My Lovely’s Boys


Author : Wellkyu a.k.a Wella

Title : My Lovely’s Boys

Rating : Teen

Cast :

~ Shin Yeon Hyo

~ Cho Kyuhyun

~ Kim Ryeowook

~ Kim Soo Hyun

*****

Author Point of View

“Kyuhyun-a kembalikan sepatuku sekarang!” seorang gadis muda berteriak keras membentak pria yang sedang menjulurkan lidahnya sembari memegang sebelah sepatunya.

“Ya cepat kembalikan sepatu Yeon Hyo! Ini tidak lucu Kyuhyun-a!” pria lain yang sebaya memperhatikan mahasiswa bernama Kyuhyun itu agak sebal.

“Ambil kalau mau!” Kyuhyun menjulurkan lidahnya dan semakin sengaja mengangkat sepatu itu tinggi-tinggi, ia tau baik Yeon Hyo atau Ryeowook tidak akan bisa mengambilnya.

“Dasar menyebalkan. Sebentar lagi akan masuk! Aku tidak mau bermain lagi Cho Kyuhyun, ini tidak lucu.” Gadis satu-satunya yang duduk disamping Ryeowook itu mulai serius.

“Bagiku lucu, apalagi kalau kau berjalan masuk ke kelas tanpa menggunakan sebelah alas kakimu, itu akan lebih lucu lagi.” Kyuhyun tertawa gelak-gelak senang, ia memang terkenal usil apalagi kepada Yeon Hyo, entah kenapa.

“Cho Kyuhyun! Kau ini apa-apaan sih?! Apa kau tidak melihat orang-orang yang melihati kita?” Ryeowook mulai geram, ia yang paling kesal kalau Kyuhyun bermain berlebihan pada Yeon Hyo.

“Biarkan saja mereka melihat.” Kyuhyun terlihat acuh, malah ia seperti senang menarik perhatian mahasiswa lain yang juga sedang bersantai di taman kecil universitas mereka.

“Aku sangat membencimu Cho Kyuhyun! Ini tidak lucu!” tiba-tiba Yeon Hyo meneriaki Kyuhyun, wajahnya merah sepertinya sedang mengambek.

“Aish… sudah kubilang! Sekarang dia ngambek lagi, kan? Urus sendiri!” Ryeowook terlihat jengkel, ia sudah memperingatkan beberapa kali tapi Kyuhyun seperti tidak mendengarnya dan sekarang akibatnya Yeon Hyo tengah merajuk.

Kyuhyun menahan tawanya, entah kenapa setiap Yeon Hyo marah atau merajuk dia seperti ingin tertawa, mungkin kepuasan dari bermain adalah membuat Yeon Hyo marah sampai merajuk. Ia berjalan pelan-pelan mendekati Yeon Hyo, menatap gadis itu sambil masih menahan tawanya agar tidak pecah.

“Ini, kukembalikan. Begitu saja sudah marah,” Kyuhyun menyodorkan sepatu kets putih-silver milik Yeon Hyo tersebut tapi yang diajak bicara tidak merespon sama sekali bahkan dia tidak melihat kearah Kyuhyun sama sekali. “Masih marah?” Kyuhyun bertanya lagi, sekarang semakin berjalan mendekat, “Baiklah, aku minta maaf.” Kyuhyun setengah menjongkok dan menarik kaki kanan Yeon Hyo, memakaikan sebelah sepatu yang daritadi di ‘sandera’ olehnya.

Yeon Hyo kaget dengan apa yang dilakukan Kyuhyun, pria itu kenapa malah tiba-tiba berbaik hati dan memasangkan sepatu yang tadi direbut olehnya? Ryeowook menatap keduanya dalam diam, dadanya terasa sesak, entahlah cemburu atau apa namanya, dimatanya Kyuhyun terlihat seperti seorang pria yang memiliki hubungan istimewa dengan Yeon Hyo.

Selesai Kyuhyun memasangkan sepatu kets itu bersamaan dengan jam yang menunjukkan pukul 09.50 yang merupakan tanda bahwa mereka sudah harus masuk kedalam ruang dosen killer Park.

“Ya! Sudah waktunya, cepat sedikit!” Ryeowook menepuk pundak Kyuhyun keras, menariknya berjalan beriringan. Namun Kyuhyun terlihat kurang senang.

“Dasar pengganggu.”

====

Hari ini seperti biasanya mahasiswa-mahasiswi yang mendalami ilmu psikolog memasuki ruangan sebelum the king of killer Mr Park datang. Setiap pelajaran dosen itu tidak ada mahasiswa/i yang telat, mereka lebih memilih tidak masuk daripada masuk telat dan diberi hukuman yang sungguh luar biasa dahsyatnya.

Setiap mahasiswa dan mahasiswi duduk sendiri-sendiri tapi tetap saja Ryeowook, Kyuhyun dan Yeon Hyo duduk berjejer, tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Namun bukan berarti mereka tidak memiliki teman lain selain hanya bertiga, mereka juga berteman dengan yang lainnya namun hanya saja ikatan ketiganya terlalu kuat untuk dipisahkan, bahkan lebih dari tiga serangkai. Dari SMA mereka sudah mulai satu kelas sampai sekarang, kurang lebih hampir 6 tahun.

Seperti biasa, Kyuhyun merobek buku polosnya, membulatkannya dan melempar asal kepada mahasiswa/i yang lain. Memang sudah terkenal kalau makhluk bernama Cho Kyuhyun adalah biang jahil kampus jadi tanpa perlu menoleh lagi semua orang sudah tahu kalau yang melempar kepala mereka dengan benda ringan apapun itu pasti pelakunya adalah Cho Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun hentikan!” seorang gadis melotot kearahnya marah tapi Kyuhyun malah semakin sengaja melempar kertas kearah gadis itu. “Menyebalkan!” pada akhirnya gadis itu yang kalah, tidak ada seorangpun yang bisa memenangi adu mulut atau adu jahil dengannya.

Hanya kehadiran Mr Park yang bisa menghentikan tangan Kyuhyun untuk merobek kertas, entah sudah berapa buku yang dikorbankannya selama kurang lebih 3 tahun duduk dibangku kuliah, belum lagi mungkin hobby ini sudah berlangsung sejak ia TK, mungkin pemilik perusahaan kertas langganannya akan memberikan penghargaan khusus padanya.

“Pagi siswa sekalian.” Mr Park memasuki ruangan menyapa lirih lebih untuk didengar dirinya sendiri toh juga tidak ada satu mahasiswa atau mahasiswi pun yang membalas sapaannya.

Begitu Mr Park mengeluarkan buku tebalnya hampir setengah muridnya mendengus seperti kelelahan belajar padahal belum satu kata yang menyangkut pelajaran keluar dari mulut pria berkacamata silinder itu.

“Baiklah murid-murid sekalian sekarang kita akan membicarakan soal kepribadian remaja. Dalam ilmu Sosiolog, kepribadian seorang remaja yang masih labil dibagi menjadi 4 jenis lagi, yaitu Sanguinis, Melankolis, Koleris dan Phlegmatis. Apa ada yang bisa memberikan definisi serta contoh?” begitu Mr Park menengadahkan kepalanya melihat keseluruh muridnya hal itu dibalas tundukkan kepala semua murid, mengelak dari pandangan maut Mr Park.

Ryeowook membuka bukunya, membaca-baca sekilas dan sekaligus menghindari tatapan mata dosennya tersebut, Yeon Hyo berpura-pura membuka-buka tasnya mencari barang entah apa lama sekali, dan yang lebih parah lagi Kyuhyun malah menunduk menyembunyikan tubuh jangkungnya dari Mr Park.

“Emh… bagaimana kalau kita beri kesempatan untuk Kim Soo Hyun untuk menjawab pertanyaan ini?” Mr Park menatap Soo Hyun yang duduk dideretan paling depan itu.

“Erh, yang saya ketahui bahwa penjelasan singkat, untuk Sanguinis adalah tipe orang yang humoris, penuh tawa, orang yang rasa sosialnya tinggi, penuh dengan semangat, biasanya hidup dengan kesenangan, popular dikalangan-“

“Kau denger itu? Itu aku!” Kyuhyun berbisik pada Ryeowook memotong acara penyimakan Ryeowook.

“Dengar sampai selesai!” Ryeowook menutup mulut Kyuhyun dan menunjuk kearah Soo Hyun.

“- namun orang ini sangat kekanak-kanakkan, selalu ingin menjadi pusat perhatian, terkadang terlalu suka pamer, selalu mengulang-ulang hal yang bisa membuatnya merasa hebat, mempengaruhi setiap orang dengan cerita-ceritanya-” belum selesai Soo Hyun menjelaskan Kyuhyun sudah menutup telinganya tidak mau mendengar lagi.

“Itu kau sekali.” Yeon Hyo berbisik kearah Kyuhyun dan cekikikan mengejeknya.

Ryeowook sibuk memperhatikan Soo Hyun, terkadang ia menyatat hal-hal penting, terlihat antusias.

Soo Hyun memang murid yang terkenal pintar, padahal ia tidak kutu buku, tidak juga kuper, entahlah kapan dia belajarnya, yang jelas setiap pertanyaan yang diajukan dosen bisa dijawab dengan lancar olehnya. Dia adalah murid yang terlihat cool, penuh dengan aura yang baik, terlihat baik hati, sering tersenyum.

Yeon Hyo berpangku tangan menatap tubuh bagian belakang Soo Hyun, entah kenapa ada saja yang membuat pria itu terlihat keren dimatanya. Mungkin kalau tidak ada Soo Hyun dikelas ia sudah kabur entah kemana setiap pelajaran Mr Park, yang menjadi perhatiannya hanya pria itu saja.

Kyeopta…” tanpa disadarinya Yeon Hyo memuji Soo Hyun begitu saja, entah sejak kapan ia menjadi fans berat Kim Soo Hyun.

“Ya kau li-“ baru Ryeowook mau mengajak Yeon Hyo bicara ia malah menelan kembali ucapannya, ia melihat arah pandangan Yeon Hyo, Soo Hyun lagi ternyata. Entah kenapa hatinya sakit sekali setiap melihat cara Yeon Hyo memandang Soo Hyun, tatapan yang mengisyaratkan kekaguman yang berlebihan, pandangan mata yang seakan ia benar-benar ingin bersama Soo Hyun.

Entah sudah berapa kali ia menelan rasa kecewa, Ryeowook bahkan tidak berani memperlihatkan rasa sukanya kepada Yeon Hyo, ia hanya sesekali memperlihatkan rasa pedulinya, ia takut Yeon Hyo malah akan menjauh darinya kalau ia mengetahui perasaannya. padahal sudah sejak lama ia mengagumi teman sejawatnya itu, sudah lebih dari 4 tahun Ryeowook menyukai Yeon Hyo tapi tidak sekalipun ia berani mengatakannya. Setiap ia berniat saja selalu ia membatalkannya sendiri, entah karena rasa mindernya sendiri, Kyuhyun atau bahkan karena Soo Hyun itu. Ia juga mengetahui perasaan Kyuhyun, pria itu juga diam-diam menyimpan rasa pada Yeon Hyo hanya saja mungkin ia lebih berani memperlihatkan perasaannya tapi pada ujungnya ia juga tidak berani mengatakannya keluar, sama seperti Ryeowook.

Ryeowook melempar pandangannya kearah Kyuhyun, pria itu juga hanya diam, sepertinya ia juga sama seperti Ryeowook. Tapi bedanya Kyuhyun masih sempat merobek kertas dan melepar asal sedangkan Ryeowook hanya menunduk mencoba fokus pada bukunya walau ia tau ia tidak mampu untuk membaca barisan kata-kata rumit disana. Fokusnya telah terbang entah kemana-mana.

Yeon Hyo masih menatap Soo Hyun dengan tatapan kagumnya yang biasa, entah sejak kapan ia jadi begitu menyukai Soo Hyun. Begitu Soo Hyun berhenti bicara Yeon Hyo berniat mengajak Kyuhyun atau Ryeowook bicara tapi sepertinya dua pria itu sudah sibuk dengan dunia mereka masing-masing, tidak ada yang memperhatikannya. Kyuhyun dengan kertas-kertasnya untuk dirobek dan Ryeowook juga dengan kertasnya tapi untuk dibaca.

Sepanjang jam pelajaran Mr Park mereka bertiga tidak bicara apa-apa lagi, sibuk dengan diri mereka sendiri. Waktu terasa lama sekali, apalagi untuk Ryeowook dan Kyuhyun, rasanya mau dipecahkannya kaca jam besar dikelas dan diputarnya jarum pendek dan panjang disana supaya menunjukkan jam 11.

Lucunya ketika Mr Park berjalan pergi karena pelajarannya sudah selesai Kyuhyun dan Ryeowook malah mengeluh dan menginginkan Mr Park mengajar mereka lebih lama lagi. Karena sebentar lagi akan ada jam Han seonsaengnim, tidak killer memang tapi pelajarannya itu jauh lebih mengerikan dari Mr Park.

Tiba-tiba saja Kyuhyun merobek kertasnya satu lembar sekaligus, tidak biasanya ia merobek kertas sebesar ini, biasanya satu lembar dirobeknya menjadi dua puluh atau bahkan lebih serpihan kecil, entah untuk apa ia merobek kertas sebesar itu.

Diremasnya kertas itu kuat-kuat, dipincingkan matanya untuk siap melempas kertas itu, dan ternyata kertas itu mendarat mulus dimangsanya karena Kyuhyun sempat mengucapkan kata “YES” walau tidak terdengar. Soo Hyun menoleh melihat Kyuhyun jengkel.

“Dasar, kelakuan masih seperti anak TK.” Soo Hyun melempar kertas itu asal, terlihat acuh.

“Salah kau sendiri duduk disitu! Aku ingin melemparnya, itu hakku, harusnya kau pindah begitu aku akan melempar! Kenapa kau jadi sewot? Ha?! Itu hobby-ku! Kau mau apa?!” Kyuhyun jadi sewot sendiri entah kenapa padahal Soo Hyun tidak mengubrisnya lagi. Ryeowook mendudukkan Kyuhyun kembali, sepertinya ia tau kenapa Kyuhyun jadi sesewot ini.

“Sabar…” Ryeowook sebagai sahabat yang merasakan sendiri perasaan Kyuhyun mengurut dada Kyuhyun.

Yeon Hyo menatap Kyuhyun seperti tidak senang, tapi dia tidak menjawab apa-apa. Kyuhyun yang melihat tatapan Yeon Hyo padahal bertambah kebakaran jenggot.

“Ryeowook-a kau lihat Min Jae yang kelas musik itu? Demi Tuhan dia manis sekali.” Kyuhyun bicara pada Ryeowook tapi tatapan matanya mengarah pada Yeon Hyo, ia hanya berniat memanas-manasi Yeon Hyo saja padahal ia tau Yeon Hyo tidak akan panas karena ia tidak menyukai Kyuhyun dan karena dia bukan makanan(?)

“Tapi tidak semanis seseorang dikelas bahasa sana.” Ryeowook mulai mengerti jalan pembicaraan Kyuhyun, entah kenapa ia jadi ingin membicarakan hal ‘omong kosong’ ini.

“Haha ternyata kita sudah mempunyai seseorang yang kita sukai, gadis dikelas ini semuanya tidak se-level dengan kita!” Kyuhyun semakin sengaja, Ryeowook merasa kalau sahabatnya itu agak berlebihan tapi ia hanya diam dan menggangguk mengiyakan.

Yeon Hyo melihat Kyuhyun sebentar, Kyuhyun malah mempelototinya.

“Apa? Tidak senang? Kau merasa? Baguslah…” Kyuhyun mencibir mengejek Yeon Hyo.

Yeon Hyo mengerutkan keningnya tidak paham dengan tingkah konyol Kyuhyun, ada-ada saja kelakuan pria labil itu, meski masa remajanya telah lewat lama tetap saja kelakuannya tidak ada bedanya seperti ketika mereka masih berada disekolah formal, sama labilnya.

Pikiran Yeon Hyo kembali melayang begitu melihat Soo Hyun, dalam pikirannya kalau saja Soo Hyun berada dalam posisi Kyuhyun mustahil pria itu akan labil dan marah-marah tidak jelas seperti Kyuhyun. Pria itu pasti akan tetap stay cool dan membuatnya klepek-klepek seperti ikan kehabisan nafas. Andai saja yang duduk disampingnya itu Soo Hyun bukan Kyuhyun, pikirnya.

Tanpa sadar Yeon Hyo tersenyum sendiri seperti orang tidak waras, Ryeowook dan Kyuhyun yang melihatnya bertambah khawatir, apa benar temannya ini masih waras?

“Kau lihat? Dia pasti kurang waras.” Kyuhyun bicara pada Ryeowook tapi dari volume suaranya sepertinya ditujukan untuk didengar satu kelas.

“Tersenyum sendiri lagi,” Ryeowook mengiyakan ucapan Kyuhyun, menatap Yeon Hyo sekilas dengan perasaan kecewa yang sama, entah sampai kapan perasaannya bisa terbalaskan.

“Dia sudah tidak waras, jangan dekat-dekat padanya.” Kyuhyun semakin menyindir Yeon Hyo tapi gadis itu seakan tidak mendengarnya, fokusnya telah diperuntukkan pada Soo Hyun.

Merasa ada yang berisik dibelakang sana, Soo Hyun memutar tubuhnya dan melihat Kyuhyun masih saja mengoceh abstrak. Tapi pandangan pria itu lebih tertuju pada gadis disamping Kyuhyun, Soo Hyun tersenyum kepada Yeon Hyo, senyum yang telah dinanti-nantikan Yeon Hyo sampai rasanya ia akan kering itu akhirnya datang juga.

Reflek saja Yeon Hyo melambai tangannya seperti berdadah-dadah kecil kepada pria yang amat dikaguminya itu dan untungnya lambaian itu disambut Soo Hyun. Ia melambai kecil untuk Yeon Hyo masih dengan senyum indahnya. Tapi itu tidak lama, hanya kira-kira terjadi 4 detik saja.

“Panas.. apa kalian tidak merasa panas?” Yeon Hyo mengambil bukunya dan mengipaskan buku itu asal kearah wajahnya yang seperti terbakar.

“Ya… panas, sangat panas. Aku hampir terbakar api rasanya!” Kyuhyun menjawab dengan wajah sewotnya, Ryeowook terkekeh kecil dan berbisik pada Kyuhyun.

“Terbakar api cemburu…”

++++

Selesai jam kuliah hari ini Yeon Hyo berjalan sendiri di lorong tempat lokernya berada. Ia melintasi kelas musik, anak-anak kelas musik juga sedah keluar karena jam mereka sudah selesai. Seorang gadis bernama Min Jae yang terkenal seantreo kampus itu berpapasan dengan Yeon Hyo, awalnya mereka hanya melempar senyum basa-basi. Tapi entah karena hari ini ia menang lotre atau ketiban senyum Soo Hyun, Yeon Hyo jadi baik hati dan berniat membantu temannya.

Cheogiyo!” Yeon Hyo memanggil Min Jae yang berjalan melewatinya.

Min Jae berpaling dan melihat kearah Yeon Hyo.

Ne? waeyo?” Min Jae tersenyum padanya sekilas.

“Erh… ada yang ingin kusampaikan padamu.” Yeon Hyo menghapus keringat yang menempel ditelapak tangannya ke celana jeans yang setia dipakainya itu kemana-mana.

“Apa? Katakan saja.” Min Jae tersenyum manis dan memberi kesempatan pada Yeon Hyo untuk bicara.

“Jadi begini, apa kau tahu Cho Kyuhyun anak sosiolog itu?” Yeon Hyo memulai rencana baiknya untuk membantu Kyuhyun mengutarakan perasaannya pada Min Jae.

“Cho Kyuhyun? Tentu saja. Dia sangat terkenal bukan? Setiap pagi namanya pasti dipanggil karena membuat ulah,” Min Jae tersenyum geli tapi Yeon Hyo malah merasa malu, ternyata sebegitu terkenalnya kah temannya itu? Terkenal memalukannya.

“Erh, haha begitulah. Ah… sebenarnya aku hanya ingin bilang kalau, erh tapi kuharap kau tidak kaget. Sebenarnya Cho Kyuhyun itu sangat mengagumimu, dia memujimu, katanya kau sangat manis, kurasa dia terlalu pemalu untuk mengatakannya keluar jadi aku hanya membantunya saja sebagai seorang teman. Maaf kalau mengganggumu tapi ya kau tahulah apa maksudku. Kalau kau juga menyukainya mungkin kau bisa memberikan lampu hijau padanya, aku yakin dia akan bergerak kalau kau memberi rambu-rambu itu padanya.” Yeon Hyo mengakhiri ucapannya dengan nafas berat, rasanya susah sekali menjelaskan ini semua, padahal ia bukan Kyuhyun.

Min Jae tampak kaget, matanya membulat. Sebuah senyum dilemparkannya pada Yeon Hyo, entah apa maksudnya.

“Benarkah? Ah, terima kasih. Sampai berjumpa lagi.” Min Jae memutar badannya cepat dan melangkah dari Yeon Hyo.

Yeon Hyo mengangkat bahunya tidak mengerti. Ia tidak tahu apa maksud gadis itu, ya setidaknya ia sudah membantu Kyuhyun untuk memberitahu gadis itu tentang perasaannya. masalah diterima atau tidak bukan yang utama.

“Ya aku yakin sebentar lagi Kyuhyun akan punya kerjaan lain, setidaknya kalau dia punya pacar aku tidak akan diganggunya lagi, ya baguslah. Dia pasti senang sudah kubantu, pasti!”

======

Keesokannya terasa agak berbeda. Kyuhyun jadi agak pendiam sejak pagi-pagi sekali, lebih tepatnya ketika Min Jae lewat dihadapannya dan terkikik sembunyi-sembunyi darinya, dan juga ada beberapa gadis yang tersenyum misterius, sepertinya ada kabar burung yang menyebar dengan cepat, tapi entah kabar apa itu.

“Ck! Mereka pasti sudah gila.” Kyuhyun mengibaskan tangannya tidak peduli, apa gunanya juga mengurus hal sepele seperti ini.

“Ya! Apa yang sudah kau lakukan?! Orang-orang bicara tentang kau!” Ryeowook yang datang-datang membawa berita miring semakin membuat Kyuhyun kesal, semua orang hari ini sama saja.

“Apa sih?!” Kyuhyun menjawab judes, entah kenapa ia jadi merasa illfeel.

“Lebih baik kau cari tahu apa yang orang-orang gosipkan tentang dirimu.” Ryeowook menepuk pundak Kyuhyun pelan menasehatinya tapi Kyuhyun malah terlihat acuh.

“Tidak penting, lebih baik aku menemui si dosen killer itu untuk meminta kuliah tambahan!” Kyuhyun menjawab enteng, seperti tidak ada beban dalam hidupnya.

“Dasar! Ya Yeon Hyo mana?” Ryeowook celingukan mencari gadis itu tapi sepertinya ia tidak ada.

“Entah, menghilang.” Kyuhyun mengangkat bahunya terlihat tidak peduli tapi dalam hatinya ia juga mencari Yeon Hyo.

“Mungkin sebentar lagi datang.” Ryeowook duduk disamping Kyuhyun dan menatap lurus kehamparan luas rumput dihadapannya.

Kyuhyun mulai membuat ulah lagi dan sekarang mangsa tunggalnya adalah Ryeowook, dia seperti tidak kehabisan akal untuk mengerjai Ryeowook yang hanya pasrah. Namun itu tidak berlangsung lama karena ketika Yeon Hyo melintas didepan mereka keusilan Kyuhyun menguap entah kemana. Baik Ryeowook atau Kyuhyun sama-sama tercengang melihat Yeon Hyo berjalan beriringan dengan Soo Hyun.

“Kenapa mereka?” Kyuhyun melotot tidak terima tapi tidak ada yang bisa dilakukannya selain duduk dengan amarah yang mengepul keluar dari dalam tubuhnya.

“Entah, kurasa hal buruk telah terjadi.” Ryeowook tidak berhenti melihat kearah Yeon Hyo yang tertawa disamping Soo Hyun.

Mereka berdua berusaha menutupi rasa kecewa, sakit, cemburu dan sedih mereka. Mereka saling berpandangan lesu, memang benar cinta mereka bertepuk sebelah tangan.

“Kuharap ini hanya mimpi.” Ryeowook menatap Kyuhyun lemas, meski ia telah mengetahui perasaan Yeon Hyo kepada Soo Hyun tapi melihat secara langsung kedekatan keduanya sangat menusuk, sakit sekali rasanya melihat gadis yang begitu disukainya sejak beberapa tahun yang lalu sekarang dengan pria lain, pria yang dengan mudah mendapatkan gadis itu yang dikaguminya itu.

“Entahlah.” Kyuhyun menerawang kosong, perasaannya kurang lebih sama dengan Ryeowook. Entah sejak kapan Soo Hyun mulai bisa menyukai Yeon Hyo, rasanya kemarin mereka hanya saling tersenyum tapi hari ini mereka sudah jalan beriringan? Sambil tertawa pula.

“Sudah lama aku menyukainya, sudah beribu hari aku menyiapkan hatiku untuknya tapi manusia itu dengan cukup satu hari menggeser posisiku,” Ryeowook menghela nafas berat disela ucapannya, rasa sakit ini sangat menohok.

“Sama, aku juga begitu. Si sialan itu tiba-tiba saja sudah mengambil posisi kita, kita harus bagaimana?” Kyuhyun bertanya pada Ryeowook lirih.

“Kurasa kita hanya bisa menjadi teman dan musuh Yeon Hyo saja. Kalau kita menjadi temannya maka kita harus mendukungnya tapi kalau kita menolak dipastikan kita akan menjadi musuhnya. Kau tahu kalau kita sudah berteman lebih dari 6 tahun, dan semuanya akan hancur dalam sekejap saja. Kita tinggal memilih saja.”

“Bahkan kalau kita memilih menjadi musuhnya kita tidak akan bisa menjadi Soo Hyun. Kita hanya akan menjadi orang yang dibencinya, kan?”

“Haha, benar. Dan satu yang harus kita ingat, ini bukan salah mereka. Ini salah kita mencintainya…”

*******

Hari ini Ryeowook dan Kyuhyun hanya bisa melihat saja, meratapi nasib mereka. Soo Hyun sepertinya terus mendekati Yeon Hyo, bahkan ketika di jam istirahat pria itu datang pada mereka dan mengajak Yeon Hyo kekantin bersamanya dan tentu saja Yeon Hyo memerima ajakan itu dengan gembira. Tidak ada satu kata larangan pun yang keluar dari bibir Kyuhyun atau Ryeowook. Mereka tidak punya hak untuk itu bahkan kalau mereka merasa sakit, itu hak Yeon Hyo untuk memilih.

Yeon Hyo memang gadis tomboy yang terlihat kasar tapi sebenarnya gadis itu adalah gadis yang menyenangkan. Ia memiliki kepribadian yang disenangi orang-orang pada umumnya, dan wajahnya juga mendukung, harus diakui gadis itu memiliki wajah ayu yang menarik perhatian, walau dengan setelan pria sekalipun wajah cantiknya tetap menonjol. Tidak heran Kyuhyun dan Ryeowook menyenanginya dan sekarang mereka harus dikalahkan dari Soo Hyun yang telah merebut hati Yeon Hyo.

“Kita mau apa?” Ryeowook menyenggol lengan Kyuhyun tidak semangat.

“Tidak tahu, aku tidak mau apa-apa.” Kyuhyun melirik Ryeowook malas, ia tidak sedang ingin melakukan hal apapun, bahkan kalau diberikan permainan paling mengasyikan di dunia ini juga ia tidak berniat memainkannya.

“Aku merasa sakit, entahlah perasaan apa ini, aku merasa sangat kecewa.” Ryeowook dan Kyuhyun saling berhadapan, Kyuhyun tersenyum getir mendengar ucapan Ryeowook, entah sejak kapan ia juga bisa tahu perasaan Ryeowook yang sama dengannya.

“Aku merasa lelah. Aku berusaha mendapatkan perhatiannya selama beberapa akhir tahun ini, setiap hari aku mencoba menarik perhatiannya tapi dia tidak pernah melihat kearahku, dia hanya tahu aku si Cho Kyuhyun yang usil, hanya seorang teman yang mengganggu.”

“Ya aku tahu itu. Kau mencoba menarik perhatian Yeon Hyo dengan mengusilinya dan aku mencoba untuk menarik perhatiannya dengan menjadi penolongnya di setiap kau mengusilinya, tapi tidak ada yang berhasil di antara kita. Tidak ada tempat lain di hatinya selain menjadi seorang teman biasa, kita tidak istimewa di matanya.”

Keduanya saling tertawa frustasi, menertawakan kisah cinta menyedihkan keduanya. Rasanya lucu sekali memiliki seorang teman seperjuangan yang sama-sama gagal, dikalahkan dengan sebegitu konyolnya.

“Kau benar. Kurasa aku tidak akan mencoba lagi, aku hanya akan tersakiti.” Kyuhyun menepuk pundak Ryeowook mengutarakan penyerahannya.

“Kau akan berhenti, ayolah! Soo Hyun itu belum tentu bersama Yeon Hyo, kita masih punya kesempatan!” Ryeowook melotot kaget, ia berusaha untuk mengobarkan semangat juang Kyuhyun tapi pria itu hanya menggeleng.

“Tidak, aku sudah sampai disini saja. Aku yakin meski dia tidak dengan pria itu pasti akan ada pria lain lagi selain aku, aku hanya temannya saja. Kurasa aku lebih cocok mendukungnya saja, bukan berusaha merusak kebahagiaannya,”

Ryeowook mendesah berat, benar apa kata Kyuhyun. Meski bukan Soo Hyun tapi pasti ada pria lain lagi yang muncul dalam hidup Yeon Hyo, akan lebih menyakitkan lagi baginya untuk terus mengejar gadis itu dan mencoba merusak semua hubungannya dengan pria yang disukainya, itu jauh lebih jahat lagi.

“Kau benar, kurasa aku juga tidak akan berusaha lebih jauh lagi. Jujur aku mulai merasa lelah.” Ryeowook mengutarakan perasaannya secara blak-blakan, rasa lelah mulai menghinggapinya.

“Jadi mulai sekarang kita akan melupakan Yeon Hyo sebagai gadis yang kita cintai? Kita akan mendukungnya dengan Soo Hyun?” Ryeowook bertanya kurang yakin, ada nada keraguan disana.

“Kurasa begitu, aku tidak memaksamu untuk melakukannya. Kalau kau masih akan berusaha maka usahakanlah yang terbaik, aku akan mendukungmu.” Kyuhyun tersenyum menyemangati Ryeowook tapi Ryeowook hanya menunduk.

“Kurasa aku tidak akan, aku tidak mau menyakiti Yeon Hyo dan diriku sendiri. Kurasa aku bisa memulai yang baru, seperti ketika kita baru bertemu, berteman tanpa ada rasa persaingan dan rasa ingin memiliki, aku tidak ingin itu terjadi lagi.”

“Benar? Kita bisa saling membantu kurasa.” Kyuhyun tersenyum lebar dan merengkuh Ryeowook erat.

Keduanya saling tertawa dan berusaha melupakan segala beban pikiran mereka, dalam hati mereka telah diukir janji untuk saling membantu melupakan perasaan mereka masing-masing, memulai semua yang baru.

Tapi sayangnya, itu semua tidak semudah yang dibayangkan. Mungkin dihari-hari pertama mereka masih bisa bertahan, menjaga senyum mereka, berusaha mengendalikan emosi mereka. Namun ketika hari berubah menjadi minggu segalanya menjadi terasa berat, ketika kedekatan Yeon Hyo dan Soo Hyun menjadi semakin menjadi-jadi sesak itu kembali datang.

Janji yang mereka buat ternyata tidak mudah untuk mereka tepati, rasanya sulit tersenyum dibawah tekanan yang seperti ini, rasa sakit mendalam itu kembali menusuk relung hati Kyuhyun dan Ryeowook.

Dan yang mereka lakukan adalah, tidak ada.

Tidak ada yang bisa mereka perbuat, apa yang bisa menjadi alasan mereka untuk menghalangi hubungan Soo Hyun dan Yeon Hyo? Apa masuk akal keduanya melarang Yeon Hyo menjalin hubungan dengan Soo Hyun hanya karena rasa suka kekanak-kanakkan mereka berdua?

Rasanya Yeon Hyo akan menertawakan mereka berdua, konyol. Perasaan mereka mungkin konyol dimata Yeon Hyo, mereka hanya bersahabat. Memang Yeon Hyo tidak bisa melarang Kyuhyun mau pun Ryeowook untuk menyukainya, tapi kalau sampai kedua pria itu menghalangi kehidupan pribadinya semuanya menjadi konyol, perlu ditertawakan mungkin.

“Kita bodoh, kan?” Ryeowook berbisik pada Kyuhyun yang selalu setia duduk disampingnya setiap hari kuliah, mereka berdua lebih cocok terlihat seperti sepasang kekasih daripada sepasang sahabat yang sedang mencari kekasih berdua.

“Sangat, kita sangat bodoh kurasa.” Kyuhyun menertawakan kebodohan dirinya dan Ryeowook, setiap hari keduanya hanya duduk dan menyaksikan adegan mesra Yeon Hyo dan Soo Hyun. Entah sudah seberapa jauh hubungan keduanya mereka juga tidak paham. Yeon Hyo sudah jarang berkomunikasi secara langsung pada Kyuhyun atau Ryeowook, sibuk mengurusi Soo Hyun sepertinya.

Kadang mereka hanya menyapa basa-basi ketika berpapasan, tidak ada lagi yang namanya bergurau dan duduk menghabiskan waktu bertiga. Yeon Hyo terlalu sibuk akhir-akhir ini, ada saja acaranya dengan Soo Hyun, entah itu mengerjakan tugas bersama atau sekedar bertemu.

“Apa kau merasa ingin menghentikan ini semua?” Ryeowook kembali bertanya lagi, entah kenapa segala sesuatunya harus ditanyakan pada Kyuhyun dulu, Kyuhyun seperti panutan hidupnya.

“Entahlah, kau sendiri? Tanya saja pada dirimu sendiri, jangan terus mengikutiku. Aku bukan orang yang bisa kau terus ikuti, ikuti perasaanmu, lakukan hal yang kau inginkan. Jangan terus mengikuti orang! Ini bukan usia dimana kau mencari jati dirimu lagi, ikuti dirimu sendiri Kim Ryeowook! Aku bosan terus kau tanyai seperti ini.” Kyuhyun menatap Ryeowook sinis, entah karena ia memang sudah gerah terus ditanya atau karena terbawa emosi.

“Maafkan aku, bukan maksudku selalu mengikutimu. Tapi aku hanya bingung saja harus bagaimana, aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa lagi sekarang.” Ryeowook agak menunduk, ada perasaan tidak nyaman dalam dirinya.

“Hhh… sudahlah, aku hanya terbawa emosi saja, tapi kuharap kau tidak selalu mengikutiku terus, kita memang memiliki nasib yang serupa tapi kita tidak sama, kau adalah kau dan aku adalah aku. Jangan terlalu mengikutiku, kau bisa celaka.” Memang Kyuhyun bicara pada Ryeowook namun tatapan matanya terus mengawasi Soo Hyun dan Yeon Hyo didepan sana.

Belum Ryeowook menanggapinya Kyuhyun sudah bicara lagi. “Apa kau berpikir sepertiku? Apa mereka sudah pacaran?” Kyuhyun menyengol lengan Ryeowook sembari menunjuk arah Yeon Hyo dan Soo Hyun dengan dagunya, Ryeowook hanya menggeleng tanda tidak tahu. “Kurasa begitu, mereka sudah sangat dekat, apa lagi yang kita tunggu Ryeowook-a? kita tidak selamanya harus jadi bujangan kan? Kita punya hidup kita sendiri,”

“Benar, tapi entah kenapa rasanya susah untuk melupakan perasaan ini, aku tidak bisa membedakan perasaan cinta dan sahabat lagi, perbedaannya sangat tipis. Aku jadi bingung selama ini apa yang telah kurasakan.”

“Justru itulah kita harus berubah! Kau tidak mau kan terus hidup seperti ini?! kita harus menata hidup dari awal lagi, banyak gadis lain diluar sana, yakini saja itu.” Kyuhyun menggenggam tangan Ryeowook penuh haru, mereka berdua memang teman seperjungan dan senasib sependeritaan.

“Kuharap itu bisa terjadi secepatnya, kau mau membantuku?”

“Tentu saja, kita saling membantu. Bagaimana?” Kyuhyun mengulurkan tangannya kearah Ryeowook dan dengan semangat Ryeowook menjabat tangan itu.

******

Semuanya butuh proses.

Itulah penggalan bijak Ryeowook jika Kyuhyun terus mendesaknya agar memberikan cara cepat untuk menemukan kembali cintanya yang lain, bukan Yeon Hyo.

Kyuhyun dan Ryeowook telah mengetahui perasaan mereka masing-masing. Meski lambat tapi harus mereka akui perasaan itu bisa mereka redam, rasa cemburu dan marah itu sudah tidak terlalu parah lagi. Mungkin masih ada tapi untungnya sudah terkendali.

“Tangkap!” Kyuhyun melempar bola kasti kearah Ryeowook, sekarang ia telah berpindah hobby, ia lebih senang bermain lempar bola daripada lembar kertas.

“Ya! Jangan lempar tinggi-tinggi!” Ryeowook mulai memprotes ketika bola itu melompat dari tangannya melewati kepalanya.

“Kau harusnya melompat! Tidak mungkin aku jongkok sewaktu melemparnya, sini ulangi lagi!” Kyuhyun mendengus sebal dan bersiap melempar sekali lagi, setiap hari sejak mereka berjanji untuk mencari pacar mereka malah seperti pacaran berdua, melakukan permainan yang tidak masuk akal dan terkadang mereka terlihat agak mesra.

Kyuhyun dan Ryeowook bermain sampai dada mereka sesak, sampai mereka kelelahan dan tidak bisa untuk sekedar berlari menangkap bola lagi. Mungkin dengan bermain mereka bisa menarik perhatian gadis-gadis di kampus, namun sepertinya mereka berdua hanya larut dalam dunia mereka sendiri.

“Kyu… apa kau merasa ini semua ada membantu kita? Aku cape Kyu.” Ryeowook meneguk botolan air mineral yang dibawanya dari rumah itu.

“Entah, aku juga cape. Pikiranku melayang-layang terus memikirkan masalah ini, hanya ketika bermain saja aku lupa jadi seperti inilah.”

“Kurasa kita harus mulai mendekati gadis-gadis bukan main bola tidak karuan seperti ini.”

“Siapa? Aku tidak terlalu mengerti hal-hal seperti itu.”

“Apa kau memiliki gadis yang kau sukai? Min Jae katamu waktu itu.”

“Tidak. Aku hanya bercanda saja itu, aku tidak menyukainya. Kau sendiri?”

“Aku juga tidak. Aku bingung Kyu…”

“Hmm… kenapa kita tidak mencari gadis diluar saja? Kenapa kita terus berlarut disini?! Aku yakin diluar sana banyak gadis cantik.” Kyuhyun terkekeh setan.

“Kau yakin? Aku akan ikut kalau memang itu bisa, tapi kita harus mulai dari mana?”

“Kita pergi saja ke pusat perbelanjaan, disana pasti banyak gadis-gadis. Lalu kita gunakan cara klasik, kita senggol dia sampai jatuh dan kita dekati dia pelan-pelan, bagaimana?”

“Terdengar gampang, tapi aku takut gagal Kyu.”

“Usaha dulu! kalau kau mau main bola main saja sendiri! Kita perlihatkan pada dia kalau kita juga bisa mempunyai pacar!”

“Baiklah, baiklah. Aku ikut denganmu.” Ryeowook mengambil tas ranselnya dan berjalan mengikuti Kyuhyun.

Ketika mereka sedang di parkiran kampus tanpa sengaja mereka memergoki Yeon Hyo dan Soo Hyun sedang berduaan. Kyuhyun dan Ryeowook saling bertukar pandang dan mereka sepakat untuk tetap melakukan apa yang mereka rencanakan, tidak peduli apa.

Kyuhyun dan Ryeowook pura-pura tidak melihat Yeon Hyo atau Soo Hyun.

“Hey!” Yeon Hyo menegur Kyuhyun dan Ryeowook terlebih dahulu. Entah hanya untuk basa-basi atau apa.

“Eh hai. Lama tidak bertemu.” Kyuhyun tersenyum tipis dan menjawab agak malas melihat Soo Hyun.

“Kalian mau kemana?”

“Pergi jalan-jalan sebentar.” Ryeowook menjawab seadanya.

“Oh, hati-hati.” Yeon Hyo melambai kepada mereka pelan.

Kyuhyun dan Ryeowook hanya menggangguk kecil dan bersiap mengambil motor mereka dari parkiran. Tanpa bicara lagi mereka langsung pergi dari kampus yang akhir-akhir ini membuat mereka sesak itu.

Kyuhyun merapatkan motornya kearah Ryeowook.

“Aku yakin mereka sudah pacaran!”

**********

Ternyata apa yang ada dalam pikiran Ryeowook memang benar, semua yang diteorikan Kyuhyun ternyata tidak semudah itu prakteknya. Memang banyak gadis-gadis cantik yang bisa mereka dekati tapi hanya sedikit sekali yang mereka masukan dalam kriteria atau daftar pacar.

Masih untung-untung keduanya tidak menyerah begitu saja. Mereka dengan sabar hampir setiap hari berkeliling kota entah dimana saja, mencari belahan hati.

Perlu proses melelahkan, hampir saja mereka putua asa dan berhenti. Entah kenapa wajah Soo Hyun semakin menyemangati mereka untuk menemukan pasangan mereka masing-masing.

Akhir-akhir ini perasaan mereka semakin aneh. Setiap melihat Soo Hyun dan Yeon Hyo bermesraan semuanya terlihat biasa saja, entah karena sudah terlalu sering atau memang perasaan mereka yang sudah berubah. Tidak ada lagi cemburu atau emosi yang berlebihan melihat itu semua, semuanya sudah biasa saja dimata Kyuhyun dan Ryeowook.

Atau mungkin karena sudah ada tambatan hati mereka yang lain, semakin mereka membuat hati dan mata, semakin banyak mereka menemukan gadis-gadis yang bisa membuat mereka merasa deg-degan yang berlebihan.

Sampai pada titik dimana Kyuhyun dan Ryeowook menemukan gadis yang mereka rasa memang tambatan hati mereka, langkah yang harus mereka ambil adalah terus mendekati gadis tersebut dan pada akhirnya adalah menyatakan perasaan mereka. Ini pertama kalinya bagi mereka, perasaan mendebarkan yang berlebihan itu sekarang baru mereka rasakan. Biasanya dengan Yeon Hyo tidak pernah seperti ini, hanya perasaan antara suka dan kagum.

Semua tahap dari proses telah mereka jalani, dan sekarang adalah hasil yang mereka dapatkan setelah menjalani rangkaian proses yang melelahkan itu.

“Ya!” Kyuhyun dan Ryeowook menghampiri Yeon Hyo dan Soo Hyun yang sedang duduk berduaan itu.

“Wae? Ada petir apa tiba-tiba kalian mendatangiku?” Yeon Hyo menatap kedua manusia itu curiga.

“Apa wajah kami seperti orang yang habis tersambar petir?” Ryeowook memanyunkan bibirnya tidak terima. “Boleh pinjam Yeon Hyo sebentar?” Ryeowook menatap Soo Hyun.

“Ayolah jangan pelit-pelit, sebentar saja.” Kyuhyun menimpali sebelum Soo Hyun bicara. Tidak ada nada sinis dalam ucapannya.

It’s ok.” Soo Hyun tersenyum tipis memberi izin.

Dengan sigap Kyuhyun dan Ryeowook menarik Yeon Hyo mengikuti mereka berdua.

“Kalian ini kenapa sih?” Yeon Hyo semakin curiga melihat senyum aneh Ryeowook dan Kyuhyun.

“Coba tebak,” Kyuhyun menampakkan mimik misteriusnya.

“Mana kutahu! Ada apa? Kalian aneh sekali!” Yeon Hyo berkacak pinggang menatap keduanya.

“Beri tahu dia!” Kyuhyun menyenggol Ryeowook.

“Ah… kau pasti kaget mendengarnya. Kami, aku dan Kyuhyun sudah tidak kalah darimu! Kami juga sudah punya seseorang yang spesial untuk kami seperti manusia itu.” Ryeowook menunjuk arah Soo Hyun dengan jahil.

“Benar? Tidak bohong?” Yeon Hyo melotot tidak percaya.

“Ish! Apa wajah kami seperti orang yangs edang berbohong? Kami masih pria tulen!”

Mendengar ucapan Ryeowook Yeon Hyo semakin tertawa.

“Apa ada yang lucu?!” Kyuhyun menatap Yeon Hyo sewot.

“Kalian lucu sekali. Ternyata benar kata Soo Hyun selama ini. Kalian menyukaiku?”

Kyuhyun dan Ryeowook melotot tidak percaya.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Semuanya dari Soo Hyun. Dia bisa tahu dari tingkah dan gerak-gerik kalian berdua. Aku baru sadar ketika diberitahu oleh Soo Hyun, kalian itu kekanak-kanakkan sekali. Kalian selama ini cemburu pada Soo Hyun?”

“Itu dulu! sekarang tidak ada lagi yang seperti itu!”

Yeon Hyo merengkuh pundak kedua sahabatnya itu dengan senyum.

“Aku tahu! Aku juga sudah punya Soo Hyun bodoh! Aku ingin berterimakasih pada kalian untuk cinta dan kasih yang kalian berikan padaku selama ini. kalian baik, selalu menjagaku, aku senang mengetahuinya. Tapi bagaimana pun kita ini sahabat! Kalian sama seperti Soo Hyun, aku menyayangi kalian juga, hanya saja pada porsi masing-masing. Kalian bertiga adalah pria-pria kesayanganku, aku mencintai kalian juga, sebagai sahabat. Aku juga tidak bisa hidup tanpa kalian.”

Mereka bertiga saling menatap, senyum terkulum dari bibir mereka.

“Kita akan selalu bersahabat! Seperti dulu dan sekarang, kan?”

“Tentu saja! Kita akan selalu seperti ini.”

“Aku tidak keberatan kalau Soo Hyun juga masuk dalam kelompok kita!”

“Aha! Bagaimana kalau kita melakukan triple dates? Terdengar menyenangkan.”

Kyuhyun dan Ryeowook menggangguk menyetujui.

“Hahaha, kalian ini polos sekali.”

“Apa maksudmu?! Ha?!”

Kyuhyun dan Ryeowook menatap Yeon Hyo pura-pura marah tapi Yeon Hyo malah tertawa senang.

“Kurasa aku tidak akan berhenti menyayangi kalian, you’re my lovely’s boys…”

= Selesai =

______________________________________________________________

FF ini prnh d post d ourfanfictionhouse.. Ak req~ FF dn jadilah FF diatas.. Bgus yah.. hohoho

Aku yg maen lgi.. YEY!!!!!

5 comments
    • emang.. hihihi.. keren ya yg bikin.. it yg bikin author favv ku..

  1. Lady Of Lemon said:

    Harusnya aq baca FF ini dr dulu… Bagus banget…..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: