Teardrops in the Rain #Part 7#


kak vea present : Teardrops in the Rain 7


Part 7

rumah itu begitu terang benderang. Para tamu dan undangan sudah banyak yg datang. Selain itu juga banyak wartawan dan reporter yg berkeliaran disitu.
Yong hwa berdiri dikamarnya menatap sebuah lukisan hitam putih itu.
“aku tidak akan melupakan janjiku,, saat itu kau melakukan apa yg kau inginkan, dan hari ini aku juga akan melakukan apa yg aku inginkan!” katanya pelan.
Tapi ia merasakan hatinya ragu. Benarkah ia menginginkan hal ini?!
“tuan muda sudah saatnya anda turun!” terdengar suara seorang pelayan dari luar kamarnya.
Han eun ki, gadis itu berdiri dgn wajah ingin menangis dan menatap garang pada yong hwa. Mungkin sekarang diotaknya sdg berisi sederet daftar perkakas alat pembunuhan.
“kasian sekali gadis itu!” kata min hyuk sambil meminum minumannya “aku heran kenapa ayah dan ibunya tega melakukan ini! Kudengar dia diancam akan dikirim kepulau terpencil kalau tidak mau”
“aku lebih heran lagi pada hyung, knapa ia mau menerima pertunangan ini begitu saja! Bukankah ia tidak menyukai gadis itu?” timpal jong hyun.
“ayo berlarilah kepadaku. . . Aku akan membawamu pergi. . .”
serentak jong hyun dan min hyuk menoleh kepada jung shin yg tengah menatap eun ki. Tapi kemudian jung shin sadar bahwa teman2nya sedang menatapnya “apa?” tanyanya polos.
“kau ini!” min hyuk memukul bahu jung shin pelan.
“hei sudah waktunya tukar cincin,” kata jong hyun.
Yong hwa meraih tangan eun ki yg mengepal itu. Ia mendekat dan berbisik “jangan membuat orang tuamu malu, atau kau akan dikirim ke daerah terpencil!”
akhirnya dgn amat sangat terpaksa eun ki membiarkan yong hwa memasukkan cincin itu kejarinya dan ia memasukkan cincin yg satunya lagi dgn kasar kejari yong hwa, membuat laki2 itu mengaduh kesakitan tanpa suara karna jarinya lecet.

“anggap saja rumah sendiri!!” kata ji kyo sambil mengambil minuman dan makanan ringan dari dalam kulkas.
“akhirnya kau bisa melakukan hal yg kau inginkan” kata soo in sambil duduk disofa apartemen ji kyo.
“kau benar, walaupun kadang2 sulit, tapi inilah hal yg aku inginkan!!” saut ji kyo sambil duduk disebelah soo in “kapan kau mulai bekerja?”
“besok lusa!!”
“eh soo in, bagaimana kalau kau tinggal disini saja bersamaku? Disini ada satu kamar kosong, jdi kakakmu bisa tinggal dirumahmu, dia tidak perlu mencari apartemen lagi, bagaimana??”
“aku harus bicara dulu dgnnya!”
“baiklah, sebaiknya dia mau, kalau tidak aku akan menculikmu untuk tinggal disini,”
soo in tertawa kecil, kemudian tangannya mengambil remote dan menyalakan tv. Tiba2 saja ia mematung.
Disana, ditv itu sedang disiarkan tentang acara pertunangan yong hwa.
Tiba2 saja soo in merasa sesak. Ia sadar, ia sudah terlambat. . .
“ah, hari ini ada film favoriteku!” seru ji kyo tiba2 sambil merebut remote dri genggaman soo in dan menggantinya dgn chanel lain.
Soo in terpekur, fikirannya jadi kacau. Ia memeluk kedua lututx erat2.
“soo in. . . Aku tau alasan mengapa kau harus pindah keluar negri, tapi apa yong hwa tau juga?”
soo in terdiam sejenak, kemudian ia menggeleng pelan.
“lalu mengapa saat itu kau melepaskannya dan tidak memberitahunya?”
“aku. . . Tidak ingin memberi harapan dan janji yg mungkin tdk bisa kutepati! Bagaimana jika aku tidak pernah kembali? Aku tidak mau membuatnya menunggu untuk hal yg belum pasti, aku tidak mau menyusahkannya. . .
Ia sudah cukup sulit dgn kehidupannya, aku tidak ingin membebaninya dgn keadaanku. . .”
“aku mengerti. . .”
“walaupun sedih, tapi aku senang bisa melihatnya bahagia. . .” kata soo in sambil tersenyum
“tapi sepertinya wajah yong hwa tidak terlihat bahagia. . .” timpal ji kyo “eh, besok aku ada pemotretan di kampus kita dulu, kau ikut ya?! Kau kan besok masih libur,”
“mm. . . Baiklah, aku akan menemanimu”
“aaah. . . Kau memang bisa diandalkan,,” seru ji kyo senang.

“jadi kau akan tinggal ditempat ji kyo?” tanya sukkie disebrang sana.
“mmm. . .” jwab soo in sambil mengangguk meskipun tau bahwa sukkie tidak bisa melihatnya “oppa tinggal saja dirumah, jadi tidak perlu mencari apartemen lagi!”
“baiklah, aku tau! Itu bagus untukmu, jadi kau tidak akan teringat keluargamu terus!”
soo in tertegun, benarkah ia bisa melupakannya??
“kau ada dimana sekarang?”
“aku sdg menemani ji kyo pemotretan dikampusku yg dulu!”
“baiklah kalau begitu, aku masih ada pekerjaan, akan kuhubungi lagi kau nanti! Sampai jumpa!”
telphone terputus, soo in menutup flap ponselnya dgn gamang. Tiba2 tetesan2 air mulai berjatuhan dan semakin deras. Cepat2 soo in berlari mencari tempat berteduh.
Terkejut, itulah yg dirasakannya saat mengetahui dimana langkahnya berhenti. Gedung musik itu. . .
Tidak ada yg berubah, semuanya masih sama seperti yg dulu. Dipandanginya hujan itu, ditengadahkannya tangannya menyentuh tetesan2 air itu. Hujan pertama ditahun ini. . .
“kalau aku memohon, apa kau akan mengabulkan permohonanku?” bisik soo in lirih, kemudian ia memejamkan mata dan memohon. . .

Yong hwa mengumpat pelan saat tau ban mobilnya kempes. Ia menatap sekeliling dan pandangannya terpaku pada universitasnya dulu. Tanpa sadar langkahnya bergerak menuruti pandangan matanya. Semuanya masih sama, tidak ada yg berubah.
Ia berhenti sejenak, menatap sebuah pohon. Dipohon itu. . .
Tiba2 tetesan air mulai turun dan semaki deras. Yong hwa langsung berlari mencari tempat berteduh dan sedikit terkejut karna ia berlari kearah gedung musik itu. Ada seseorang disana tapi yong hwa tidak peduli. Ia memandang hujan dgn kesal sambil melap wajahnya yg basah.
“kumohon. . . Kabulkanlah. . .”
seketika yong hwa tertegun. . .
Suara itu pelan, namun yong hwa mendengarnya dgn sangat jelas. Dengan cepat diputarnya tubuhnya berbalik dan saat itulah yong hwa melihatnya. . . Gadis itu berdiri membelakanginya, menatap hujan. Rambutnya bertambah panjang, ia mengenakan kemeja putih lengan pendek dan rok selutut berwarna coklat muda tipis. Ada yg berubah. . . Kini dikakinya terpasang sandal highheels putih, hal yg tdk pernah dilihat yong hwa sebelumnya. Ditatapnya gadis itu tanpa kedip dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa gadis itu nyata bukan halusinasinya.
Tiba2 terdengar bunyi ponsel, gadis itu membuka tas tangannya dan mengambil ponselnya. Dijawabnya telphone itu. “hallo?. . . Oh aku sedang jalan2 sebentar, kau sudah selesai? . . .Baiklah telp. Aku begitu kau selesai!!” gadis itu menutup flap ponselnya dan memasukkan kembali benda itu kedalam tasnya. Kemudian tiba2 gadis itu berbalik dan mata mereka bertemu, saat itulah ia melihatnya. . .

Beku, itulah yg dirasakan soo in. Tubuhnya terasa membeku saat melihat siapa yg berdiri didepannya. Jung yong hwa. . . Benarkah ia nyata, atau hanya halusinasinya saja?! Perlahan kakinya tergerak melangkah untuk menghampirinya. Dan dilingkarkan lengannya keleher laki2 itu, memeluknya. . . Wangi yg sama, kehangatan yg sama, tapi. . . Ia lebih tinggi sekarang. . . “benarkah ini kau??” bisik soo in pelan saat tubuh yg dipeluknya tak bereaksi apapun.
Namun tiba2 yong hwa melepaskan pelukannya dengan kasar. Membuat soo in terkejut. “maaf aku tidak mengenalmu!” katanya dingin. Sinar mata yg dingin itu. . . Sama seperti saat soo in pertama kali bertemu dgnnya. Bahkan jauh lebih dingin. Butuh beberapa detik bagi soo in untuk menguasai diri dan hatinya. Kemudian ia tersenyum dan tertawa kecil “kau benar, mana mungkin kau mengingatku!” ditatapnya yong hwa, ada sedikit keterkejutan dimatanya.
“baiklah, kalau begitu kita mulai dari awal lagi, bagaimana?” tawar soo in riang “perkenalkan, namaku kim soo in, dan kau pasti jung yong hwa leader dri band yg terkenal itu kan?!” soo in mengulurkan tangannya.
Sejenak yong hwa hanya diam, kemudian ditepisnya tangan soo in dgn kasar “kau salah orang!” katanya dingin.
Soo in tersenyum “aku tidak mungkin salah, karna aku tidak mudah melupakan apa yg sudah terekam dimemorie otakku!”
“dan aku sangat mudah melupakan hal2 yg kuanggap tidak penting dari memorie otakku! Karna itu aku tidak mengingatmu!” saut yong hwa. “benarkah?” tanya soo in, ia meraih tangan laki2 itu dan menyingkap sedikit lengan jasnya. Gelang hitam itu masih terpasang disana.
“benarkah kau sudah lupa?” tanya soo in lagi.
Yong hwa menepis pegangan tangan soo in “itu bukan urusanmu!” katanya dingin dan langsung berlari menembus hujan.
“yong hwa. . .” Soo in ikut mengejarnya namun hanya beberapa langkah, ia tidak sanggup berlari. Akhirnya ia terjatuh terdu2k sambil menatap yong hwa yg smakin jauh. Dinginnya air hujan yg mengguyurnya, tidak ada apa2nya dibandingkan dgn dinginnya sikap yong hwa.
Air matanya menetes dan hujan langsung menghapusnya. Namun perih itu. . . Takkan pernah bisa terhapus. . . “aku. . . Merindukanmu. . . Jung yong hwa ssi. . .” katanya lirih.
“jung hoon oppa. . . Aku sudah terlambat, ia benar2 telah membenciku. . .”
bisakah kita melihat bahwa dibalik senyum dan tawa itu sebenarnya ada jerit dan tangisan air mata?! Takkan ada yg bisa melihatnya kecuali dia yg melihat dgn menggunakan hatinya. . . tak ada yg bisa dilakukan soo in, bahkan ia tdk bisa menahan air matanya untuk tidak jatuh. Teardrops in the rain. . .
~i wish upon a star. . .
I wonder where you are. . .
I wish you’re coming back to me again. . .
And everything’s the same like it used to be. . .~

“hei hyung, kenapa kau terlambat?” tanya min hyuk begitu yong hwa tiba. Yong hwa tidak menjawab, ia langsung duduk disamping jong hyun dan menyambar sebotol bir diatas meja. Dihabiskannya isi botol itu dengan sekali teguk membuat smua temannya menatap heran.
“hyung kau baik2 saja kan?” tanya jong hyun cemas.
“kenapa kau basah kuyup?!” tanya jung shin.
“kenapa dia kembali??” tanya yong hwa pelan.
Jung shin dan min hyuk saling bertukar pandang tidak mengerti.
“sekarang aku harus bagaimana??” tanya yong hwa lagi.
Tiba2 saja ia berteriak “katakan aku harus bagaimana???” membuat smua yg ada disitu kaget.

“kau tidak ada pekerjaan hari ini?” tanya soo in.
“tidak ada, jadwalku mulai padat bulan depan!!” jawab jikyo sambil bermalas2an disofa depan tv.
“baiklah, aku berangkat dulu!” “mm. . .Hati2!!”
hari ini soo in mulai bekerja. Ia mendapat tugas dari atasannya untuk bekerja sama dgn salah satu management musik. Tugasnya adalah untuk mendesain ruangan2 atau tempat2 sesuai untuk konsep vidio klip yg akan dibuat. Jadi ia akan banyak bekerja sama dgn sutradaranya.
“nona kim soo in, mohon tunggu sebentar!”
“baik” soo in mengangguk pelan kepada wanita itu. Kemudian setelah wanita itu pergi, ia berjalan kearah jendela dan melihat pemandangan dibawahnya. Berbagai orang berjalan lalu lalang, tampak berwarna warni dgn pakaian mereka yg berbeda. Tiba2 ia mendengar suara2 dibelakangx kemudian iapun menoleh dan tertegun. Diantara keempat laki2 itu, salah satunya adalah yong hwa. .

so, what do you think?? please give me your comment!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: