Teardrops in the Rain #Part 10#


kak vea present : Teardrops in the rain 10

Part 10

“oya, kenalkan, ini kang min hyuk ssi!” kata soo in pada eun yi.
“anyeong haseo!” eun yi menundukkan kepalanya sedikit pada min hyuk. Dan min hyuk membalasnya.
“sepertinya aku pernah melihatmu. . .” gumam eun yi pelan.
“kau tidak mengenalnya?” tanya soo in skeptis.
“aku yakin pernah melihatnya, tapi aku lupa, mianhaeyo. . .”
min hyuk tersenyum manis “tidak apa2!” katanya sementara pelayan wanita mengantarkan teh pada mereka.
“sudah lama sekali. . .” kata soo in “aku hampir saja tidak mengenal tempat ini! Sekarang sudah berkembang pesat!”
“benar! Usaha bos berjalan lancar, saat ini dia sudah membuka 2 cabang rumah makan di myeundong! Dan aku ditugasi untuk menjadi kepala pelayan disini! Padahal dulu cuma ada aku dan kau yg bekerja disini!”
soo in tertawa “kau benar!”
“eh kapan kau pulang ke korea? Ji kyo bilang kau pindah keparis,”
“belum lama, sekarang aku bekerja disini!”
“benarkah? Itu bagus! Aku sangat senang bertemu dgnmu. . . Baiklah aku akan memasakkan makanan yg terkenal disini! Kau belum tau kalau sekarang aku pandai memasak kan?!”
“benarkah??”
“tentu saja! Kalian bicara saja dulu, akan kumasakkan makanan istimewa”
“gomawo. . .”
eun yi beranjak dari duduknya dan pergi kebelakang.
“maaf, kau menunggu lama, kami dulu teman baik, jadi aku sangat senang bertemu dgnnya!”
“tidak apa2!” kata min hyuk sambil menyesap tehnya. “aku juga senang bertemu dgnnya!” tambahnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
“tu. . .Tunggu dulu. . . Kau. . .??”
“dia pandai memasak bukan?!”
“astaga. . .Apa kau benar2 serius?!”
min hyuk tertawa “sudahlah, saat ini yg sedang ingin kubicarakan adalah kau!”
“aku?”
“kami sudah tau semua tentangmu dan hyung!”
wajah soo in berubah muram. Ia menatap min hyuk diam.
“masalahnya saat ini, wartawan dan reporter sedang menyelidiki hal ini, sementara posisi hyung saat ini sudah bertunangan!”
soo in terdiam sejenak “apa gadis itu juga tau?” tanyanya pelan.
“ya, dia sudah tau!”
“apa katanya? Apa dia terluka?”
“kau mengenal han eun ki?”
“aku sering melihatnya. . . Tapi aku tidak akrab dgnnya”
“dialah tunangan hyung!”
soo in menatap min hyuk terkejut “bukankah dia menyukai sukkie oppa?!” gumam soo in, tapi masih terdengar jelas oleh min hyuk.
“ya, sejak awal ia memang tidak mau bertunangan dgn hyung, ia bahkan menemui hyung setiap saat untuk memintanya membatalkan pertunangannya! Ia bertunangan dgn hyung karna dipaksa dan diancam oleh orang tuanya,”
“lalu. . . Apakah yong hwa ssi juga terpaksa bertunangan dgnnya?” tanya soo in hati2.
“entahlah. . . Ia bisa saja menolaknya, tapi ia tidak melakukannya!”
tiba2 saja soo in sulit bernafas. Ia menyesap tehnya pelan2.
“aku akan bilang pada wartawan bahwa kami tidak ada hubungan apa2! Dan kejadian kemarin itu hanya kebetulan saja!”
“apa kau yakin?”
“ya. . . Aku tidak ingin membebaninya lagi!”
“tapi tunggulah hyung dulu, kita lihat apa yg akan dilakukannya!”
“mmm,” soo in mengangguk setuju.

“apa yg membuatmu datang kemari??” tanya yong hwa saat melihat ayahnya masuk keruang studio.
“kenapa kau tidak pulang kerumah? Sampai kapan kau berdiam diri seperti ini?”
“ini masalahku, biar aku yg menyelesaikannya sendiri!!” bentak yong hwa frustasi.
“kau habis minum semalam?” tanya seung wo saat melihat ada botol2 soju berserakan dimeja.
“pergilah!” kata yong hwa.
“tidak sebelum aku selesai bicara dgnmu!”
“tidak ada yg perlu dibicarakan!”
“dengar yong hwa, aku dan orang tua eun ki sepakat akan mempercepat rencana pernikahan kalian! Kami akan mengadakannya lima hari lagi!”
“hhh. . .” yong hwa tersenyum masam “aku batalkan pertunangan ini!” yong hwa melepaskan cincinnya dan menaruhnya dimeja!
“apa kau sudah lupa?? Kau bilang kau akan mengikuti syarat yg kuberikan! Kau tau akibatnya jika menolak keinginanku?!”
yong hwa beranjak dari duduknya dan menatap ayahnya “aku tau!” jawabnya tanpa ragu “Selama ini aku selalu menuruti kemauanmu, tapi tidak kali ini! Aku akan mengikuti keinginanku! Aku akan bilang pada orang tua eun ki untuk membatalkan pertunangannya, dan aku yakin eun ki akan senang mendengar hal ini! Dan aku juga akan mengatakan pada soo in bahwa aku mencintainya, aku tidak peduli kalau aku tidak bisa bernyanyi dan bermain musik lagi! Bisa bernyanyi didepannya saja itu sudah cukup bagiku!”
yong hwa langsung melangkah pergi. Sementara jung seung wo mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. “carikan aku data seorang gadis bernama kim soo in!”

“soo in? Sedang apa kau disini?” tanya sukkie heran.
Saat itu sudah pukul 7 malam.
“aku sedang menunggumu, aku baru saja menyelesaikan rancangan sebuah cafe dan sudah menyerahkannya pada mr. Park! Karna kulihat kau belum pulang, jadi aku menunggumu!”
sukkie tersenyum mendengarnya “baiklah, kau makan dulu?” tawarnya.
“mmm boleh!!” jawab soo in riang.
Mereka berdua makan di sebuah restourant sushi. “sudah lama sekali aku ingin makan ini!” kata soo in riang.
“benarkah? Kalau begitu makan yg banyak!”
soo in tersenyum “sepertinya kau harus memberikan bagaianmu kepadaku!”
sukkie tertawa “makanlah, akan kuberikan apapun untukmu!”
“benarkah? Gomawo~”
“dan jangan protes padaku kalau kau jadi gemuk nanti!”
“hoho. . . Tenang saja! Itu tidak akan terjadi!”
“aku mau ketoilet dulu! Kau mau es cream? Akan kupesankan!”
“mm, gomawo!”
sukkie beranjak dari duduknya dan berjalan kebelakang.
Tidak lama kemudian es cream yg dipesan datang. Soo in memakannya sambil menunggu sukkie.
“kebetulan sekali kita bertemu disini bukan?!”
soo in menoleh kaget “han eun ki ssi. . .”gumamnya pelan sambil beranjak dari duduknya. Perasaannya tiba2 tidak enak. Ia sama sekali tidak akur dgn gadis itu.
Dulu saat diparis eun ki sering mendatanginya untuk mengomel2, tapi sukkie slalu datang menyelamatkannya dan menyeret gadis itu pergi.
“mana sukkie oppa?” tanyanya sambil menatap jaket sukkie yg ada dikursi paling kanan.
“mm dia sedang pergi ketoilet!”
eun ki duduk ditempat sukkie tadi, dan soo in mengikutinya. Ia menatap eun ki, apa yg harus dikatakannya?! Ia merasa sangat canggung.
“apa ini?” tanya eun ki sambil mengambil sebuah amplop coklat dari saku jaket sukkie.
Dibukanya amplop itu dan mengeluarkan isinya. Sepertinya kumpulan foto2.
Soo in menatap wajah eun ki yg datar saat menatap foto itu satu persatu dgn cepat.
Ia menghela nafas “kim soo in ssi,” panggilnya.
“ya?”
“kembalilah pada yong hwa!”
“apa??” soo in terkejut mendengar kata2 itu. Apa pendengarannya masih normal?!
“aku minta agar kau kembali pada yong hwa!”
soo in terdiam sejenak “bukankah ia tunanganmu?”
“benar! Tapi aku tidak mencintainya! Begitu juga dgnnya!”
“aku tidak bisa. . .Dia sudah membenciku. . .”
“aku akan membantumu!”
soo in menatap eun ki heran “kenapa kau bilang seperti itu?”
“karna aku tidak ingin kau merebut sukkie oppa dariku!”
mata soo in melebar mendengarnya “mana mungkin!! Dia kan kakakku!”
“mungkin benar kau hanya menganggapnya sebagai kakak, tapi apa dia pernah bilang akan menganggapmu sebagai adik??”
soo in terdiam tidak tau harus berkata apa. Sukkie memang pernah mengatakan bahwa dirinya adalah keluarganya, tapi ia tidak pernah mengatakan kalau ia menganggap soo in sebagai adiknya.
“dia menyukaimu!” kata eun ki, membuat soo in lebih terkejut lagi.
“i. . . Itu tidak mungkin!”
“kau tidak percaya?” tanya eun ki. Kemudian ia meletakkan kumpulan2 foto itu didepan soo in.
Soo in mengambil kumpulan foto itu dan melihatnya satu per satu dgn shock.
“i. . .Ini. . .”
“bahkan hanya kau yg selalu dilihatnya!” kata eun ki cemberut.
Soo in menggeleng pelan. Foto2 itu. . . Smua foto2 itu adalah drinya. Sukkie memang suka memotret. Dan itu memang terkadang diperlukan dalam pekerjaannya. Dan ia sama sekali tidak pernah menyadari kalau sukkie selalu memotretnya. Saat ia sedang tertawa, melamun, menangis, bekerja, tidur, makan, melukis, banyak sekali. “sejak kapan dia melakukan hal ini. . .” gumam soo in.
“entahlah, tapi yg jelas ia sudah menyukaimu dari dulu bahkan sebelum bertemu dgnku!” saut eun ki.
“tidak mungkin. . .”
“dia mencintaimu! Karna itu kembalilah pada yong hwa!”
“tidak! Itu tidak benar!” kata soo in sambil meletakkan foto2 itu, menyambar tasnya dan berlari keluar.

Sukkie baru saja keluar dari toilet dan kembali kemejanya.
“eun ki??” tanyanya heran saat melihat gadis itu duduk dikursinya.
“sukkie oppa!!” sapanya ceria.
“kenapa kau ada disini? Mana soo in?”
“baru saja pergi!”
sukkie mengerutkan keningnya “kenapa dia pergi? Apa yg terjadi??”
“kukatakan padanya kalau kau mencintainya!”
“apa kau bilang??” tanya sukkie kaget, dilihatnya foto2 miliknya dimeja. Ia menatap eun ki, ia sudah membuka mulut namun diurungkannya, soo in jauh lebih penting. Kemudian ia pun segera berlari pergi.
“oppaaaa!!” teriak eun ki, namun tak dihiraukannya. Ia harus menjelaskannya pada soo in.

“baiklah pemotretan hari ini selesai!” kata direktur joon “kalian boleh pulang.
“hari ini sangat melelahkan bukan?!” kata jong hyun.
“mm, benar!” jawab jikyo. Dilihatnya yong hwa terburu2 mengambil jaketnya dan segera pergi.
“kau pulang dgn apa?” tanya jong hyun lagi, mengalihkan pandangan jikyo dari yong hwa.
“aku bisa naik bus!” jawabnya.
“apa tidak berbahaya? Kau kan seorang model yg cukup terkenal!”
jikyo tertawa kecil “aku kan tidak sepopuler dirimu!”
jong hyun balas tersenyum “bagaimana kalau kuantar? Kebetulan Jung shin juga ikut dgnku, jadi sekalian”
“ah tidak perlu! Aku sudah biasa naik bus!”
“kalau begitu kuantar sampai halte!”
jikyo menimang2 sebentar “baiklah. . . Sampai ke halte!” jawabnya akhirnya.
Jong hyun tersenyum. Kemudian ia berteriak pada jung shin “hei jung shin, ayo kita pulang!!”
“sebentar hyung!! Aku mau ketoilet dulu!”
“kalau begitu kutunggu dimobil!”
“ok!!”
“ayo!” kata jung shin.
“ah, tunggu sebentar!” kata jikyo saat melihat sebuah buket bunga diatas kursi.
“maaf, apa aku boleh membawa bunga itu?” tanyanya pada salah satu kru.
“tentu saja, lagipula itu sudah tidak diperlukan!”
“ah terima kasih” ucapnya. Kemudian diambilnya bunga itu dan pergi menghampiri jong hyun.
“ayo!”
“kau suka mawar rupanya?!” kata jong hyun sambil berjalan.
“benar! Aku sangat menyukainya, apalagi yg berwarna putih!” jawab jikyo sambil mencium bunga itu.
“kebanyakan gadis2 memang suka bunga!”
“benar!”
“aktingmu cukup bagus, kau tidak mau mencoba dunia film?”
“ah, aku belum memikirkannya! Aku menjadi model karna aku menyukai fashion!”
“jadi begitu?!”
“be. . .Nar. . .” suara jikyo tiba2 melemah. Ia berhenti berjalan saat melihat seseorang didepannya.
“ada apa?” tanya jong hyun bingung.
“oppa. . .” gumamnya saat melihat lee hong ki berdiri didepannya.
Baru saja ia akan tersenyum tapi hongki sudah membalikkan badan dan pergi.
“oppaa!!!” teriaknya keras “maaf jong hyun ssi, aku tidak bisa ikut kalian! Anyeong” katanya buru2 pada jong hyun dan langsung berlari pergi menyusul hongki.

“soo in, ternyata kau disini! kau membuatku cemas!”
soo in menoleh, ia beranjak dari duduknya dan menatap sukkie didepannya.
“sukkie oppa?” soo in beranjak dari duduknya dan berdiri menatap sukkie didepannya.
“kenapa kau tiba2 pergi?” tanya sukkie.
“oppa. . . Kau pernah bilang kalau aku ini keluargamu. . . Tapi,, apa kau juga menganggap aku sebagai adikmu?” soo in balas tanya.
“kenapa tidak menjawab?” tanya soo in saat dilihatnya sukkie hanya diam.
“tidak. . .” jawab sukkie pelan “aku tidak pernah menganggapmu sebagai adikku!!”
hening. Keduanya sama2 terdiam.
“kalau begitu. . . Smua yg dikatakan eun ki ssi itu benar??” tanya soo in kemudian.
Lagi2 sukkie diam. “katakan padaku oppa. . . Apa kau mencintaiku??” tanya soo in.
“apa kau benar2 ingin mendengarnya?” sukkie balik bertanya.
“ya, aku ingin mendengarnya!”
hening sejenak. Kemudian sukkie menghela nafas panjang “benar. . .” jawabnya pelan “aku memang mencintaimu. . . Sebagai seorang wanita!”
soo in terdiam “sejak kapan?” tanyanya kemudian.
“entahlah. . . Tapi yg jelas aku mencintaimu sejak aku pindah keparis! Saat itu aku merasa kehilangan, dan aku sadar, bahwa aku membutuhkanmu. . .”
soo in memejamkan matanya sejenak sambil menghela nafas “kamsahamida oppa. . . Terima kasih karna kau sudah mencintaiku. . .” kata soo in pelan “tapi maaf. . . Aku tidak bisa membalasnya,, bagiku. . . Kau adalah oppaku dan sampai nantipun kau akan tetap menjadi oppaku, mianhaeyo. . .”
soo in melangkah pergi, namun tangan sukki dgn cepat menahan tangan soo in.
“kenapa aku harus menjadi oppamu?” tanyanya sambil menatap tajam.
“oppa. . . Tolong lepaskan!!” soo in mencoba menarik tangannya.
“apa karna dia?” tanya sukkie lagi “apa kau masih mengharapkannya?”
“oppa lepaskan!” pinta soo in, tapi sukkie malah memperkuat genggamannya.
“kenapa kau masih menunggunya?” bentak sukkie “dia sudah melepasmu soo in, dia membencimu! Kenapa kau terus menunggunya dan tidak mau menerima uluran tangan dariku? Kenapa kau malah berlari ketempat lain sedangkan aku selalu ada disini untuk melihatmu?? Kenapa kau terus mengikatkan dirimu padanya??”
soo in terkesiap, ini baru pertama kali dilihatnya sukkie bicara dgn penuh emosi seperti ini.
“lupakan dia! Dan lihatlah aku!! Aku akan selalu menjadi tongkat untukmu berjalan agar kau tidak terjatuh!”
“tidak oppa. . .” jawab soo in pelan, air matanya mulai menetes “kau memang bisa menjadi tongkat yg menyanggaku saat ku terjatuh, tapi kau tidak bisa menjadi cahaya untukku seperti dirinya. Meskipun aku punya tongkat untuk berjalan, tetap saja aku akan kehilangan arah tanpa cahaya. . .”
soo in melihat keterkejutan di mata sukkie. “aku sudah tidak mengharapkannya lagi. . . ” lanjutnya “tapi aku tidak akan mengulang kesalahan yg sama, dulu aku melakukan hal yg tidak kuingikan dgn meninggalkannya. . . Sekarang aku tidak akan melakukan hal yg tidak kuinginkan lagi. . . Jadi kumohon lepaskan aku. . .”
hening sejenak. . . Tiba2 sukkie melepaskan tangan soo in “pergilah. . .” katanya pelan “cepat pergi sebelum aku menahanmu untuk selamanya!”
“kamsahamida. . . Oppa. . .” ucap soo in lirih kemudian melangkah pergi.

Soo in melangkah dgn gamang. Ia benar2 tidak bisa berfikir sekarang. Yong hwa yg membencinya, sukkie yg mencintainya, eun ki yg mencintai sukkie,yong hwa yg bertunangan dgn eun ki, dan wartawan2 yg sedang menyelidikinya semuanya campur menjadi satu dalam fikiran soo in. Ia bingung dgn ini semua. Apa yg harus dilakukannya?!
“nona kim soo in ssi” tiba2 terdengar seseorang memanggilnya. Saat ia mengangkat wajahnya, dua orang berpakaian jas yg rapi sedang berdiri tepat didepannya. Ia menatap bingung.
“bisakah anda ikut kami sebentar? Tuan jung ingin bertemu dgn anda!”
“tuan jung?” tanyanya bingung.
“beliau adalah ayah dari tuan muda yong hwa!”
“oh. . .” soo in mengerti, ayah yong hwa pasti ingin tau soal hubungannya dgn yong hwa “baiklah. . .”

soo in berdiri didalam ruang kerja yg besar itu. Didepannya ada seorang pria separuh baya yg menggunakan kaca mata, ia sedang melihat map yg dipegangnya.
“jadi kau yg bernama kim soo in?” tanyanya.
“benar!”
“ternyata ayahmu dulu adalah salah satu pegawaiku!”
apa? Apa katanya? Ayah? Pegawai? Perasaan soo in mulai tidak enak.
“anda yg bernama jung seung wo ssi?” tanyanya pelan.
“benar! Itu aku!”
soo in merasa jantungnya berhenti. Dia, orang itu, jung seung wo, orang yg menyebabkan kedua orang tua soo in meninggal adalah ayah yong hwa??!
“aku mendengar tentang hubunganmu dgn putraku! Apa kau tau dia akan menikah 4 hari lagi?!”
son in menatap terkejut, namun ia tidak mampu berbicara.
“dengar nona kim soo in, aku tidak ingin pernikahan ini gagal! Jadi kuminta agar kau menjauhi putraku! Kau tau kalau ia suka bermain musik bukan?! Aku akan membuatnya berhenti bernyanyi dan bermain musik kalau kau masih tetap berhubungan dgnnya, dan aku tidak main2!”
“dengar tuan jung seung wo ssi yg terhormat, aku tidak ada hubungan apa2 dgn putramu! Seharusnya kau katakan hal itu 3 tahun yg lalu, Tanpa kau pintapun aku akan menjauhi semua hal yg berhubungan dgnmu dengan senang hati! Jadi kau tidak perlu repot2 membawaku kemari” saut soo in dingin dan langsung melangkah pergi.

Lee hong ki, laki2 itu sedang mengendarai mobilnya. Ia baru saja pulang dari tour luar negri untuk promo album terbarunya so today. Hari ini ia ingin memberi kejutan kepada seseorang. Tiba2 ponselnya berdering, cepat2 ia memasang handsfree begitu tau direktur joon yg menelphone.
Ternyata ia diminta untuk mampir kemanagement dulu karna ada yg ingin dibicarakan. “baiklah, sebentar lagi aku sampai!”
15 menit kemudian hongki sudah ada diruangan direktur joon.
“ini skrip untuk pembuatan vidio klipnya! Pelajarilah dgn baik!”
“baik, terima kasih! Kalau begitu aku pergi dulu”
“ya hati2!”
hong ki keluar dari ruangan direktur joon dan masuk kedalam lift. Begitu sampai dilantai bawah ia langsung melangkah menuju lobi. Namun langkahnya tiba2 berhenti saat dilihatnya seorang gadis yg sedang mengobrol dgn laki2 disebelahnya. Wajahnya terlihat ceria dan didalam pelukannya ada sebuah buket bunga mawar. Kim jikyo. . . Gadis yg akan diberinya kejutan itu. . .Ada disini, bersama laki2 lain!
Rasa kecewa langsung menyergap hati hongki. Tiba2 mata mereka bertemu. Gadis itu terkejut melihatnya “oppa. . .” panggilnya pelan. Tapi hongki sudah benar2 kecewa, akhirnya ia cepat2 melangkah pergi dari situ dan berjalan keluar.
“oppa tunggu!!” jikyo menahan lengan hongki yg sudah akan membuka pintu mobil ditempat parkir. Tapi hongki menepisnya.
“ada apa denganmu? Kenapa marah2?? Dan kenapa pulang tidak memberitauku?” tanya jikyo.
Hongki menatap jikyo marah “tadinya aku ingin memberi kejutan dgn pulang lebih awal, hhh ternyata malah aku yg diberi kejutan!”
“apa maksudmu? Aku tidak mengerti, sebenarnya kau kenapa?”
“yg tidak mengerti itu aku!!! Kenapa kau mudah sekali berpindah kelain hati?! Baru ditinggal beberapa minggu kau sudah berkencan dgn laki2 lain!!”
“apa?? Siapa yg berkencan?? Dia bukan apa2ku!!”
hongki mendengus pelan “sudah memeluk bunga masih saja mengelak!”
“dia bukan apa2kuuu!!” jerit jikyo “dan bunga ini bukan darinyaaa!!!”
“owwh. . . Berarti ada yg lain lagi??! Hebat sekali. . .Kau mau tepuk tangan dariku??” tanya hongki sinis. Ia melihat gadis itu menangis, tapi ia benar2 sudah sakit hati.
“jadi kau tidak percaya padaku??” tanyanya tidak percaya “dengar lee hong ki ssi, bunga ini digunakan untuk syuting mv dan aku membawanya karna sudah tidak dipakai lagi!!”
“bahkan kau tidak memberitahuku tentang mv itu, bagaimana bisa aku percaya padamu?!!” bentak hongki.
“bagaimana aku bisa memberitahumu?! Setiap aku telphone ponselmu selalu mati!!” balas jikyo “dan saat kau telp. Kau selalu mengeluh tentang pekerjaanmu yg sangat padat dan melelahkan itu, bagaimana aku bisa memberitahumu? Kau tidak memberi kesempatan padaku untuk bicara!! Apa kau pernah menanyakan keadaanku disini?! Apa saja kegiatanku dan apa saja yg kulakukan, bahkan kau tidak pernah menanyakan apakah aku rindu padamu! Dan sekarang kau tiba2 muncul dan menuduhku selingkuh dgn pria lain, kau menyakitiku lee hongki ssi!!” jikyo membanting bunga yg dipeluknya dan melangkah pergi.
Hongki bersandar lemas dimobilnya, pikirannya kacau. Apa yg baru saja terjadi?! Tiba2 butir2 air jatuh dari langit, hujan. . .

Sukkie termangu ditempatnya menatap kepergian soo in. Ia benar2 sedih, sudah dicobanya untuk menahan gadis itu tapi tak bisa.
Ia berbalik dan melangkah dgn gamang. Namun tiba2 ia berhenti berjalan. Didepannya, eun ki sedang berdiri menatapnya.
“apa kau puas melihatku seperti ini?” tanya sukkie dingin.
“oppa. . .”
“jangan memanggilku oppa, aku tidak mengenalmu!” kata sukkie dan berjalan melewati eun ki.
“kenapa kau benar2 bodoh??” teriak eun ki.
Sukkie menghentikan langkahnya dan berbalik menatap eun ki.
Gadis itu melangkah menghampirinya dan plaaakkk. . .
ia menampar sukkie. sukkie menatapnya terkejut.
“kenapa kau bisa sebodoh itu??” bentaknya “mungkin kau bisa menunggunya seumur hidupmu, tapi aku tidak bisa!! Aku tidak bisa menunggu sepertimu karna pernikahanku sudah ditetapkan 4 hari lagi!! Apa kau tidak mengerti bagaimana keadaanku?? Aku menyukaimu dan aku tidak ingin menikah dgnnya!!”
“sudah kukatakan aku tidak menyukaimu!!”
“kenapa kau tidak menyukaiku???” teriak eun ki “selama ini yg kau lihat hanya dia! Kau tidak pernah sedikitpun untuk mencoba menoleh kepadaku! Padahal aku yg slalu ada disini untuk melihatmu! Kenapa kau tidak menyukaiku? Apa dimatamu aku masih anak kecil yg masih belum dewasa?! Katakan apa kekuranganku hingga kau tidak mau melihatku??”
sukkie hanya diam melihatnya menangis. Ia tidak tau harus berkata apa.
“kenapa saat itu kau menolongku?? Kenapa saat itu kau datang kedalam hidupku kalau sekarang kau tidak mau melihatku?? Aku membencimu jang geun suk ssi!!” jerit gadis itu sambil melemparkan jaketnya dan berlari pergi.
Sukkie menatap termangu, entah mengapa ia merasa bersalah. Tiba2 tetesan2 air turun dari langit. Hujan. . .

Soo in melangkah dgn sisa2 kekuatan yg ada. Hatinya terasa sakit. Air matanya menetes. Kenapa harus dia? Kenapa harus dia yg menjadi ayah yong hwa?!
Kemudian ia berhenti berjalan dan menatap sungai didepannya itu. “oppa apa yg harus kulakukan??” Gumamnya pelan.
Tiba2 saja seseorang memeluknya dari belakang, membuatnya terkejut.
“maafkan aku. . .”
soo in tersentak. Suara itu. . .
“yong hwa ssi, apa yg kau lakukan? Lepaskan aku!!” pinta soo in.
Ia mencoba melepaskan diri, tapi pelukan yong hwa terlalu kuat. “maaf. . . Karna keegoisanku selama ini, kau jadi menderita. . .” katanya pelan.
“yong hwa ssi, lepaskan aku!”
“aku tidak akan melepaskanmu lagi!” kata yong hwa sambil mempererat pelukannya.
Air mata soo in menetes. Pelukan itu terasa hangat, sama seperti dulu.
“kembalilah padaku soo in, aku mencintaimu. . .”
tiba2 saja soo in merasa sesak “tidak yong hwa ssi, aku tidak bisa!!”
tiba2 tubuh yong hwa membeku, ia melepaskan pelukannya dan membalik tubuh soo in agar menghadap kearahnya “kenapa?”
“kau sudah bertunangan!”
“aku akan membatalkannya”
soo in menggeleng pelan “aku tetap tidak bisa!!”
“kenapa?”

so, what do you think?? please give me your comment!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: