Teardrops in the Rain #Part 12# ~end


kak vea present : Teardrops in the Rain 12 ~end

Part 12

“aduuuuuh. . .” keluh jikyo sambil membentur2kan keningnya kemeja “kenapa jadi begini. . .” runtuknya pelan.
“ada apa denganmu??” tanya soo in yg baru saja pulang.
“sepertinya aku harus memakai topeng kalau harus keluar. . . Tidak tidak tidak. . . Lebih baik aku tidak keluar sama sekali!!”
“memangnya ada apa?” tanya soo in sambil duduk disebelah jikyo dan meletakkan laptopnya dimeja.
“lihat ini!” jikyo menyodorkan sebuah surat kabar pada soo in.
“apa ini?”
“itu koran! Kenapa kau jadi bodoh? Baca saja beritanya!”
soo in melihat koran itu dgn bingung. Tapi kemudian matanya melebar saat membaca judul salah satu artikel disitu “lee hong ki bertengkar??”
“benar2 memalukan!” jikyo membentur2kan kepalanya lagi kemeja.
“ini kau??” tanya soo in sambil menatap foto jikyo dan hongki yg sedang saling menyiram air minum terpampang jelas disitu “apa terjadi sesuatu setelah aku pergi kemarin?”
“kenapa kau tidak baca sendiri beritanya?!”
“ahahaha. . . Hahahaha. . . Aduh aku benar2 ingin tertawa!!”
“ya tertawalah terus!” kata jikyo sambil cemberut.
“maaf. . . Ahaha. . .” soo in terkikik melihat temannya yg sedang kesal itu.
“dari mana saja kau?” tanya jikyo.
“aku baru saja dari restauran yg akan kudesain!” katanya sambil membuka kembali laptopnya.
“kau sudah makan?”
“sudah. . .”
“soo in. . . Apa kau yakin dgn hatimu? Yong hwa akan menikah besok, apa kau tidak apa2?”
“itu yg terbaik!”
“apa kau benar2 membenci ayahnya? Tapi kan itu bukan salahnya!”
“sudah selesaikan saja masalahmu! Ini!” kata soo in sambil menyodorkan kembali koran itu.
“hhh. . .Kau ini!”

“kau belum berhenti bekerja? Apa kau tidak lelah?” tanya jikyo sambil mengambil minuman kaleng dari kulkas.
“aku harus menyelesaikannya hari ini!” jawab soo in sambil meregangkan otot tangannya.
“kenapa harus selesai hari ini?”
“karna_” kata2 jikyo terputus karna ada seseorang yg sedang menggedor2 pintu apartemen jikyo.
“siapa yg datang malam2 begini?!” jikyo beranjak dari duduknya dan membuka pintu. “oh, jang geun suk ssi_” belum selesai jikyo berbicara, sukki sudah menerobos masuk.
“soo in, apa kau benar2 serius?”
“sukkie oppa. . .”
“apa kau benar2 serius akan pergi?” ulang sukkie “ada apa? Kenapa kau tidak pernah bilang apa2 padaku?”
“oppa, kau tau darimana?”
“direktur han yg bilang padaku, dia bertanya apa aku juga akan ikut denganmu! Sebenarnya ada apa? Mengapa kau tiba2 ingin kembali keparis?”
“apa???” kali ini jikyo yg terkejut “kau akan kembali keparis??”
soo in menatap kedua orang didepannya itu sambil tersenyum tipis. “aku sudah memikirkannya lama, jadi kalian tidak perlu cemas! Tidak ada apa2, hanya saja aku merasa lebih cocok tinggal disana!”
“tunggu, tinggal disana?! Jdi kau tidak akan kembali?? apakah itu sebabnya kau menyelesaikan semua pekerjaanmu hari ini?”
“benar!”
“tapi kenapa harus besok?” tanya sukkie.
“besok??” lagi2 jikyo terkejut.
“besok ataupun lusa, tidak ada bedanya untukku!”
“kim soo in ssi, ini bukan karna yong hwa yg akan menikah besok kan?!” tanya jikyo sambil menyipitkan matanya. Kedua Tangannya terlipat didepan dada.
“apa?? Yong hwa akan menikah besok??” kali ini sukkie yg terkejut “itu artinya eun ki akan menikah besok??”
“benar!” saut jikyo.
“ini benar2 membuatku bingung!” gumam sukkie.
“oppa, aku sudah memutuskannya, inilah yg kuinginkan, kau tidak perlu cemas, aku baik2 saja!! Sekarang pulanglah, kau pasti sudah lelah,”
sukkie menatap soo in sejenak, kemudian ia menghela nafas panjang.

Hujan. . .
Malam ini Yong hwa sedang berada disebuah bar bersama yg lainnya.
“benar2 tak kusangka kau akan menikah besok hyung,” kata jung shin sambil menegak sojunya.
“hyung, apa kau yakin akan melakukan ini smua?”tanya minhyuk khawatir.
“apa aku punya pilihan lain?” tanya yong hwa sambil tersenyum pahit. Ditegaknya lagi botol sojunya. Dihabiskannya dgn sekali minum. Dadanya terasa sakit.
Sementara eun ki saat ini sedang berdiri didepan pintu kamar dirumah sakit tempat ibunya dirawat. Kesehatan ibunya sudah membaik, dan ia juga sudah dipindahkan kekamar biasa.
Dari kaca dipintu kamar rumah sakit itu, ia dapat melihat ibunya yg sedang tidur. Air matanya menetes, smakin lama semakin deras. Pelan2 ia berjongkok dan duduk didepan kamar itu, sambil terisak. . .
Dan sukkie, ia sedang melihat kembali foto2 dirinya dgn eun ki dilaptopnya. Ditegaknya bir dgn tegukan besar. “besok kau akan menikah! Seharusnya aku senang! Tapi kenapa sekarang aku jadi. . . Sebenarnya ada apa dgnku??!” keluh sukkie sambil kembali meminum birnya.
Soo in, ia baru saja mengirim file2 kerjanya lewat email. Kemudian ditu2pnya laptopnya membuat ruangan menjadi gelap gulita. Dengan gamang, dipasangnya earphone ipodnya ketelinganya. Saat lagu itu mengalun, air matanya jatuh. Cepat2 dihapusnya, namun air matanya tidak mau berhenti mengalir, akhirnya ia berhenti untuk menghapusnya dan terisak dalam kegelapan. . .

Gerimis. . .
“kau benar2 akan pergi?” tanya jikyo sambil menatap soo in yg sedang menutup kopernya.
Soo in menoleh dan tersenyum. Ia melihat ada kesedihan dimata jikyo. “ya. . .” desahnya “smuanya akan kembali normal saat aku pergi!”
“kata siapa?! Smua yg sudah terjadi tidak akan bisa kembali seperti semula!”
baru saja soo in hendak membuka mulut, terdengar suara bell pintu. Jikyo beranjak dari duduknya dan keluar kamar untuk membukakan pintu. Tidak lama kemudian ia muncul bersama sukkie.
“kau benar2 yakin akan pergi?” tanya sukkie.
“ya,”
“apakah ada suatu hal yg bisa membuatmu untuk tetap disini?”
soo in menatap sukkie sejenak “tidak oppa. . .”
sukkie menghela nafas pelan “biar kuantar kau kebandara!”
“tidak perlu. . . Sebelum kebandara aku harus pergi kesuatu tempat dulu!”
“kemana?”
“ketempat dimana aku menemukan cahayaku. . .”
sukkie mengerutkan kening samar “kalau begitu akan kuantar sampai taxi!”
“mmm. . . Baiklah,”
sukkie mengambil koper soo in dan membawanya keluar.
“kau tidak perlu mengantarku” katanya pada jikyo “bukankah kau harus pergi ke jinju sebentar lagi?! Semoga kakekmu cepat sembuh,”
“soo in. . .” jikyo tidak menyelesaikan kalimatnya namun tiba2 ia memeluk soo in dgn erat “jangan lupakan aku, kau harus sering mengirim email padaku!” katanya.
“tentu saja!”
akhirnya jikyo melepaskan pelukannya “cepat pergi, aku tidak ingin sedih gara2 kau!”
soo in tertawa kecil “baiklah, jaga dirimu baik2! Anyeong,”
soo in mengambil tas tangannya kemudian melangkah pergi.
Jikyo menghembuskan nafas pelan. Tiba2 dilihatnya sesuatu diatas meja lampu tidur. Ipod itu. . .
Dengan cepat jikyo mengambil benda itu, dibawahnya terdapat sebuah buku besar. Dibukanya buku itu. Seketika jikyo tertegun. Kertas2 itu. . . Adalah lukisan2 hitam putih yong hwa. Tanpa pikir panjang lagi ia segera berlari menyusul soo in.

“jaga dirimu baik2! Beri tau aku begitu kau sampai rumah! Tadi aku sudah memberitahu ibu!”
“kamsahamnida oppa. . . Aku pergi dulu”
“mmm. . .” sukkie mengangguk pelan kemudian memeluk gadis yg tidak bisa dimilikinya itu erat “pergilah. . .” katanya sambil melepaskan pelukannya.
Soo in masuk kedalam taxi dan kemudian taxi itu meluncur pergi.
Ia masih memandang taxi yg semakin menjauh itu saat jikyo tiba ditempatnya dengan nafas naik turun.
“ada apa denganmu? Apa kau baik2 saja?” tanyanya.
Gadis itu mengatur nafasnya dgn susah payah “soo in. . . Dia. . .”
“ada apa?”
“lihat ini!” katanya sambil menyerahkan ipod itu pada sukkie “dia. . . Pergi untuk melepas yong hwa. . .”
kening sukkie berkerut samar “aku tidak boleh mengulang kesalahan yg sama!” gumamnya. “jikyo ssi, beri tau aku dimana yong hwa menikah!”
“apa??”

dikamar itu yong hwa sedang berdiri didepan cermin. Ia terlihat rapi dgn jas hitamnya. “ini adalah awal dari kehancuranmu. . .” gumamnya sendiri. Kemudian ia menatap gelang pemberian soo in dan melepasnya “sudah saatnya aku melepaskanmu. . .” katanya sambil menatap gelang hitam itu. Kemudian dimasukkannya benda itu kedalam saku jasnya.
“tuan sudah waktunya!” kata seorang pelayan wanita baru saja masuk kedalam.

Balutan gaun putih itu terlihat sempurna. Eun ki menatap gerimis dari kaca jendela. Ia terlihat cantik dgn gaunnya. Gaun yg sudah disiapkan oleh orang tuanya. Namun tatapan matanya terlihat kosong. Ia menghela nafas pelan “sudah saatnya aku harus melupakanmu sukkie oppa. . .” katanya lirih.
“eun ki apa kau sudah siap?” terdengar suara ayahnya dari balik pintu kamar.

Rumah itu penuh dgn orang2. Pernikahan yong hwa dan eun ki dilakukan dirumah yong hwa, karna mereka sepakat untuk tidak menikah digereja.
Suara piano terdengar mengalun saat eun ki dan ayahnya berjalan menuruni tangga menuju ketempat yong hwa berdiri bersama pendeta.
Setelah sampai ditempat yong hwa, ayah eun ki menyerahkan tangan eun ki pada yong hwa “kuserahkan putriku padamu!” katanya.
Yong hwa menerima tangan eun ki sambil menundukkan sedikit kepalanya. Kemudian mereka berdiri menghadap pendeta. Ada yg kurang disitu, tidak ada senyum bahagia yg menghiasi bibir mereka, semuanya terasa hambar.
“pernikahan akan dimulai, bila ada yg ingin berbicara silahkan berbicara sekarang atau tidak sama sekali!” seru pendeta “tidak ada?? Baiklah, kita mulai acara pernikahan ini!”
“hentikaaaaan!!!”
smua orang terkejut. Mereka menoleh keasal suara. Diambang pintu itu berdiri seseorang. Jang geun suk. . .

Yong hwa mengerutkan kening bingung saat melihat sukkie berdiri di ambang pintu. Laki2 itu berjalan dgn cepat menghampirinya.
“dia akan pergi!” katanya “soo in akan kembali keparis!” ia mengulurkan tangannya. menyerahkan ipod itu.
Yong hwa menatapnya terkejut, kemudian ditatapnya ipod itu.
“hanya kau yg bisa menghentikannya! Jika tidak, ia tidak akan pernah kembali lagi!”
yong hwa mengambil ipod itu dengan ragu.
“jung yong hwa ssi, aku tau kau mencintainya, jdi kumohon, pergilah, hentikan dia”
“dia sudah menolakku. . .” gumam yong hwa pelan.
“apa kau tau alasan dia menolakmu?”
“ya. . . Karna dia membenci ayahku. . .”
“salah! Mungkin ia memang membenci ayahmu, tapi alasan utamanya adalah ia tidak ingin kau berhenti bernyanyi! Karna ayahmu mengancam bila kau tidak menikah dengan eun ki maka ia akan membuatmu berhenti bernyanyi!”
yong hwa menatap sukkie terkejut.
“karna itu, jangan melakukan hal yg tidak ingin kau lakukan! dia pernah bilang, aku bisa menjadi tongkat untuknya tapi aku tidak bisa menjadi cahaya sepertimu! Saat ini, ia akan pergi ketempat dimana ia pernah menemukan cahayanya, pergilah. . .”

yong hwa menatap sukkie sejenak, kemudian menoleh kepada eun ki.
Gadis itu mengangguk, pelan tapi pasti, seakan2 yong hwa meminta persetujuan darinya.
“aku akan menemukannya!” janji yong hwa, kemudian ia langsung berlari keluar.
Wartawan2 yg hadir tidak mau melewatkan kejadian ini, mereka terus mengambil gambar dan berlari mengikuti yong hwa.
Sementara para tamu menatap dgn bingung. Dan Ayah yong hwa terlihat marah.
“kita harus mengalihkan wartawan2 itu!” kata jong hyun. Dan dgn cepat mereka bertiga, jong hyun, minhyuk dan jungshin ikut berlari keluar.
Saat mereka akan masuk kemobil, jong hyun melihat hong ki sedang keluar dari mobilnya. “kalian pergi dulu, aku ada urusan!” katanya.
tanpa banyak bertanya, jung shin dan minhyuk langsung masuk kedalam mobil dan melesat pergi.
Rintik2 hujan masih turun sejak pagi. Membuat udara jadi dingin. Saat melewati supermarket, tiba2 min hyuk melihat eun yi sedang berjalan dipinggir jalan sambil kerepotan membawa bahan belanjaannya.
“tunggu, berhenti sebentar!” seru minhyuk tiba2.
“ada apa?” tanya jung shin terkejut.
“aku turun disini, kau cepat kejar hyung!” kata minyuk sambil keluar mobil.
Jung shin menjalankan mobilnya meskipun masih bingung. “kenapa semuanya jadi kabur?!” gumamnya pelan, kemudian menginjak gas kuat2.
Tidak lama kemudian dilihatnya mobil yong hwa. Ditambahnya kecepatannya kemudian mendahului mobil yong hwa dan menghentikan mobilnya tiba2. Kemudian ia keluar dari mobil.
Yong hwa keluar dari mobilnya dengan kesal “apa2an kau ini?!”
jung shin melemparkan kunci mobilnya pada yong hwa “pakai mobilku agar wartawan tidak mengikutimu!” katanya.
Raut wajah yong hwa berubah saat tau maksud jung shin, kemudian ia tersenyum “jung shin ssi, aku sangat menyayangimu!” ucapnya. Kemudian mereka berdua bertukar mobil.

“bagaimana ini? Apa pernikahannya dibatalkan?” tanya pendeta itu.
Semuanya terdiam tidak ada yg menjawab. Kemudian sukkie mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menelphone seseorang.
“hallo ibu, ini aku! Tolong dengarkan dulu baik2, ibu. . . Hari ini aku akan menikah! Maaf, karna ini sangat tiba2! Jadi tolong beri tau ayah dan cepat pulang kekorea! . . . Ya? Dengan siapa? Dengan gadis yg selalu menemani ibu memasak dan membuat kue!! Jadi cepat pulang!! Sudah dulu ya, pendeta sudah menungguku!” sukkie menutup ponselnya dan memasukkan kedalam saku lagi. Ia menoleh dan mendapati eun ki sedang menatapnya bingung.
“apa?” tanyanya sambil tersenyum “kau tidak mau menikah dgnku?”
“oppa. . . Apakah kau serius?? Bukankah kau tidak menyukaiku?!” tanyanya ragu.
“baiklah, aku memang tidak menyukaimu” tiba2 sukkie mendekatkan bibirnya ketelinga eun ki “tapi aku mencintaimu. . .” bisiknya.
Gadis itu menatap terkejut. “la. .Lalu soo in. . .”
“tamparan dari seseorang membuatku sadar dan melihat dgn jelas siapa yg ada didalam kehidupanku selama ini!” jawab sukkie.
Eun ki menatap sukkie tidak percaya. Ia tidak bisa berkata apa2 tapi kemudian ia memeluk sukkie dgn erat “sarang haeyo oppa. . .” ucapnya gembira.
“aku tau! Sudahlah jangan membuat smua orang terlalu lama menunggu!”
eun ki melepaskan pelukkannya kemudian sukkie menyerahkan lengannya. Gadis itu menggandeng lengan sukkie sambil tersenyum. Kemudian keduanya berjalan menghadap pendeta.

Jong hyun menghampiri hong ki yg baru saja keluar dari mobil.
Bouuuggh. . .
Tiba2 Ditonjoknya wajah laki2 itu.
“apa2an kau? Kenapa memukulku?” tanya hong ki sambil mengusap pipi kirinya yg biru.
“sebenarnya aku tidak ingin melakukannya karna kupikir kau adalah temanku!” kata jong hyun “tapi kau benar2 bodoh!”
“apa??”
“dengarkan aku baik2 lee hong ki ssi, aku dan jikyo ssi tidak ada hubungan apa2! Kami hanya mitra dalam pembuatan mv, yg kau lihat malam itu hanya kebetulan ia sedang berjalan padaku! Dan bunga yg dibawanya itu bukan dariku! Jadi tidak seharusnya kau marah2 padanya!” jelas jong hyun panjang lebar.
“aku sudah tidak perduli!” jawab hong ki.
“benarkah? Benarkah kau tidak peduli?! Jikyo ssi bilang ia akan pulang ke jinju hari, dan mungkin ia tidak akan kembali lagi!” kata jong santai “sepertinya ia sudah berangkat sekarang” tambahnya sambil melihat jam tangannya.
“apa??” tanya hong ki terkejut dan kemudian langsung masuk kembali kemobil. Sedetik kemudian ia melesat pergi.
“ternyata mengerjai orang itu memang menyenangkan!!” kata jong hyun sambil menatap mobil hong ki yg smakin jauh.

Jikyo terkejut saat membuka pintu apartementnya dan mendapati hong ki sedang berdiri didepannya.
“hong ki ssi, sedang ap_” kalimatnya terputus saat hong ki tiba2 saja memeluknya.
“mianhae. . .” bisiknya pelan.
“kau kenapa?” tanya jikyo pelan.
“jangan pergi. . . Kumohon. . . Smuanya salahku, maafkan aku. . . Aku janji tidak akan mengulanginya lagi!”
“aku sudah memaafkanmu. . .” bisik jikyo.

Soo in menatap gedung musik itu. Ia berjalan kesana dan melihat alat2 musik didalamnya. Piano itu masih tetap ditempatnya. . .
Tiba2 saja air matanya mengalir bersamaan dgn hujan yg smakin deras.
Ia memalingkan wajah dan menatap hujan. Kemudian dipejamkan matanya pelan.
“mulai saat ini. . . Aku harus bisa melepasmu. . .” ia menghela nafas panjang “selamat tinggal yong hwa. . . Semoga kau bahagia. . .”
“jangan pergi. . .Jangan meninggalkan aku!”
soo in membuka matanya terkejut. Disitu didepannya yong hwa berdiri dibawah air hujan sedang menatapnya.

“jung yong hwa ssi. . .” bisik soo in lirih sambil memastikan bahwa yg berdiri didepannya itu benar2 yong hwa.
Laki2 itu berjalan cepat kearahnya dan tiba2 memeluknya erat, membuatnya tidak bisa berkata apa2.
“kumohon, jangan membenciku. . .” bisik yong hwa lirih.
Hati soo in serasa diremas mendengarnya. Air matanya menetes.
“maafkan aku. . . Tapi aku benar2 ingin bersamamu soo in. . . Dia bukan ayah kandungku, tetapi dia tetap seseorang yg sudah membesarkanku, aku tidak ingin kau pergi lagi. . . Kumohon jangan membenciku dan tetaplah disisiku. . .”
air mata soo in mengalir deras “aku. . . Aku tidak pernah membencimu. . .” bisiknya lirih.
Yong hwa melepaskan pelukannya dan menatap soo in “benarkah?”
“maaf atas kata2ku saat itu. . .”
“tidak soo in. . .” yong hwa menggeleng pelan “aku sudah berjanji pada kakakmu untuk menjagamu, tapi aku gagal, maafkan aku karna sudah membuatmu menangis. Terima kasih karna kau tidak membenciku, aku lega. . .” ucap yong hwa “jadi, kau tidak akan meninggalkanku lagi bukan? Kau tidak akan kembali keparis, ya kan?”

“tuan jang geun suk ssi, apa kau bersedia menjadi suami dari nona han eun ki, melindungi dan menjaganya dalam senang ataupun duka hingga maut memisahkan kalian?”
“aku bersedia!”
“dan anda nona han eun ki ssi, apakah anda bersedia menjadi istri dari tuan jang geun suk, menemaninya dan melayaninya dalam senang ataupun duka hingga maut memisahkan kalian?”
“aku bersedia!”
“dengan ini aku nyatakan kalian resmi menjadi sepasang suami istri yg sah!”
sukkie memasukkan cincin kejari eun ki begitupun sebaliknya. Kemudian sukkie membuka penutup kepala eun ki kemudian mendekatkan wajahnya perlahan dan mencium bibir gadis itu.

“aku sudah memaafkanmu. . .” bisik jikyo.
“benarkah?” tanya hongki sambil melepaskan pelukkannya “itu artinya kau akan tetap diseoul dan tidak akan pulang kejinju?!”
“tentu saja, lagipula aku kejinju hanya untuk menjenguk kakekku yg sedang sakit!”
“ah. . .Aku benar2 lega mendengarnya. . .” desah hongki sambil memeluk jikyo lagi “ku pikir kau tidak akan kembali!”
“hei, aku masih punya kontrak untuk syuting mv bersamamu kan?! Mana mungkin aku tidak kembali?!”
“kau benar!” kata hong ki sambil menatap jikyo, dipegangnya wajah jikyo dgn kedua tangannya “aku benar2 bodoh!”
“hei, aku lebih bodoh karna bisa menyukai orang bodoh sepertimu!”
“itu saja sudah cukup!” bisik hongki pelan kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium bibir gadis itu, mengulumnya lembut dan melumatnya pelan.

“kau tidak akan kembali keparis kan?” tanya yong hwa was2.
Ditatapnya gadis yg diam itu. Hatinya benar2 tegang. Apa yg akan dikatakannya?!
Kemudian dengan perlahan, soo in berjinjit dan melingkarkan lengannya keleher yong hwa, memeluknya “aku. . . Tidak akan pergi. . .” bisiknya pelan.
Yong hwa menghembuskan nafas yg sejak tadi di tahannya dgn kelegaan yg luar biasa. Ia mengangkat tangannya dan memeluk pinggang gadis itu dgn erat. Dibenamkannya wajahnya dalam2 keleher gadis itu, mencium aromanya kuat2 “kim soo in ssi, sarang haeyo. . .” bisiknya.
“nado, saranghae. . .” balas soo in.

Don’t you know, there’s nothing i can’t do,
i gotta get to know you
i have to see this through i want it all
i gotta let you know,
this feeling is so true
coz i know that you’re of a kind
and i can’t get you out of my mind. . .
*cnblue~one of a kind*

~epilog~

gedung itu terlihat terang. Banyak tamu yg hadir. Sukkie dan eun ki sedang berdiri didekat rangkaian bunga, sedang menyapa tamu2 yg datang. Dibelakangnya, terdapat layar LCD besar yg menampilkan foto2 keduanya.
“aku benar2 tidak menyangka oppa akan menggantikanmu menikahi eun ki,” kata soo in.
“ya, bila bukan karna dia, aku tidak akan berdiri disini sambil menggenggam tanganmu, tapi disana! Dan aku pastikan pesta ini akan lebih suram dari upacara kematian!” saut yong hwa.
soo in terkikik pelan “aku tidak mau membayangkannya”
“ya, jangan dibayangkan! Atau kau tidak akan bisa tidur nanti malam bila tidak bersamaku!”
“hei, kau belum mengembalikan ipodku, jangan lupa!”
“tenang saja!”
“hyung!!” seseorang menyapa yong hwa yg ternyata hongki. Ia berjalan kearah mereka sambil menggandeng jikyo.
“kalian sudah baikan??” tanya soo in senang.
“benar, seseorang telah menyadarkanku!” jawab hongki malu2 sambil melirik jong hyun yg sedang minum disebrang sana bersama jungshin.
“tunggu dulu, soo in, bukankah itu eun yi yg bekerja direstouran pamanku?!” tanya jikyo tiba2.
“astaga. . . Aku tidak menyangka min hyuk ssi benar2 serius dgn eun yi!” komentar soo in sambil menatap min hyuk yg sedang mengobrol bersama eun yi.
“bukankah itu bagus?! Semuanya berakhir bahagia,” saut yong hwa.
Tiba2 hong ki mengangkat gelas yg dipegangnya “untuk akhir yg bahagia, bersulang!”
“bersulang!!!”

yong hwa dan soo in sedang ada diteras belakang rumah soo in. Mereka baru saja pulang dari pesta pernikahan sukkie dan eun ki.
“dulu, aku selalu duduk diayunan itu!!” kata soo in sambil menatap ayunan disebuah pohon besar “dan jung hoon oppa yg mendorongku sambil menyanyikan lagu untukku!”
yong hwa melangkah pelan, dan memeluk soo in dari belakang “sekarang ada aku yg akan selalu bernyanyi untukmu!” bisik yong hwa. “soo in, lagu teardrops in the rain, apa boleh kami nyanyikan?!”
“boleh, asal bukan kau yg menjadi vokal utamanya! Kau hanya boleh menjadi backvocal, karna teardrops in the rain yg dinyanyikan oleh suaramu, hanya aku yg boleh mendengarnya!”
“aku setuju!!” saut yong hwa sambil mempererat pelukkannya.
“hei kau membuatku sesak nafas!” protes soo in.
“entahlah, aku merasa sangat merindukanmu saat ini. . .” bisik yong hwa sambil mengecup leher soo in.
“ya, aku juga. . .” jawab soo in.
“benarkah?? Berikan bukti agar aku percaya!”
“bukti?” soo in mengerutkan keningnya “bukti apa??”
tiba2 yong hwa melepaskan pelukkannya dan memutar tubuh soo in hingga menghadap kearahnya “bagaimana kalau dgn sedikit ciuman?” tanya yong hwa sambil melingkarkan lengan gadis itu kelehernya.
“ci. . . Ciuman??”
“benar! Jadi cepat cium aku!”
“tidak mau!” soo in merasa wajahnya memanas, pasti pipinya sudah semerah buah tomat.
“ayolah, sedikit saja, kau sudah meninggalkanku dua kali masa_”
“ba. . .baiklah!” potong soo in cepat.
Perlahan soo in mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir yong hwa dgn cepat, kemudian ia menunduk, menyembunyikan wajahnya yg benar2 merah.
“kenapa menunduk?” tanya yong hwa “angkat wajahmu!”
yong hwa mengangkat wajah soo in dgn sebelah tangannya dan mendekatkan wajahnya “sepertinya sedikit ciuman tidak cukup untukku,” bisiknya pelan kemudian menempelkan bibirnya ke bibir soo in.
Soo in hanya bisa terpaku ditempatnya sementara yong hwa terus mengulum bibirnya.
Kemudian yong hwa melepaskan bibir soo in dan berbisik lagi “sepertinya aku ingin lebih dari sedikit,”
kemudian ia kembali mengulum bibir soo in, dan menekannya semakin kuat. Perlahan soo in memejamkan matanya dan membalas ciuman itu. Ia merasakan bibir yong hwa yg hangat. Melumat bibirnya dgn lembut, dan semakin lama semakin kuat.
Yong hwa mendesah pelan, membuat tubuh soo in gemetar, jantungnya berdegup terlalu cepat dan darahnya mengalir deras dibawah permukaan kulitnya.
Dipeluknya lebih erat leher yong hwa, sementara yong hwa masih mengulum bibirnya. Ia mendesah pelan saat yong hwa mengginggit lidahnya, dan itu membuat yong hwa semakin kuat melumat bibirnya.
Keduanya saling menikmati dan saat ini biarlah hati yg mengambil alih. . .

The end

Woaaaaaa. . . Akhirnya kelar jugaaaa!! Jari2 remuk rasanya! Lanjutanx tanggung bgt, hahah. . . Biarlah,,
terima kasih banyak yg uda baca dri awal smpek akhir, hiks. . . Aku syg kalian, maaf lw ffnya jelek, tp itulah kisah cintaku dulu, waktu blm nikah ma yong hwa *mulai menggila*
ya pkokx tinkyu dah,
so, what do you think?? please give me your comment!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: