Teardrops in the Rain #Part 8#


kak vea present : Teardrops in the Rain 8


Part 8

“wow, gadis itu lumayan juga!” kata jung shin sambil mendecakkan lidah.
“kau ini, smua gadis kau anggap cantik!” saut jong hyun.
“memangnya knapa?! Eh, dia melambaikan tangannya,” seru jung shin senang sambil ikut melambaikan tangan.
“benar2 sulit dipercaya!” gumam jong hyun “apa jung shin memang begitu mempesona?!”
namun yong hwa hanya diam saja menatap gadis itu, dan tanpa disadarinya min hyuk sedang memperhatikan ekspresi wajahnya dan gadis itu.
“eh, dia berjalan kemari,” kata jung shin riang.

Soo in tertegun sejenak melihat yong hwa ada diantara mereka. Mereka pasti anggota C.N.Blue kemudian ia tersenyum dan melambaikan tangannya. Tapi yong hwa hanya diam saja dan malah laki2 di sebelahnya yg membalas lambaian soo in.
Soo in berjalan pelan menghampiri mereka.
“hallo!!” sapanya.
“hallo!” balas laki2 yg membalas lambaian tangannya tadi “sepertinya aku belum pernah melihatmu”
“benar! Aku mulai bekerja hari ini, perusahaan tempatku bekerja mengadakan kerja sama dgn produser disini!”
“benarkah? Oh ya kenalkan, namaku lee jung shin! Ini lee jong hyun, dan ini jung yong hwa hyung, sedangkan dia, kang min hyuk!”
“namaku kim soo in, senang berkenalan dgn kalian!”
“aku duluan” kata yong hwa tiba2 dan melangkah pergi.
Sejenak smua yg ada disitu diam menatapnya.
“oya, kau bekerja dibagian apa? Bagaimana kalau nanti kita makan siang bersama?” tawar jung shin “boleh aku minta nomor ponselmu?”
belum sempat soo in menjawab, yong hwa kembali lagi. Ia menarik krah belakang baju jung shin dan menyeretnya pergi “kau ikut aku!” katanya.
“hei, hyung lepaskan aku!! Hei. . .” protes jung shin diikuti tatapan ketiga orang yg masih tersisa itu.
“kalian C.N.Blue bukan?” tanya soo in “aku akan bekerja sama dgn sutradara shin untuk penggarapan vidio klip kalian”
“benarkah?” tanya jong hyun.
“mm!” soo in mengangguk pelan “oya, bolehkah aku meminta nomor ponsel yong hwa?”
kedua laki2 itu tampak ragu “maaf, kami tidak bisa, kami tidak punya hak untuk itu” jawab min hyuk.
“aku mengerti” kata soo in “tapi, apakah benar ini nomor ponselnya?”
soo in menunjukkan sebuah nomor diponselnya kepada mereka.
“waah benar!!” seru jong hyun.
“sudah 3 tahun. . .ternyata masih tetap sama. . .” gumam soo in pelan.
“tunggu, bgaimana kau tau itu nomor ponsel hyung?” tanya min hyuk tiba2 dgn kening berkerut.
“i. . .Itu. . .”
“min hyuk, jong hyun, kalian sudah datang rupanya!” suara keras sutradara shin membuat mereka menoleh kearahnya. “ah, anda nona kim soo in kan?!”
“benar, saya kim soo in!” soo in membungkukkan badannya sedikit kepada pria separuh baya itu.
“senang sekali bekerja sama dgnmu!” kata sutradara shin “tapi, aku tidak melihat yong hwa dan jungshin. . .”
“oh, mereka sudah duluan tadi!” jawab jong hyun.
“benarkah? Bagus kalau begitu, kita bisa mulai bekerja! Ayo,,”

“apa? Uee tidak bisa syuting karna mengalami usus buntu dan harus dioprasi nanti siang??” tanya sutradara shin.
“benar! Mohon maafkan kami!” manager uee membungkuk meminta maaf.
“baiklah, akan kupikirkan penggantinya!”
“kami benar2 minta maaf” kata wanita itu lagi.
“mau baimana lagi, syuting tidak bisa dibatalkan, aku akan bicara dgn produser!”
soo in mendengar pembicaraan itu dari jauh. Dan ia menahan sutradara shin saat ia akan menemui produser.
“maaf, apa ada masalah hyung nim?”
“ya, uee tidak bisa syuting dan hrus ada penggantinya!”
“pengganti?? Bagaimana kalau memakai kim ji kyo? Anda mengenalnya bukan?”
“tentu saja, tapi apa dia mau?”
“tunggu sebentar, biar kuhubungi dia!”
soo in mengambil ponselnya dan segera menghubungi jikyo.
“hallo?” sapa soo in bgitu telphone tersambung “kau masih dirumah?. . . Cepat datang ke FnC management, ada pkerjaan untukmu!. . . Datang dulu nanti kujelaskan, kutunggu kau 20 menit lagi!”
soo in menutup ponselnya dan berkata pada sutradara shin “dia akan datang 20 menit lagi!”

“oke. . . Bagus. . . CUT!! Syuting hari ini selasai!!” kata sutradara shin. Smua crew yg ada disitu mulai membereskan peralatan.
“bagaimana konsep selanjutnya?”tanya sutradara shin pada soo in.
“saya rasa untuk bagian yg ini lebih baik dilakukan dijalan, saat pertemuan pertama dimusim gugur!”
“ya, bagus, kalau begitu besok kita syuting dijalan!!”
“akan saya hubungi anda malam ini begitu tau tempat yg co2k!”
“ok, trima kasih atas kerja samanya, kau mau ikut kami untuk makan malam bersama?”
“ah, mungkin lain kali! Bukankah saya harus mencari lokasi yg tepat?!” tolak soo in halus.
“oh baiklah kalau begitu!”
“saya permisi dulu,” ucap soo in sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.

“kau mau kemana yong hwa? Tidak ikut makan bersama?” tanya sutradara shin saat tau yong hwa mengambil jaketnya.
“aku tidak bisa hyung, aku harus pulang”
“ah pasti mau kencan dgn tunanganmu itu kan?”
yong hwa hanya tersenyum tipis “aku pergi dulu” katanya cepat.
Hari ini ia hanya ingin istirahat karna lelah. Namun saat ia akan keluar dari pintu gedung itu, dilihatnya han eun ki sedang menunggunya. Yong hwa mendecakkan lidah kesal.
“akhirnya ketemu juga!” kata eun ki “urusan kita belum selesai!”
“aku tidak ingin membahasnya” jawab yong hwa sambil terus berjalan.
“hei, jung yong hwa ssi,,” eun ki mengejar yong hwa dan menahan lengannya.
“lepaskan aku!!” ditatapnya eun ki dgn kesal.
“sukkie oppa. . .”kata gadis itu pelan sambil melihat kearah lain.
Yong hwa mengikuti arah pandangan eun ki, dan melihat soo in sedang berbicara dgn seorang laki2 yg menjemputnya. Laki2 yg sama dgn 3 tahun yg lalu. . .

Soo in baru saja keluar dari ruang syuting ketika ponselnya berbunyi.
“oppa??” sapanya begitu tau siapa yg menelphonenya “aku baru saja selesai bekerja, bagaimana dgnmu? Kenapa tidak memberitahu kalau kau tiba dikorea kemarin sore? Aku kan bisa menjemputmu dibandara!. . Sekarang aku msih ada di FnC management. . . Ya, aku sedang berjalan keluar, kau mau menjemput? baiklah aku tunggu!”
soo in menutup ponselnya saat keluar dari lift dan berjalan menuju pintu keluar. Tanpa disadarinya ia telah melewati han eun ki yg sedang menunggu yong hwa dilobi utama.
Tidak lama kemudian sebuah mobil hitam berhenti tepat didepannya. Sukkie keluar dari dalamnya.
“sudah menunggu lama?” tanyanya sambil menghampiri soo in.
“tidak. . .”
“malam ini kita makan bersama”
“baiklah, tapi kau harus menemaniku untuk mencari lokasi syuting yg tepat,”
“tidak masalah”
“sukkie oppa!!!”
soo in dan sukkie langsung menoleh keasal suara. Han eun ki, gadis itu sedang berjalan kearah mereka.
“kenapa tidak memberitahuku kalau pulang kekorea?? Kenapa tidak menghubungiku sama sekali?? Kenapa kau jahat sekali??” tanya eun ki emosi.
“aku sudah menghubungimu tapi nomormu tidak aktif! Kenapa menyalahkanku??”
“aku benar2 kecewa padamu! Gara2 kau aku jadi tunangan dgnnya, kenapa kau tidak datang untuk membatalkannya??”
“aku tidak bisa mencampuri urusan keluargamu!!”
“aku tidak peduli!! Sejak ada dia kau selalu menomor duakanku!” eun ki menunjuk muka soo in tepat didepan hidungnya “kau kan tau kalau aku menyukaimu! Kenapa kau tidak pernah mengerti??”
“dari awal kan aku sudah bilang kalau aku hanya menganggapmu sebagai adik!”
“aku tidak mau jadi adikmuuuu” teriak eun ki sambil menangis “apa kau juga menganggapnya sebagai adik??” eun ki menunjuk muka soo in lagi.
“kenapa kau bertanya begitu?”
“aku ingin tau, apa itu salah???”
“kau benar2 membuatku gila!”
sukkie membuka pintu mobil dan menarik soo in kedalam mobil, kemudian ia sendiri masuk kedalam mobil dan langsung menginjak gas pergi dari situ.
“oppa, apa tidak apa2 meninggalkannya begitu?” tanya soo in saat mereka sudah pergi.
“jangan takut! Dia memang seperti itu! Kalau tidak begitu dia tidak akan dewasa!”
“tapi kau kan dekat dengannya, masa kau tidak tertarik padanya?”
“jangan bercanda!”
“tapi kemungkinan itu ada kan?! Memang. . . Terkadang kita tidak sadar dgn apa yg kita miliki, dan baru menyadarinya saat kita kehilangan. . .”

eun ki menatap mobil itu pergi dgn kecewa. Sudah 5 tahun ia mengenal sukkie, tapi baru kali ini ia benar2 merasa ditinggalkan.
“jadi kau menyukai laki2 itu tadi?!” suara yong hwa membuatnya menoleh, menatapnya.
Yong hwa mendengus pelan “cinta yg sia2!” katanya pendek sambil melegang pergi.
“apa kau bilang?” tanya eun hye shock “hei, urusan kita belum selesai!!! Hei!!!” teriak eun ki pada yong hwa yg sudah masuk kedalam mobilnya.
“dengar ya meskipun tidak sukkie oppa aku tetap tidak akan mau menikah dgnmu!!!”
“nona apa benar yg anda katakan??”
“apa anda tidak mencintai yong hwa?”
“anda tunangannya bukan? Apa kalian bertunangan karna dipaksa?”
“tolong jelaskan kata2 anda tadi!”
eun ki menatap reporter2 disitu dgn bingung. Darimana asal mereka? Kenapa mereka tiba2 muncul didepannya dgn prtanyaan2 dan jepretan2 kamera. Tanpa berfikir lagi ia langsung lari dari situ dan terpaksa bersembumyi dibalik tong sampah agar tidak ketahuan reporter2 yg mengejarnya.
“awas kau yong hwa, aku akan membunuhmu!!” runtuknya pelan.

“astaga, aku terlambat!!!” triak soo in panik. Cepat2 ia bangun dan berlari kekamar ji kyo, tp didepan pintu kamar gadis itu soo in melihat secarik kertas yg ditempelkan disitu.
“aku harus keagency dulu, qt brtmu dilokasi syuting nanti, sampai jumpa”
setelah membaca pesan itu, soo in cepat2 mandi, cepat2 bersiap2 dan cepat2 berangkat.
Ia berlari2 dipinggir jalan mencari taxi yg lewat. Namun tak ada satupun yg kosong. Akhirnya ia terpaksa naik bus umum. Dan begitu sampai dihalte, ia segera berlari menuju lokasi syuting.
“maafkan saya hyung nim” katanya pada sutradara shin begitu ia tiba.
“tidak apa2, lain kali jgn terlambat lagi ya?!”
“baik!” soo in membungkukkan badannya sedikit kpda sutradara shin dan ia mulai bekerja untuk mengatur latar tempat.
“ok CUT!! Kita istirahat sebentar” kata sutradara shin.
Soo in menghela nafas panjang, kepalanya terasa pusing. Dilihatnya jikyo sedang berlatih dialog dgn jong hyun yg mnjadi tokoh utama.
“ini untukmu!” tiba2 jung shin mengulurkan sebotol minuman kaleng.
“ah terima kasih” diterimanya minuman itu dgn riang. Tapi sebenarnya ia lebih membutuhkan makanan daripada minuman.
Kemudian terdengar triakan sutradara shin yg memanggil jung shin hingga membuat laki2 itu pergi.
“aku harus makan sesuatu sebelum maghku kambuh” gumam soo in pelan. Kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan pelan. Namun baru beberapa langkah, ia berhenti.
Seseorang telah mengulurkan sandwich kepadanya “makanlah sebelum maghmu kambuh!” kata yong hwa pelan.
Soo in menerima sandwich itu dgn ragu. “aku tidak ingin syuting tertunda gara2 ada yg sakit! Bagiku lebih cepat selesai lebih baik” katanya dingin dan langsung berbalik pergi.
“tunggu!!” seru soo in membuat yong hwa menghentikan langkahnya “terima kasih yong hwa ssi” ucap soo in tulus.
“ini demi janjiku kepada seseorang yg sudah ada dialam sana! Aku takkan pernah mengingkarinya!” kata yong hwa dingin tanpa menoleh, kemudian dilanjutkannya langkahnya.
Kata2 itu menusuk tepat dihati soo in membuatnya sesak. Seketika rasa sakit itu kembali lagi, dan air mata itupun jatuh. .

“Sukkie oppa!!” teriak eun ki sambil berlari2 kecil menghampiri sukkie. Saat ini ia sedang berada diperusahaan milik ayah yong hwa. Tadi ia pergi kestudio untuk mencari yong hwa, tapi kata jong hyun, yong hwa sedang berada dikantor ayahnya. Sampai matipun ia takkan menyerah.
“kenapa kau berada disini?” tanya sukkie heran.
“aku sedang mencari seseorang, kau sendiri?”
“aku baru saja meeting dengan klien”
“mmm. . . Soal yg kemarin. . . Aku minta maaf. . . Aku. . .” kalimat eun ki terhenti saat sukkie mengacak2 rambutnya sambil tersenyum.
“aku tau!! Sudah jangan difikirkan! Aku sudah terbiasa dgn sifatmu itu!”
eun ki terpana “oppa~~ aku benar2 menyukaimu. . .”
“kau ini!” gerutu sukki sambil mengacak2 rmbut eun ki.
“oppa hentikan! Kau bisa membuat rambutku rontok!” gerutu eun ki sambil merapikan rambutnya.
Tiba2 dilihatnya yong hwa yg sedang berjalan “ah,jung yong hwa ssi!!” serunya keras.

Yong hwa membanting pintu kantor ayahnya dgn keras. “dia memanggilku hanya untuk membicarakan masalah pernikahan?!” ia mendengus pelan “kenapa bertanya padaku?! Bukankah smuanya dia yg memutuskan?!”
ia melangkah dgn kesal dan tiba2 langkahnya melambat saat melihat han eun ki “dia lagi?! Lama2 dia kelihatan lebih menyeramkan daripada wartawan!” gumam yong hwa.
“ah, jung yong hwa ssi!!” seru gadis itu. Dan pada waktu yg bersamaan, laki2 yg ada dihadapannya berbalik menatap dirinya. Laki2 itu. . .
Sejenak mereka hanya saling bertatapan dalam diam.
“aku ingin bicara baik2 dgnmu!” kata eun ki yg sudah menghampirinya. Tapi yong hwa hanya diam. Matanya tetap tertuju pada sukkie yg sekarang sedang berjalan kearahnya.
“akhirnya aku bisa bertemu dgnmu!” kata sukkie.
Melihat itu, eun ki langsung memeluk lengan sukkie “benar oppa, dia adalah orang yg dijodohkan dgnku!” adu eun ki.
“aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu!” sukkie diam sejenak “lepaskan dia. . .”
“benar! Lepaskan aku, aku tidak mau menikah denganmu!” saut eun ki.
Yong hwa mendengus pelan “kau hanya ingin mengatakan itu?”
“benar! Aku tidak ingin melihatnya menangis karenamu! Karna itu lepaskan dia. . .”
“kau dengar yong hwa jelek, cepat lepaskan aku, karna aku sangat menderita bersamamu!” timpal eun ki.
“dia tidak perlu menangis lagi! Karna sejak 3 tahun yg lalu, saat ia meninggalkanku, saat itu juga aku melepaskannya!!” jawab yong hwa dingin, kemudian ia melangkah pergi.
“eh, 3 tahun yg lalu? Yg kalian bicarakan bukan aku?!” tanya eun ki bingung. Namun sukkie hanya diam sambil menatap yong hwa yg berjalan smakin jauh.
“kalau bukan aku lalu siapa?! Jangan2. . . Kim soo in???” tanya eun ki terkejut.

Hari ini syuting diadakan didalam ruangan. Dan latar waktunya adalah malam.
“kenapa suasananya kelihatan seram?? Aneh sekali. . .” kata jong hyun pelan.
“sekarang makin banyak orang yg melihat kita syuting. . .” tambah jung shin sambil melihat sekelilingnya. Disana ada reporter choi, eun ki, juga sukkie.
“lakukan saja syutingnya dgn baik!” saut min hyuk.
Syutingpun dimulai. Namun baru 2 jam sutradara shin meneriakkan kata cut. Soo in menghampiri jong hyun yg duduk disebelah yong hwa. Ia memperbaiki karangan bunga yg digunakan dalam syuting yg sedang dipegang jong hyun.
Sementara itu sutradara shin menyuruh salah satu anak buahnya untuk membenarkan peralatan. Namun saat mencolokkan kabel, ia tdk sengaja menekan tombol untuk mematikan lampu. Seketika ruangan menjadi gelap.
Soo in merasa jantungnya mendadak berhenti, namun tiba2 seseorang menariknya, membekap mulutnya dan memeluknya.
“jangan takut. . . Kau tidak sendiri!” bisik orang itu.
Beberapa detik kemudian lampu menyala lagi membuat mata menjadi silau. Namun smuanya begitu kaget saat melihat soo in disitu ada dalam dekapan yong hwa.

Saat ruangan tiba2 saja menjadi gelap tanpa pikir panjang yong hwa langsung beranjak dari duduknya dan menarik soo in kedalam pelukannya. “jangan takut, kau tidak sendirian” bisiknya pelan saat dirasakannya tubuh itu gemetar hebat.
Tidak lama kemudian lampu menyala dan ia melihat keterkejutan dimata gadis itu. Ia sendiri merasa bingung atas tindakannya itu dan tiba2 saja sebuah cahaya yg menyilaukan menerpa mereka. Cahaya dari kamera reporter choi.
Yong hwa langsung melepaskan pelukannya dan segera pergi ketoilet, sementara sukkie menghampiri soo in yg wajahnya pucat.
“aku harus mencari tahu tentang mereka” gumam eun ki pelan. Beberapa detik kemudian ia terdiam dan menoleh kesampingnya. Disitu min hyuk sedang menatapnya “kau juga harus membantuku!” kata eun ki galak.

“hei, jung shin! Baru kali ini aku melihatmu mendengarkan ipod!” tegur min hyuk. Saat itu mereka sedang berada distudio, menunggu untuk pemotretan pagi itu.
“ini bukan punyaku!” saut jung shin “coba dengarkan ini!” jungshin memasangkan salah satu earphonenya ketelinga min hyuk.
“mirip sekali dgn suara yong hwa hyung. . .”
“kau merasa begitu? Aku juga!”
“hei, kalian sedang mendengarkan apa?” tanya jong hyun.
“kemarilah, coba dgrkan ini!”
jong hyun beranjak dari duduknya dan pindah ketempat jung shin. Sementara itu yong hwa baru memasuki ruangan dan langsung menjatuhkan diri disofa.
“tunggu sepertinya aku kenal lagu ini. . .” kata jong hyun tiba2 “hei jung shin, ipod ini mlik hyung?”
“oh bukan, itu milik kim soo in!”
seketika yong hwa menoleh dan langsung beranjak dari duduknya. Menghampiri mereka dan menyambar ipod itu dan memasangkan earphone ketelinganya. Suara itu. . . Lagu itu. . .
Teardrops in the rain. . .

so, what do you think?? please give me your comment!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: