything’s the same like it used to be. . .
I see the days go by and still i wonder why
i wonder why it has to be this way
why can’t i have you here just like it used to be. . .

I don’t know which way to choose
how can i find a way to go on. . .
I don’t know if i can go on without you oh. . .

Even if my heart still beating just for you
i really know you are not feeling like i do
and even if the sun is shining over me
how come i still freeze?
No one ever sees, no one feels the pain
i shed teardrops in the rain. . .

I wish i could fly i wonder what you say
i wish you’re flying back to me again
hope everything’s same like it used to be. . .

*C.N.Blue*

Yong hwa berdiri didepan tangga rumah besar itu. Hujan masih juga belum reda. Seorang pria terlihat berlari2 keluar sambil membawa payung. Ia menghampiri yong hwa dan memayunginya.
“tuan muda, anda kembali?”
“apa dia ada didalam?” tanya yong hwa datar tanpa menoleh.
“tuan besar ada diruang kerjanya!” tanpa banyak bicara, yong hwa melangkah menaiki tangga dan masuk kedalam rumah.
“mm. .Ma. . .Maaf tuan muda. . . Se. . .Sebenarnya tuan besar tidak ingin diganggu. . .” kata paman min yg sdg berjalan dibelakangnya itu dgn nada takut. Namun yong hwa tdk memperdulikannya. Ia tetap berjalan lurus kedepan. Dan membuka pintu ruang kerja ayahnya tanpa mengetuk terlebih dahulu.

Jung seung wo terkejut begitu melihat putranya masuk kedalam ruang kerjanya dgn tiba2. Ia menghentikan pekerjaannya sejenak dan menatap yong hwa dgn kening terlipat. Ini Tidak seperti biasanya. Sudah tiga tahun yong hwa tidak menjejakkan kakinya dirumah ini dan sekarang ia sedang berdiri dihadapannya dgn tubuh basah kuyup.
“ini tidak seperti biasanya,” kata seung wo “apa yg membuatmu pulang kerumah?”
“biarkan aku bermain musik!” kata yong hwa langsung.
Seung wo mengerutkan alisnya “kau tau kan kalau q tdk menyukainya?”
“akan kulakukan apapun agar kau tidak menghalangiku!”
seung wo berfikir sejenak “dulu kau setuju untuk sekolah kedoteran karna ingin pergi dari rumah ini, kau yakin akan menuruti semua kemauanku?”
“dia melakukan apa yg diinginkannya, dan aku akan melakukan apa yg kuinginkan! Akan kupenuhi semua syarat agar kau tidak menghalangiku lagi!”
seung wo melepas kaca matanya sambil tersenyum sipul “siapa dia?” tanyanya.
“bukan urusanmu!” jawab yong hwa dingin.
“baiklah. . .”kata seung wo menyerah “aku tidak akan menghalangimu, tapi kau harus menuruti semua kemauanku, termasuk untuk kembali tinggal dirumah ini!!”

so, what do you think?? please give me your comment!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: