Teardrops in the Rain #part 6#


kak vea present : Teardrops in the Rain part 6


Part 6

~paris, prancis~
3 tahun kemudian

“bibiii. . .Aku pulang!!” teriak soo in begitu ia memasuki rumah bergaya inggris itu.
“oh, kau sudah pulang rupanya, mana sukkie? Kenapa dia tidak ada?” tanya bibi jang.
“sukkie oppa msih lembur, mungkin dia akan pulang agak malam!”
“oh begitu. . . Eh, kau sudah makan belum? Bibi tadi masak kimchi, kau mau?”
“trima kasih bibi, tapi aku sudah makan tadi, aku mau kekamar saja”
“baiklah, cepat istirahat! Kau pasti capek sekali!”
“mmm. . . Slamat malam bibi”
soo in pergi menaiki tangga dengan lelah, ia ingin cepat2 mandi.
Namun tiba2 langkahnya melambat saat samar2 didengarnya sesuatu. Suara itu. . .
Cepat2 soo in menaiki tangga itu dan mendapati hyo rin sedang mengerjakan tugas sekolahnya diruang tengah, didepan televisi yg sedang menyala.
Kepada televisi itulah mata soo in terpaku. Ia berjalan dgn lambat dan du2k disebelah hyo rin sambil memeluk lututnya.
Terdengar suara bibinya yg memanggil hyo rin, hingga mmbuat gadis itu turun kebawah meninggalkan soo in sendiri. Namun soo in tdk bergeming, matanya tetap terpaku pada layar tv itu.
Di tv chanel korea itu menampilkan sebuah konser band dijepang. Dan saat ini salah satu personil band itu sedang bernyanyi. Jung yong hwa. . .
Suara yg sudah dihafal soo in diluar fikirannya. Ini pertama kalinya soo in melihat kembali yong hwa sejak 3 thun yg lalu.
Setelah konser itu ada interview tentang band yg brnama C.N.Blue itu. Mata soo in terus mengikutinya.
“bagaimana kalian bisa menciptakan lagu sebagus itu?” tanya reporter wanita itu.
“mungkin karna kami menciptakannya dari hati!” jawab yong hwa sambil tertawa.
“mana lagu yg paling kau sukai?”
“aku menyukai ‘one of a kind’ itu mengingatkanku pada masa lalu!”
“benarkah? Masa lalu yg bagaimana?”
“sebenarnya. . . Ayahku tidak mengijinkanku bermain musik, suatu hari aku bertemu dgn seseorang, dy slalu melakukan apa yg dia inginkan, lalu aku menemui ayahku dan membujuknya agar mengijinkanku bermain musik!”
“bisakah kalian menyanyikannya sedikit?”
“tentu saja!”
teman yong hwa mengambil gitar dan memetiknya, sdgkan yg satunya lagi memukul2 meja dgn stik drum, sedangkan yong hwa mulai bernyanyi bersama temannya.

*one of a kind*

on the floor, you’re moving in a way i can’t ignore
i am in heat, i caught a glimpse and now i am at your feet

i can’t escape it, there’s nowhere to hide
this feeling i got i can’t deny. . .
I don’t know your name but it’s all the same
coz i can feel your heart and now i am sure. . .

Don’t you know, there’s nothing i can do
i gotta get to know you
i have to see this through i want it all
i gotta let you know, this feeling is so true,
coz i know that you’re one of a kind. . .
and i can’t get you out of my mind. . .

*C.N.Blue*

soo in menghela nafas panjang sambil memeluk lututnya lebih erat. Matanya masih menatap layar kaca itu.
“kau sudah banyak berubah sekarang. . .” gumamnya pelan sambil melamun”sudah lebih banyak tertawa. . .”
“kalau aku kembali nanti. . . Apa kita bisa bertemu lagi??”
soo in teringat lagi pembicaraannya dengan bosnya tadi siang bahwa ia akan dipindahkan kekorea seminggu lagi dan diangkat menjadi manager utama untuk bagian desain interior ruangan.
“kalau kita bertemu nanti. . . Apa kau akan mengenaliku??” tanpa terasa air mata soo in jatuh begitu saja, tiba2 ia merasa sulit bernafas. Dipeluknya lebih erat lututnya. Seolah2 takut bagian2 tubuhnya yg sudah ia satukan kembali, akan jatuh berantakan bila ia bergerak sedikit saja.
“karna aku, selalu mengenalimu, dimanapun kau berada. . .”

sukkie akan membuka pintu kamar soo in ketika ponselnya berbunyi. Nomor baru.
“hallo?” jawabnya.
“oppaaaaaaaaa!!” sketika sukkie menjauhkan ponsel itu dri telinganya, han eun ki,,
“kenapa kau teriak2?” bentaknya.
“tolong akuuu!!! Ayah dan ibu menculiku dan mau mennunangkanku dgn laki2 yg tidak kukenal!!” kata gadis itu sambil menangis.
“kau ada dimana?”
“aku sekarang ada dikorea! Cepat datang dan bawa aku pergi!”
“mana bisa begitu?! Maaf aku tidak bisa menolongmu!”
“kau kejam sekali!!”
“mau bagaimana lagi?! Aku tidak bisa mencampuri urusan keluargamu! Sudahlah, jalani saja, siapa tau kau akan menyukainya!”
“aaaaarrgh. . .”jerit gadis itu lagi “kenapa kau bicara begitu? Aku kan hanya menyukaimu seorang!”
“tapi aku tidak menyukaimu!” jawab sukkie langsung.
“kau memang benar2 kejam! Aku benci padamu!!!” braaak. . .
Terdengar telp. Dibanting dari sebrang sana. Sukkie menatap ponselnya sambil mendecak kesal. Ada2 saja gadis itu.
Kemudian ia membuka kamar soo in perlahan. Kamar itu sudah gelap, hanya lampu meja kecil yg menyala disamping tempat tidurnya.
Ia menghampiri soo in yg sudah tidur itu. Ditatapnya sejenak gadis itu. Ia masih selalu menggunakan earphone dan mendengarkan lagu dari ipod itu saat tidur. Hanya sebuah lagu. . .
Diambilnya buku gambar dari bawah tangannya. Masih lukisan orang yg sama. Laki2 itu. . . Laki2 yg ia tinggalkan 3 tahun yg lalu.
“sudah 3 tahun. . . Namun kau masih tetap berpegangan kepadanya, dan menolak uluran tangan dariku, yg slalu berdiri disisimu. . .”

~seoul, korea~

“yong hwa!!”
yong hwa berhenti saat ayahnya memanggilnya dari belakang.
“aku sudah tanya managermu kalau hari ini kau kosong! Jadi sekarang juga kau harus ikut aku! Aku ada acara makan malam bersama teman lamaku, dan aku ingin mengenalkanmu dgn putrinya! Dialah gadis pilihanku yg akan menjadi istrimu, kau tidak bisa menolaknya!”
yong hwa menatap ayahnya datar tanpa ekspresi.
“cepatlah kau bersiap2!”

Yong hwa duduk diam tanpa ekspresi di sebelah ayahnya. Sementara ayahnya sedang asyik mngobrol dgn sepasang suami istri teman lamanya itu.
“oh iya, ngmong2 dimana putri kalian yang sangat cantik itu?”
“ah sebentar lagi dia datang, tapi. . . dia agak sedikit pemberontak,”
“ah, itu biasa, bukannya anak2 jaman sekarang memang suka memberontak?!” mereka smua tertawa mendengarnya, sedangkan yong hwa hanya tertawa dingin.
“lepaskaan akuuuu!!” terdengar teriakan seorang gadis diiringi sebuah sandal hak tinggi yg melayang kedalam ruangan, membuat smua yg ada disitu kaget. Tak lama muncul seorang gadis berambut pendek yg sedang diapit kiri kanan oleh empat orang laki2. Gadis itu memberontak hebat, hingga membuat laki2 yg memeganginya kualahan. “lepaskan akuu!!” teriaknya lagi. Ke empat laki2 itu melepaskan gadis itu setelah menerima isyarat dari ayah gadis itu.
“kenapa ayah dan ibu menculikku??” tanya gadis itu langsung.
“kau ini bicara apa? Mana mungkin ayah menculikmu! Ayah hanya ingin mengenalkanmu pada seseorang yg akan menjadi calon suamimu!”
“apaaa???” gadis itu terkejut hebat “apa kalian sudah gila?? Aku tidak mau!” tolak gadis itu langsung.
“eun ki, kau tidak bisa menolaknya! Ini keputusan ayah dan ibu! Cobalah untuk bersikap lebih dewasa!”
“ah, bagaimana kalau kita beri waktu kepada mereka untuk saling berkenalan?!” kata ayah yong hwa.
“ah anda benar tuan jung, mari kita mengobrol ditempat lain!” ayah yong hwa bersama orang tua eun ki beranjak dari duduknya dan pergi.
“hei kalian mau kemana? Aku tidak mauuuu!!! Hei!!” gadis itu berteriak2 kencang sementara yong hwa memotretnya diam2 dan mengirimkan fotonya kepada teman2 bandx!
“hei kau!” yong hwa menoleh sekilas menatap eun ki kemudian sibuk dgn ponselnya lagi.
“pinjamkan ponselmu!” kata gadis itu. Dan sebelum yong hwa menjawab, gadis itu sudah menyambar ponsel yong hwa dan menghubungi seseorang. Sepertinya pacarnya. Yong hwa hanya mendengarkan dan menatap gadis itu tanpa berkata apa2. Gadis itu menjerit memanggil seseorang dan meminta bantuan, tapi sepertinya orang itu menolaknya hingga ia menutup flap ponsel yong hwa dgn kasar dan mengembalikan dgn wajah ingin menangis.
Yong hwa menerima ponsel itu dan tertawa pelan. Gadis itu menoleh, menatap tajam kearahnya.
“kau. . . Jangan harap aku mau menjadi istrimu! Saat ini aku menyukai orang lain tau!”
yong hwa mendengus “memangnya siapa yg mau menikah dgn kera betina sepertimu?!” sahutnya dingin.
“a. . .Apa katamu??”
“kau tidak mau menikah dgnku?”
“benar! sampai matipun aku tidak akan mau!”
“kau menderita bila bertunangan dgnku?”
“benar! Karna itu cepat bilang kemereka untuk membatalkan rencana ini! Jangan diam saja!!!” bentak gadis itu.
Yong hwa mendekatkan wajahnya hingga eun ki harus memundurkan wajahnya kebelakang “tidak mau!” saut yong hwa, membuat gadis itu ternganga. “aku sangat senang melihatmu menderita!” tambahnya sambil melegang pergi meninggalkan eun ki yg shock setengah mati.
“apa katamu?? Dasar kurang ajar!!!” eun ki melemparkan sepatu sebelah kanannya yg masih tergenggam ditangan kirinya dgn kuat2 kearah yong hwa. Tepat saat pintu terbuka dan ayah yong hwa serta kedua orang tuanya muncul. Pletaaak. . . Sepatu itu tepat mengenai kening ayah yong hwa membuat kaget semua yg melihatnya. Yong hwa tertawa pendek kemudian meneruskan langkahnya untuk pergi, meninggalkan keributan yg terjadi dibelakang sana.

Suasana begitu riuh distudio C.N.Blue saat mereka berempat berkumpul bersama. Saat itu mereka baru saja selesai latihan.
“hei, hyung, gadis itu lumayan juga!” kata lee jong hyun.
“kau sudah buta? Gadis itu lebih mirip preman jalanan dgn tampang seperti itu! Rambut acak2an sambil memegang sepatu!” min hyuk terkekeh sambil memakan kacang.
Yong hwa hanya tertawa pendek mendengar ocehan mereka. Ia sedang memetik2 gitarnya.
“ah menurutku tidak seperti itu! Walaupun penampilannya berantakan, tapi dia memiliki body yg. . .” jung shin bersiul pelan, tangannya bergerak menirukan bentuk tubuh wanita.
“dasar kau!” min hyuk melemparinya dgn kacang.
“eh hyung, kalau kau tidak mau berikan saja padaku!” kata jung shin.
“tapi sepertinya dia sudah menyukai seseorang!” saut yong hwa.
“aaaah. . . Aku benar2 patah hati. . .” kata jung shin dramatis. Min hyuk dan jong hyun langsung menjejali mulutnya dgn kacang
“dasar kau playboy!”
“he. .Hei. . .Ukhuk. . .” yong hwa tertawa melihat tingkah teman2nya.
Braaaak. . . Eun ki tiba2 masuk kedalam studio itu dan membanting pintu, membuat ke3 orang laki2 itu terbengong. Hanya yong hwa yg tetap tidak peduli dan asyik memetik2 gitarnya.
Eun ki berjalan menghampiri yong hwa yg duduk disofa “aku ingin bicara denganmu!”
“aku tidak punya waktu!”
“jangan membuatku marah! Aku mau tanya, sebenarnya kau menyukaiku atau tidak?” tanya eun ki kesal.
Yong hwa menghentikan kegiatannya dan menatap eun ki dari ujung kepala hingga ujung kaki “menurutmu aku akan menyukai gadis sepertimu?”yong hwa mendengus “jangan bermimpi!”
“bagus!” seru eun ki “mereka bilang pertunangan kita akan diadakan tiga hari lagi! Kita harus melakukan sesuatu untuk membatalkannya!”
“aku memang bilang kalau aku tidak menyukaimu, tapi aku tidak bilang kalau aku akan membatalkan pertunangan itu!”
“a. . .a. . .apa katamu?”
yong hwa meletakkan gitarnya dimeja dan beranjak dari duduknya “aku sudah bilang kan kalau aku senang melihatmu men-de-ri-ta!” jawabnya kemudian melegang pergi.
Eun ki menatap tidak percaya “dasar laki2 brengsek!!!” disambarnya botol soju dimeja hendak dilemparnya kearah yong hwa.
“eiih. . .” tapi ke3 laki2 yg ada disitu memegang pangkal botolnya, menahan.
“rasakan ini!” eun ki mengayunkan botol itu tapi ke3 orang itu menahannya
“jangan! Jangan lakukan itu!” ditatapnya ke3 orang itu dgn tatapan ingin membunuh. Serentak jong hyun, min hyuk, dan jung shin melepaskan botol itu.
“si. . .Silahkan lempar saja!!” kata jung shin.
“ti. . .Tidak apa2, lempar saja yg ku. . .Kuat!” sambung min hyuk.
“kami be. . .Benar2 tidak keberatan!” tambah jong hyun sambil menggoyang2kan telapak tangannya.
“uuuuuugggh~” geram eun ki kesal, kemudian ditegaknya isi botol soju itu hingga habis kemudian. . .
Praaaaaaaang. . . Dibantingx botol itu kuat2 kelantai dgn kesal membuat ketiga laki2 yg ada disitu ternganga melihatnya. Dan saat eun ki menoleh kearah mereka, mereka buru2 mengambil kacang dan langsung memakannya tanpa mengupas kulitnya lebih dulu.

“kim soo in??”
“ji kyo?”
“aaaakkh. . . Aku sangat merindukanmu!!” teriak ji kyo sambil berlari menghampiri soo in dan memeluknya.
Saat itu mereka kebetulan bertemu disebuah cafe.
“aku juga!” balas soo in.
“kenapa kau tidak memberitahuku kalau akan pulang kekorea?! Bahkan kau tidak mengatakannya di emailmu!”
“tadinya aku ingin memberimu kejutan!”
“ya, dan kau berhasil melakukannya! Aku benar2 terkejut!”
“benarkah? Oh ya, sedang apa kau disini?”
“aku? Aku sedang ada pemotretan didekat sini!”
“ah, aku lupa kalau kau sudah menjadi model terkenal sekarang! Bagaimana hubunganmu dgn lee hong ki?”
“kami baik2 saja, sebentar lagi aku akan syuting didalam vidio clip F.T.Island bersamanya! Oya, apa jang geun suk ssi juga ikut pulang kemari?”
“mm. . .” soo in mengangguk pelan “ia akan menyusul 2 hari lagi!”
“oh begitu. . . Soo in. . . Apa yg akan kau lakukan jika kau bertemu yong hwa lagi?”
soo in membeku mendengar nama itu disebut, tpi kemudian ia tersenyum dan meringis “mungkin aku harus menyiapkan kertas dan bolpoint untuk meminta tanda tangannya, dia jdi penyanyi terkenal kan sekarang?!”
“aiish. . . Kau ini!!” soo in hanya bisa tertawa kecil melihat teman lamanya itu cemberut.

Banyak yg berubah. . . Semakin banyak gedung2 yg dibangun. Soo in melangkah pelan sambil memandang sekelilingnya. Bruuk. . . Tidak sengaja ia menabrak seseorang. “ah, maaf, sya tidak sengaja!” katanya sambil membungkuk2 sdikit.
“ah tidak apa2, tidak usah difikirkan! Tunggu dulu, sepertinya aku mengenalmu!”
soo in menatap pria separuh baya itu tidak mengerti.
“kau. . . Kalau tidak salah. , kau putrinya kim tae min kan??”
“anda mengenal ayah saya?” tanya soo in terkejut!
“ya, tentu saja! Dia teman baikku, aku juga datang saat pemakamannya! Bahkan akulah orang terakhir yg berbicara dgnnya sebelum kecelakaan itu”
ingatan soo in tentang hari itu kembali. Sejak hari itulah kehidupannya berubah.
“smua ini gara2 jung seung wo!” kata pria itu lagi.
“apa?”
“kalau bkan krna dia yg memecat ayahmu, ayahmu tidak akan minum hingga mabuk, dan ibumu tdk akan menjemputnya hingga akhirnya mengalami kecelakaan dlm perjalanan pulang!”
soo in membeku mendengar cerita itu, slama ini ia tdk pernah tau kenapa orang tuanya sampai mengalami kecelakaan, namun kini ia mengerti.
“baiklah, aku harus kembali bekerja, jaga dirimu baik2!”
soo in membungkukkan sdikit tubuhnya saat org itu akan pergi. Fikirannya masih terpaut pada kata2 pria itu. Jung seung wo. . . Tiba2 saja muncul rasa benci dlm diri soo in. . .

so, what do you think?? please give me your comment!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: