Can’t


>Errm.. Errm.. Ini FF buatan kak vea, author favku.. hohoho dn aku mnta d bikinin FF dg oppaku : Lee Jong Hyun : Sad sih critanya, tpi DAEBAK.!!<

Tittle : can’t. . .
Cast :
– Lee jonghyun (cn. Blue)
– shin yeon hyo

ff requesan kyuchintya, I hope you like this,,
INFO : ff ini combinasi antara film lewat tengah malam dengan 49days (yeah indo feat korea), dan didominasi oleh vidio klipnya Lyla, bernafas tanpamu (tau dah kayak apa ffnya)

“Aku sudah lelah menghadapimu jonghyun ssi, sampai kapan kau akan terus seperti itu?! Kau sama sekali tidak pernah menghargaiku!!” ucap Yeon Hyo penuh emosi.
“Aku juga tidak ingin seperti ini!! Tapi aku tidak bisa, kau lihat sendiri bagaimana dia!” Balas Jong Hyun.
“Kau benar-benar seperti budak baginya!! Kau tidak punya sikap tegas!!”
“Aku hanya butuh waktu! Dulu kau bilang kau akan menungguku, apa kau sudah lelah?”
“Benar!! Aku lelah!! Aku lelah denganmu!! Aku lelah dengan semua sikapmu! Aku lelah dengan kau yang tidak bisa lepas darinya, aku lelah dengan semuanya!!”
“Baik kalau itu maumu, kita akhiri saja hubungan kita!! Aku juga sudah muak denganmu yang setiap hari merengek seperti anak kecil!!”
“Mwoya?? Apa katamu?? Aku merengek?? Kau yang tidak tau diri!! Kau tidak sadar kita sudah berhubungan berapa lama?? Dua tahun lebih Jong Hyun ssi, dan selama itu aku terus bersabar menghadapimu!! Kau tidak tahu bagaimana kata teman-temanku, saat mereka kencan dengan pasangan mereka, hanya aku yang ada dirumah!! Kau tahu itu?? Kau peduli?? Tidak!!”
“Jadi kau berpacaran denganku hanya karna ingin memamerkanku dihadapan teman-temanmu?? Kau pikir aku barang pameran??” Jong Hyun tersenyum sinis “Akhirnya aku tahu seperti apa dirimu yang sebenarnya! Kau tidak lebih dari gadis-gadis yang hanya menginginkan harta dari kekasihnya!!”
“Aku tidak sepertimu yang tidak tau diri!!” Pekik Yeon Hyo.
“Kau lebih tidak tau diri, seharusnya kau sadar!!”
“Kau_ kau benar-benar brengsek!! Aku tidak ingin melihatmu lagi!! Pergi kau!!”
“kau pikir aku masih ingin melihatmu?? Tidak!!” Jong Hyun langsung berjalan keluar dari rumah gadis itu.
Yeon Hyo memegang kepalanya frustasi. Ia menyambar sebotol air di meja dan langsung meminumnya. Tapi kemudian ia melihat jaket laki-laki itu masih tersampir disofa ruang tamunya. Dengan geram diraihnya jaket itu kemudian berjalan cepat menyusul Jong Hyun.

****

Teriakan nyaring itu membuat Jong Hyun mengerjap kaget. Ia berusaha bangun sambil meruntuki dirinya sendiri yang sepertinya jatuh tersandung batu. Dibelakangnya orang-orang mulai berdatangan untuk melihat sebuah mobil yang terlihat sepertinya baru saja menghantam tiang lampu jalan. Sepertinya baru saja terjadi kecelakaan. Tapi Jong Hyung tidak perduli. Ia masih kesal dengan kejadian tadi, dengan langkah cepat ia pergi meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi.
Sampai dirumah kontrakannya, Jong Hyun menghempaskan dirinya kesofa dengan kesal. Diambilnya ponselnya untuk menghubungi seseorang, tidak aktif. . . dengan wajah kusut, Jong Hyun menghampiri telphone rumahnya dan tertegun saat mendapati satu pesan.
‘Jonghyun ah. . .mianhae. . . aku memutuskan pergi kelondon untuk menyusulnya. . . terima kasih untuk segala-galanya, saranghae. . .’
“aaaaaarrrrghhh……….”
PRAAANG. . .
Jonghyun menyapu seluruh benda yang terpajang dimeja telphone itu hingga jatuh berantakan. Nafasnya tersegal. Ia marah, sangat. Kenapa gadis itu lebih memilih pria brengsek yang tidak pernah bisa menghargainya??
Kim seohyun, gadis yang selalu bersamanya dari kecil hingga saat ini. Ia sayang gadis itu, dan ia membenci sifatnya yang selalu lemah terhadap kekasihnya. ia memang menyukai gadis itu, dulu sebelum shin yeon hyo merebut hatinya. Meskipun begitu, ia tetap akan selalu melindungi seohyun apapun yang terjadi.
Ia tau yeon hyo cukup bersabar dengannya selama ini. Ia sering kali tidak punya waktu untuk gadis itu karna harus berkerja menyanyi dicafe sebagai band indie bersama anggota band cn. Blue yang lainnya. Dan saat ia punya waktu luang, terkadang seohyun meminta untuk menemaninya.
Ia mencintai yeon hyo, sangat. Tapi ia tidak pernah tau bagaimana cara mengungkapkannya pada gadis itu. Shin yeon hyo berbeda dari gadis lainnya. Jika semua gadis suka coklat, ia tidak suka. Jika semua gadis suka bunga, ia juga tidak suka. Ia lebih suka jika jonghyun mengajaknya ketempat-tempat yang tenang seperti pantai, kebun teh, sawah, kebun pear, dan lainnya.
Jonghyun mengusap wajahnya dengan kasar kemudian kembali menghempaskan tubuhnya kesofa. “yeon ah. . .mianhae. . .” lirihnya.
****

Jong hyun terbangun dari tidurnya dan langsung duduk. Ia mengusap wajah pelan. Apa yang baru saja dimimpikannya?? Yeon hyo sedang menangis dimakamnya?? Jong hyun kemudian teringat kalau ia ternyata tertidur disofa. Dan sekarang sudah pukul enam pagi. Ia beranjak turun dan bersiap-siap pergi kekampus.
Jonghyun sedang menutup pintu pagar rumah kontrakannya ketika paman pemilik kedai bubur ayam didekat rumahnya sedang mengajak anjingnya untuk berjalan-jalan. Anjing itu tiba-tiba saja menyalak saat didekat jonghyun. Dan paman itu hanya diam menatap jonghyun kemudian ia menarik anjingnya mengajaknya untuk pergi.
Jonghyun mengerutkan keningnya heran sambil menatap paman yang semakin jauh itu. Biasanya paman itu akan mengajaknya bercakap-cakap sebentar. Tapi kenapa tadi ia hanya diam? Apa mungkin ia tau jonghyun sedang tidak dalam keadaan baik?! Setelah menghembuskan nafas pelan jonghyun pergi kekampus.
Selama dikampus semuanya berjalan seperti biasa. Namun yang membuat jonghyun bingung, kenapa tidak ada satupun yang berbicara dengannya?? Apa keadaannya yang kacau terlihat jelas?? Tapi ia tidak terlalu perduli. seperti itu lebih bagus. Setelah kelas terakhirnya berakhir, ia memutuskan untuk mencari yeon hyo. Ia ingin meminta maaf pada gadis itu. Ia benar-benar tidak bermaksud untuk mengacuhkannya. Tapi ternyata gadis itu tidak ada dikampus. Dengan lesu, ia pulang kerumah kontrakannya.

Ok, sudah dua hari yeon hyo tidak pergi kekampus. Apa jonghyun harus menemuinya dirumahnya?? Teman-temannya juga kenapa tidak bisa dihubungi sama sekali?? Ada apa dengan semua orang sekarang ini??
Dan disinilah jonghyun berdiri. Didepan rumah yeon hyo. Dirumah yang cukup besar ini, yeon hyo tinggal sendiri karna ayahnya harus bekerja diluar negri. Sedangkan ibunya sudah meninggal saat ia masih kecil. Mungkin itu juga sebabnya ia tumbuh menjadi gadis yang kuat dan mandiri berbeda dengan seohyun yang selama ini semua keinginnannya selalu terpenuhi.
Jonghyun menatap pintu dengan ragu. Apa yang harus diucapkannya nanti?? Belum sempat otaknya berfikir, pintu itu terbuka.
Jonghyun tersentak kaget. ia lebih kaget lagi saat melihat wajah pucat gadis itu. Matanya terlihat bengkak sehabis menangis. Dan saat ini, yeon hyo sedang menatapnya dengan pandangan. . . sedih dan kecewa?? Ia terlihat seperti sedang menahan tangis.
Kemudian gadis itu berbalik dan melangkah kedalam rumah tanpa berbicara apapun. Jonghyun masuk mengikutinya. Yeon hyo sedang duduk disofa sambil termenung. Tatapannya terlihat kosong. Gadis itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sementara jonghyung hanya berdiri dibelakangnya tanpa tau harus berbuat apa. Pundak gadis itu terlihat bergetar. Ia terisak pelan.
Jonghyun merasa sedih melihatnya. perlahan ia mendekati gadis itu dan berjongkok disebelahnya. Yeon hyo mengusap air matanya yang keluar. Tapi air mata itu terus keluar tidak bisa dihentikannya. Tangan jonghyun terangkat hendak menghapus air mata dipipi gadis itu tapi yeon hyo langsung memalingkan wajahnya. Jonghyun merasa kecewa pada dirinya sendiri. Ia mengerti jika yeon masih marah kepadanya. Tiba-tiba saja yeon beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya.
Jonghyun mengikutinya, ia berdiri diambang pintu kamar yang tidak ditutup itu. Seketika ia tertegun melihat yeon hyo sedang memeluk boneka tweety yang diberikannya dulu. Gadis itu tidak menyukai boneka, bahkan ia sempat ingin memberikan boneka itu kepada anak tetangganya. Tapi karna jonghyun marah, ia terpaksa menyimpan boneka itu. Satu-satunya boneka yang ada dikamarnya itu kini ada dalam dekapannya. Ia memeluk boneka itu seolah-olah benda itu bisa meredam rasa sakitnya.
Kemudian . . . ia terisak lagi. Matanya terpejam, dan untuk waktu yang lama, kemudian jonghyun melihat nafas gadis itu yang teratur. Yeon hyo tertidur.
Jonghyun melangkah mendekatinya kemudian menyelimuti tubuh gadis itu. Ditatapnya sejenak gadis itu “mianhae yeon. . . aku tau pasti sulit untukmu memaafkanku. . .” bisik jonghyun lirih.

****

Lagi-lagi yeon hyo tidak terlihat dicampus. Gadis itu masih belum masuk kuliah. Apa sedalam itu jonghyun menyakiti hatinya?? Ia tau, ia sudah berkata kasar pada yeon ah. Hari ini ia harus minta maaf, harus!!
Lagi-lagi jonghyun mendatangi rumah yeon hyo. Pintu rumah gadis itu tidak terkunci. Terdengar samar-samar suara orang. Jonghyun melangkah mengikuti suara itu, dan disanalah gadis itu. ia sedang duduk disofa sambil melihat tv. Dan apa yang dilihat gadis itu membuat jonghyun terheyak. Yeon hyo saat ini sedang menonton rekaman vidio mereka saat dikebun mangga milik kakeknya untuk merayakan aniversary pertama mereka. Disitu terlihat jonghyun sedang berusaha memanjat pohon untuk mengambil mangga yang ditunjuk yeon. Dan akhirnya tubuh jonghyun malah digigiti semut. Laki-laki itu dengan panik mengibas-ngibaskan bajunya sementara yeon hyo tertawa renyah.
Karna merasa ditertawakan, jonghyun kemudian mengejar yeon hyo dan merebut handycam yang dibawa gadis itu dan menghadapakannya kearahnya yang sedang memeluk gadis itu dengan satu tangan dan memaksa gadis itu untuk mencium pipinya sebagai hukuman karna telah menertawakannya.
Sangat manis, dan sayangnya itu adalah terakhir kali mereka piknik bersama dalam satu tahun ini. Karna jonghyun tidak pernah punya waktu lagi untuk yeon hyo. Ya, setelah liburan bersama mereka saat itu, seohyun yang sebelumnya pindah kecina selama tiga tahun, kembali lagi kekorea.
Shin yeon hyo memang tidak pernah keberatan jonghyun bersama gadis itu. karna ia mengerti, seohyun sudah seperti saudara untuk jonghyun. Tapi semakin lama, ia sadar bahwa seohyun punya arti lebih dihati jonghyun. Dan terpaksa jonghyun mengakuinya bahwa seohyun adalah masa lalunya. Saat itupun yeon hyo berusaha untuk mengerti.
Namun ada yang tidak disadari jonghyun. . . gadis itu terluka. . . namun tidak pernah dilihatnya. Dan semakin lama luka itu semakin dalam, tapi jonghyun malah seakan memperdalam luka itu. sekarang, apa yang harus dilakukannya?? Bahkan untuk bergerakpun tubuhnya terasa kaku.
Yeon masih duduk disana. Gadis itu masih terisak. Kini jonghyun dapat melihat dengan jelas seberapa dalam luka yang telah dibuatnya.
Tiba-tiba saja yeon hyo beranjak dari duduknya kemudian berbalik dan tertegun menatap jonghyun. Jonghyun tidak dapat mengartikan tatapan itu. lalu, gadis itu melangkah masuk kekamarnya begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Jonghyun mengusap wajahnya dengan kasar. Apa yang harus dilakukannya sekarang?? Bahkan untuk mengeluarkan suaranyapun ia tidak sanggup. Ditatapnya pintu kamar yeon lama, pada akhirnya ia memutuskan untuk mencari waktu yang tepat.

****

Jonghyun sedang termenung dikamarnya. Kemudian ia mengambil gitarnya dan mencoba membuat lagu. Akhirnya, ia berhasil membuat sebuah lagu kemudian direkamnya. Ia ingin yeon hyo mendengarnya. Mungkin ia tidak bisa berbicara langsung didepan gadis itu, tapi dengan ini, ia bisa menyampaikan apa yang ingin dibicarakannya.
Paginya, jonghyun langsung pergi kerumah yeon hyo. Rumah itu masih sepi. Apa yeon hyo masih tidur?? Jong hyun mencoba membuka pintu rumahnya. Tidak terkunci. . . iapun masuk kedalam. Rumah itu tampak legang. Sunyi dan kosong. Jonghyun menghampiri meja telphone dan berniat meletakkan rekaman yang dibuatnya saat terdengar suara pintu dibuka.
Jonghyun tersentak dan langsung berbalik. Yeon hyo menutup pintu kamarnya kemudian memandangnya sejenak. Tanpa berkata apapun kemudian gadis itu melangkah pergi. Jonghyun mengernyit bingung. Kenapa yeon hyo berpenampilan tidak biasanya?! Akhirnya diputuskannya untuk mengikuti gadis itu.
Yeon hyo pergi kesebuah toko bunga dan membeli seikat bunga krisan. Kemudian gadis itu naik kedalam bus sementara jonghyun terus mengikutinya. Jonghyun mencoba mengingat-ingat apa yang pernah terjadi ditanggal ini, kalau tidak salah hari kematian ibu gadis itu memang dibulan ini. Kemudian saat gadis itu turun jonghyun juga turun. Ia mengikuti gadis yang sedang berjalan memasuki sebuah pemakaman itu.
Tapi wajahnya terlihat bingung saat yeon tidak melangkah ketempat makam ibunya. Gadis itu terus melangkah dan berhenti didepan sebuah makam. Gadis itu menangis terisak. Membuat jonghyun heran. Siapa yang ditangisinya?? Ya tuhan, tidak mungkin ayah gadis itu meninggal. Bagaimana jonghyun tidak tau hal itu?? ia benar-benar merasa bersalah. Gadis itu ada dalam masa yang sulit dan jonghyun malah memperarah keadaannya. Ia benar-benar terlihat kejam saat ini.
Dengan wajah sendu, dihampirinya gadis itu. tangannya terulur hendak menyentuh bahu gadis itu tapi diurungkannya. Kemudian tubuhnya membeku. Nafasnya tercekat.
Lee jonghyun, nama itu, tertulis diatas batu nisan makam itu. jonghyun perlahan melangkah mundur dengan tatapan yang masih terkunci pada nisan itu. tidak. . . ini tidak mungkin. Ia menggeleng pelan.
Yeon hyo melangkah dan menaruh bunga krisan didepan nisan itu “aku merindukanmu jonghyun ah. . .” bisiknya dengan suara yang bergetar hebat.
Jonghyun terhenyak. Ia menatap tidak percaya apa yang baru saja didengarnya. Ini tidak benar. . . ia masih hidup!! Yeon hyo berbalik kemudian melangkah pergi melewatinya begitu saja.
“yeon ah!!”
Reflek. Langkah yeon hyo terhenti begitu saja saat jonghyun memanggilnya. Jonghyun menunggu, berharap yeon berbalik dan melihatnya. melihat dirinya yang masih hidup.
Yeon hyo berbalik namun tidak menatapnya, air mata gadis itu mengambang kemudian jatuh. Ia membekap mulutnya kemudian berlari pergi sambil terisak.
Jonghyun membeku ditempatnya. Tidak mungkin . . . sejak kapan ia. . .
“kau sudah tau rupanya. . .”
Jonghyun tersentak kemudian menoleh dan mendapati seorang gadis yang berpakaian gaun putih sedang menatapnya.
“kau. . . bisa melihatku?? Apa artinya aku masih hidup??” tanya jonghyun.
Gadis itu tertawa kecil “tentu saja aku bisa melihatmu, kita ini sejenis!!”
“apa maksudmu??”
“setelah melihat semuanya jangan bilang kau masih menganggap dirimu hidup, kau itu sudah menjadi arwah sekarang tuan lee!!”
“jadi. . . kau. . .”
“anyeong haseo lee jong hyun ssi, akhirnya kita bertemu. . .”
“bagaimana kau tau namaku??”
“aigooo. . . pasti kau tidak pernah menonton drama 49 days! (padahal aku sendiri belum nonton, gyahahah. . . *plak*) aku ini scheduler!! Namaku kim yoon hye (vea ngeksis. . . kekekek. . .)”
“sche. . .scheduler??”
“aku yang bertugas untuk menjemput arwah orang yang baru meninggal! Untuk lebih jelasnya kau nonton drama 49 saja, disitu ada jung ill wo, temanku! (ngarang bener dah. . .)”
“tunggu dulu. . . ada yang ingin ku tanyakan, sejak kapan aku meninggal??” tanya jonghyun bingung.
“kau sudah meninggal sejak tiga hari lalu!!”
“lalu. . . kenapa kau tidak langsung menemuiku??”
“kau tidak bisa melihatku sebelum kau tau kalau dirimu itu sudah meninggal!!”
“ba. . .bagaimana aku bisa meninggal??”
Gadis itu tersenyum “lihat ini!!” diusapkannya tangannya pada kedua mata jonghyun dan seketika jonghyun seperti kembali kemasa lalu.
Ia ada disana, melihat semuanya.
Saat itu, ia sedang keluar dari rumah yeon hyo dengan kesal. Ia terus berjalan tanpa memperdulikan teriakan yeon hyo yang memanggilnya dan. . . mobil itu langsung menghantamnya tanpa sempat disadarinya.
Yeon hyo, gadis itu langsung menghentikan langkahnya dan membeku. Matanya terpaut pada kejadian itu. jaket dalam genggamannya terlepas, jatuh ketanah. Jonghyun merasakan dadanya sesak melihat itu. ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Orang-orang mulai berkerumun menghampiri tubuhnya yang terlempar sejauh lima meter. Sedangkan mobil yang menabraknya, berbelok dan menabrak tiang lampu pinggir jalan. Jonghyun melihat tubuhnya yang berlumuran darah diangkat.
Ia menoleh lagi kearah yeon hyo. Gadis itu masih tidak berkedip. Mulutnya terbuka tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Air matanya mengenang kemudian jatuh satu per satu. Kemudian tiba-tiba saja ia berteriak keras sambil berlari menghampiri tubuh jonghyun.
“jonghyun ah. . . jong. . .aaaaaaaaaarrrrgh. . . . “ gadis itu menjerit histeris sambil memeluk tubuhnya yang berlumuran darah.
Jonghyun melangkah mundur sambil menggelengkan kepalanya. Ia tidak percaya dengan semuanya, tidak, ini pasti hanya mimpi.
Kemudian tiba-tiba saja seperti ada yang menyeretnya. Kini, ia berdiri lagi dimakam. Ditempat yang sama namun dalam waktu yang berbeda. Jonghyun mendengar isak tangis seseorang, ia menoleh dan melihat yeon hyo sedang duduk disamping makamnya sambil menangis. Gadis itu memeluk kedua lututnya.
“yeon ah, sudahlah, kita harus pulang. . .” yong hwa, teman satu bandnya mencoba mengajak yeon hyo untuk berdiri. Tapi gadis itu tetap terisak dan tidak mau pulang.
Jonghyun menatapnya miris. Ia ingat pernah memimpikan hal ini. . . dan ternyata itu semua bukan mimpi. . .
“yeon, ayo kita harus kembali,” bujuk min hyuk.
“aku tidak mau pulang, aku ingin disini, aku tidak mau pergi!!” teriak yeon hyo histeris “aku. . .aku tidak . . .” tiba-tiba saja gadis itu memejamkan matanya dan pingsan. Teman-temannya yang ada disitu berusaha membawa yeon hyo pulang.
Lagi-lagi, ada yang menyeret jonghyun. Kini jonghyun bisa melihat semuanya. Saat paman penjual bubur ayam menatapnya, sebenarnya ia menatap pintu rumah kontrakan jonghyun. Saat yeon hyo membukakan pintu untuknya, itu karna gadis itu merasakan kehadiran jonghyun. Dan tatapannya saat itu, itu adalah tatapan kecewa karna tidak ada siapapun disitu, dan jonghyun tidak akan mungkin mengetuk pintu rumahnya lagi.
Kemudian saat yeon hyo menatapnya setelah melihat vidio rekaman mereka, ia sebenarnya melihat lukisan wajahnya yang tergantung didinding, yang pernah digambar oleh jonghyun. Dan saat gadis itu akan pergi kemakam, ia bukan menatap jonghyun, tapi menatap telphone yang ada dibelakangnya. Berharap ada pesan yang selalu ditinggalkannya setiap pagi setelah yeon hyo bangun dari tidurnya.
Jonghyun tersentak lagi. Kali ini ada yoon hye didepannya.
“bagaimana? Kau sudah tau semuanya bukan?? Sekarang sudah saatnya kau pergi. . . aku akan memanggilkan pintu renkarnasi untukmu! (emang ada??)”
“tunggu dulu. . . bisakah aku meminta sesuatu??”
“apa itu??”
“bolehkah aku menemuinya sekali saja?”
“tentu saja, bukankah selama ini kau sudah menemuinya??”
“aniyo, maksudku biarkan dia melihatku saat aku menemuinya, saat itu kami berpisah dalam keadaan yang tidak baik, untuk terakhir kalinya, biarkan dia melihatku,”
Yoon hye terdiam sejenak “baiklah, tapi waktumu tidak banyak, saat matahari tenggelam, kau akan menghilang, dan itu artinya satu jam lagi! Cepat pergi sebelum waktumu habis!!”
Tanpa berkata lagi jonghyun langsung berlari meninggalkan makam itu. ia langsung menuju rumah gadis itu. tapi tidak ada yeon hye disana. Kemudian ia pergi kekampus, yeon hye juga tidak ada disana. Jonghyun berlari dengan putus asa. Waktunya tidak lebih dari setengah jam lagi. Dengan panik ia kembali lagi kerumah yeon hye berharap gadis itu sudah pulang. Namun rumah itu masih tetap kosong. Kemudian, ia tertegun saat melihat alat rekamannya sudah tidak ada disamping meja telphone itu. tiba-tiba saja rumah kontrakannya terlintas difikirannya dan langsung saja jonghyun berlari untuk pergi kerumahnya. Ia yakin gadis itu disana. Gadis itu punya kunci cadangannya dan ia bisa masuk kapanpun ia mau.
Jonghyun membuka pintu pagar rumahnya dengan kasar dan langsung masuk kedalam. Rumah itu tampak kosong, kemana gadis itu?? kemudian kaki jonghyun melangkah kekamarnya dan membuka pintunya.
Ia ada disana, gadis itu, shin yeon hyo sedang tidur ditempat tidurnya sambil memeluk bantal. Alat rekaman itu ada disamping kepalanya. Hati jonghyun terasa diremas melihatnya. perlahan ia mendekati tempat tidur itu kemudian naik keatasnya. Ia merangkak perlahan mendekati yeon hyo kemudian berbaring disebelahnya, memeluk tubuh gadis itu erat dari belakang.
Yeon hyo mengerjap terbangun. Ia merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Ia tau siapa yang memeluknya, ia kenal aroma ini. Perlahan yeon hyo membalikkan badannya, menghadap pada jonghyun.
“jonghyun ah. . .” lirihnya pelan.
Jonghyun tersenyum kemudian mengecup kening yeon hyo lembut “bogoshipoyo. . .” bisiknya lirih.
Tiba-tiba saja yeon hyo memeluk leher jonghyun sambil membenamkan wajahnya kedada laki-laki itu “nado. . .nado bogoshipo. . .” balasnya dengan suara bergetar “jangan pergi hyuni. . . jangan meninggalkanku. . .” isaknya pelan.
Jonghyun meraih wajah yeon hyo dan menatapnya lembut “aku disini. . .” bisik jonghyun “kau bisa merasakannya bukan??”
Yeon hyo mengangguk pelan.
“aku akan selalu disini bersamamu. . . maafkan atas semua sikapku. . . setelah semua yang terjadi, aku ingin kau percaya satu hal. . . saranghaeyo yeon ah. . . saranghae. . .”
“nado saranghae hyuni. . .saranghae. . .”
“ssst. . . jangan menangis. . . kau tidak boleh menangis. . .” jonghyun menghapus air mata diwajah gadis itu “apapun yang terjadi, aku tidak ingin melihat kau menangis. . .ingat itu, dan kau harus selalu percaya bahwa aku akan selalu menjagamu, aku akan tetap bersamamu. . . berjanjilah untuk tidak menangis lagi apapun yang terjadi. . .”
Yeon hyo mengangguk pelan “aku berjanji. . .”
“gomawo, saranghae. . .” bisik jonghyun kemudian dikecupnya bibir gadis itu lembut.
Yoon hye membalas ciuman itu sama pelannya.
Sedetik. . . dua detik. . . tiga detik. . . tubuh jonghyun semakin memudar. . . hingga akhirnya berubah menjadi bayangan dan menghilang bersamaan dengan tenggelamnya matahari.
Yeon hye masih memejamkan matanya dengan nafas naik turun. Kemudian ia membuka mata dan bangun perlahan. Sunyi. . . ruang kamar itu masih kosong seperti sebelum ia datang. Ia terdiam sejenak. Kemudian. . . bibirnya tertarik untuk membentuk sebuah senyuman tipis “aku tau kau disini jonghyun ah. . . aku tau kau akan selalu bersamaku. . . saranghae. . .” bisiknya pelan kemudian kembali tidur. Diputarnya rekaman lagu terakhir dari jonghyun itu. . .

FIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: