I Got My Dream 2


Title : I Got My Dream #2

FF buatan tanteku.. it’s not mine..

>FLASH BACK :
Ak, Chae Yeon, penggemar berat CN Blue yg beruntung bs jadi dancer mereka. Ak mengejar impianku menjadi seorang penari hingga ak harus meninggalkan negaraQ, Indonesia. Meninggalkan kerabat dan keluarga, tapi ak bersyukur disini ak g sendirian, ad Su Ji teman satu apartemen, dan ad Yeon Na sahabatku dan Joon Seo yg sudah seperti kakakQ sendiri.
Beberapa hari ini, kami, team dancer cn blue mendapat tugas untuk meyelesaikan proyek secepatnya, yaitu mencari gerakan untuk beberapa lagu cn blue. Dan ak yg paling terhormat, untuk menarikan lagu Yong Hwa yg “Because, I Miss You” yg luar biasa slow dan sangat menyentuh it. Tuntutan yg berat. Dan ak kesulitan mendapatkan feel saat menarikannya. Sekali lagi ak mendapat kehormatan, ak dianjurkan oleh pelatih untuk belajar langsung dengan Yong Hwa.
<FLASH BACK END :

***

“Yakin??!!!” Yeon Na terkejut wkt ak cerita kalau ak harus belajar dengan Yong Hwa. Ak hanya menganggukkan kepala dan tersenyum nakal melihat ekspresi Yeon Na nampak iri. Terang saja dia iri, dia penggemar berat Jong Hyun, selama ini dia yg berharap bs ngobrol akrab dengan Jong Hyun.

“Ahhh, beruntung sekali kamu Chae Yeon, sebeeellll !!!!!” Yeon Na memukul pundakku dengan muka cemberut.

“Aduh! Sakit Yeon Na ! Tenang saja, kalau nanti aku sudah akrab dengan Yong Hwa , ak bakal minta dia ngenalin Jong Hyun ke kamu, hehehe ” candaku disusul tawa Yeon Na.

***

“Semangat !!” Joon Seo menyemangatiku saat ak berada diruang latian dengan muka lesu. “Bukannya kamu memang berharap bisa ngobrol dengan artis idolamu itu ? ” Joon Seo mencubit hidungku.

“Iya, ak cuma grogi, heheh” ak meringis menanggapi pertanyaan Joon Seo. “Tanggung jawabku juga besar, ak sendirian, pelatih berharap penuh ke ak, ak jg g mau dipandang sebelah mata oleh penggemar2 CN Blue nanti saat konser,” tambahku.

Joon Seo mengacak rambutku dengan manja, “fighting Chae Yeon ! Km pasti bisa ! Pelatih berharap padamu, krn dy tau km mampu ! Ak jg yakin, km pasti bisa! Selama latian sm km, ak melihat km org yg pekerja keras, km rela dr pagi latian sampe larut malam, tarianmu juga bagus dan menarik. ” Hibur Joon Seo, tangan kanannya meraih tangan kiriku, dan menggenggamnya, “kamu pasti bisa !!”

***

“Ak harus dapat tiket VIP ya nanti saat konser, ak mau liat kamu! ” Su Ji merangkul pundakku

” Su Ji !! It konser CN Blue , bkn konserQ ! “

” Eh? Kan ak mau meliat hasil kerja kerasmu selama ini, semangat ya! Kamu pasti sukses!!” Su Ji mengepalkan kedua tangannya, dan tersenyum manis padaku

***

“Terima kasih teman2 untuk semangatnya,” ak menghentikan lamunanku , lalu bangkit berdiri. Ak segera ganti baju, setelah tadi latian dengan teman2, sepertinya ga cocok ketemu dengan Yong Hwa pakai baju yg pastinya bau keringat. Ak mengambil celana jins biruQ dan baju hem kotak2 ku yg berwarna hijau. Ak segera mengenakan sepatu kets’ku. Merapikan loker. Setelah berpamitan dengan teman2, ak pun bergegas meninggalkan ruang latian menuju lantai 3.

Ak melangkah perlahan melewati setiap ruangan di lantai 3 ini. Ak merasa asing. Selama latian disini, ak hanya berkutat di lantai 2. Dan sekarang ak harus berkeliling di lantai 3, sendirian, mencari ruangan Yong Hwa.

5 menit ak berkeliling ga jelas, akhirnya ak menemukan ruangan yg ak cari. “Akhirnya, fiuuhh…” Ak menghela napas , mengatur napas , memberanikan diri mengetuk pintu. Ya Tuhan, tanganku seperti robot, berat sekali menggerakkannya untuk mengetuk pintu yg berada didepanku ini. Aku menutup mukaku dengan kedua tanganku, ak menggelengkan kepalaku, ak hampir histeris. Ak mundur dua langkah kebelakang, ak menenangkan diri dulu.

Ak berpikir ap kata pertama yg harus ak ucapkan waktu memasuki ruangan itu.
– *Annyeong , ak Chae Yeon,* –» “aaaahhhhh!!” ak menggelengkan kepalaku, “emang dy mau tau namaku?”

– *hai , ak dancer yg mau belajar sama Anda* –» ak mengerutkan kening, dan menerawang, “oohh!! Pede banget ak ini!” Ak memukul jidatku

– hanya tersenyum semanis mungkin saat bertatapan muka dengan Yong Hwa –» “Eeeehhhh??????? Menjijikkan sekali,”

“Aaaahhh…sssshhh..” Ak menarik napas dalam2, “mengalir saja, rileeekkksss…” Ak menenangkan diri sendiri, lalu kembali mendekati pintu ruangan itu, ak melemaskan tangan kananku sebelum memegang pegangan pintu. Ok, sudah rileks,, ak menundukkan kepala menatap gagang pintu, sekarang hitung mundur… 3… 2…

CEKLEK !
“Oh?” Pintu nya terbuka sebelum ak memegang gagang pintu, jarak tanganku dengan gagangnya hanya 5 cm, “pintunya otomatis?” Batinku. Tapi…ak melihat kaki seorang pria dibalik pintu itu, ak memejamkan mataku, jangan sampai itu Yong Hwa, sangat memalukan! Perlahan ak mengangkat wajahku, perlahan tapi pasti, dan… Yakk!!! Yong Hwa sedang menatapku dengan muka bingung. Ak pun menghela napas pendek sambil membuang muka menutupi rasa maluku.

“Siapa??” Ya Tuhan, Yong Hwa sedang bertanya padaku.

Dengan ragu2 ak kembali mengangkat wajahku memberanikan diri untuk menatapnya, sekarang pintu sudah terbuka lebar , dan Yong Hwa sudah berdiri didepanku. Ak gelagapan. Panik. Grogi. Ak harus jawab ap?

Ak membuka mulutku untuk mengeluarkan kata ap saja untuk memecahkan suasana, meskipun ak ga tau harus bicara ap.

“oh kau disini rupanya, ak mencarimu daritadi. Hei Yong Hwa, dia penari yg ak ceritakan kemarin” suara pelatih!! Ak menoleh dengan muka yg nampak cerah, ga sesuram tadi. Beruntunglah ak!

“Annyeong,” sapaku pada pelatih sambil membungkukkan badanku.

“Oh..ayo masuk..” Tiba2 saja Yong Hwa angkat suara dan menyuruhku memasuki ruangannya. Baru 2 langkah, ak menoleh ke arah pelatih, berharap dia ikut masuk juga untuk menemaniku.

“Hati2 ya, jangan cari gara2 !” Bisik pelatih

Aaaahhhh???!! Semangatku langsung kendor. Ap maksud kata2 pelatih “hati2″ ?? Jadi seperti masuk kandang singa saja. Ak pun menyerah, sepertinya pelatih akan meninggalkanku sendirian diruangan ini. Berdua saja dengan artis idolaku yg tadi hampir bkin jantungku merosot sampai ke ujung kaki.

“Bye bye ,” bisik pelatih sambil berjalan berjinjit meninggalkanku.

“AAAHH PELA.. !!” Ak hampir saja meneriaki pelatih saat ak tersadar ak sedang berada didepan ruangan Yong Hwa. Ak langsung menghentikan teriakanku, berputar 90 derajat, dan melangkahkan kaki memasuki ruangan.

Hmmm…ruangannya cukup luas. Banyak terdapat gitar diruangan ini, temboknya putih bersih tanpa foto atau lukisan yg tertempel disitu. Diujung ruangan ad sepasang jendela dengan pemandangan kota Seoul. Keren .didepan jendela diletakkan sofa panjang dan meja kecil. Ak mengikuti Yong Hwa menuju sofa.

“Duduk!” Yong Hwa menyuruhku untuk duduk di sofa, tepat disebelah dia hanya berjarak 100 cm. Ak menurutinya , duduk perlahan jangan sampai membuat suara gaduh. Ak ga akan membuat diriku malu untuk kedua kalinya.

“Kamu…yg sering latian hingga larut malam itu ya?” Yong Hwa membuka pembicaraan dan menatapku dengan serius.

Ak hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepala.

Yong Hwa pun hanya menarik napas pendek, lalu kembali menatapku. Omoo, dia manis sekali dari jarak dekat seperti ini. “Jadi, ad yg bs ak bantu?” Tanyanya padaku

“Oh? Uuhhmm..mmm..itu..soal..uhhmm”. Bagus sekali, ak grogi disaat seperti ini, memalukan! “Soal lagu mu.” Jawabku pendek.

” I Miss You ?” Tanya nya sekali lagi

“Iya, saat konser CN Blue nanti, ak yg akan tampil untuk menarikan lagu itu, hanya saja, ak kesulitan untuk dpt feel’nya” jawabku dengan lancar.

” Kenapa? ” Tanya Yong Hwa singkat , sambil meraih gitarnya.

” Ak ga tau, baru kali ini ak kesulitan dapat feel untuk sebuah lagu, tarianku jadi terasa hampa,”

” geuriwo geuriwoso
geudega geuriwoso
meil nan honjasoman
geudereul bureugo bullobwayo “

Ak terpaku saat mendengar Yong Hwa yg tiba2 bernyanyi dengan gitar ditangannya. Didepanku. Lagu itu..jadi berbeda. Seperti ad sesuatu yg ingin disampaikan, tapi ap?

Ak menarik napas dalam2 saat dia berhenti bernyanyi. Ak menggigit bibir bawahku. Suarany benar2 bagus.

“Bernyanyi dan menari pada intinya adalah sama. Sama2 menggunakan .. ” Tangan kanannya memegang dadanya, “Ha..ti..” Imbuhnya perlahan.

Bola mataku bergerak ke arah pemandangan kota Seoul, ak berpikir dan mencoba memaknai kata2 yg barusan dilontarkan Yong Hwa. ” Sama2 ingin menyampaikan sesuatu pada penonton,” kataku sambil perlahan menoleh pada Yong Hwa. Dan diapun tersenyum mendengar jawabanku.

” Kata Pelatih, kamu penari yg paling mampu menjiwai setiap lagu yg kamu tarikan, kenapa lagu yg satu ini ga bisa ?” Tanya Yong Hwa sambil meletakkan gitarnya kembali di ujung ruangan.

“Yaaa…ini pertama kalinya ak menampilkan tarian dengan lagu slow, ternyata sangat sulit. ak ingin memberi yg terbaik saat konser nanti. ” Jawabku dengan penuh semangat.

“Hmm…” Yong Hwa menganggukkan kepala dan tersenyum lebar. Cakepnya minta ampun! “”Besok, jam berapa ruang latian kosong?” Tanya Yong Hwa tiba2.

“Eh?? Uhmmm..biasanya anak2 dtg jam 10, usai latian sekitar jam 3 sore,” jawabku sambil mengingat2 kebiasaan team dancer latian.

“Ssshh..hhmm..besok..jam 8 pagi..di ruang latian..jangan terlambat!” Kata Yong Hwa sambil melangkah menuju pintu

“Hah?! Diruang latian? Untuk ap?” Ak bingung mendengar perintahnya tadi,

“Liat saja besok,” jawabnya sambil menoleh padaku. Ak yg saat it masih terdiam ditempat, dengan muka bingung, perlahan2 bergerak melangkah mengikuti Yong Hwa untuk kluar ruangan. Tiba2 saja Yong Hwa menghentikan langkahnya secara mendadak, terang saja ak terkejut dan ikut menghentikan langkahku dgn tiba2. “Siapa namamu?” Tanya Yong Hwa dengan badan sedikit membungkuk untuk menatap wajahku, terang saja dia harus membungkukkan badannya, karena dia lebih tinggi 20cm dari aku.

“Park Chae Yeon,” jawabku singkat dengan sedikit keberanian menatap wajahnya.

“Baik Chae Yeon, sampai ketemu besok,”

***

Keesokan harinya,

“Tap tap tap tap..hap hap..tap..5..6..7..8..”
Sekarang pukul setengah 8 pagi, ak sedang mencari inspirasi gerakan lagu Intuition. Ak sudah tiba ditempat ini dari jam 7 pagi tadi. Kalau ga begini, semua target team dancer ga akan cepat selesai. Waktunya semakin dekat aja.

BRUKK!
“Aaauuww…sshhhh..” Ak menggigit bibir bawahku. Ak Terlalu bersemangat melakukan gerakan, saat melakukan perubahan dari kaki kiri didepan langsung beputar 360 derajat ke kiri, ak jd ga bisa menjaga keseimbangan, otomatis ak langsung terjatuh.

Ak memegangi pergelangan kaki ku. Senut2! Sakit banget ! Mau digerakkan sedikit saja, ngilu rasanya. Ak menahan rasa sakitnya, mencoba untuk bangkit berdiri menuju kursi yg terletak di ujung ruangan.

“Aaauuww..sakiiiiitttt….” Rintihku saat ak ga berhasil menggeser kaki kananku sedikit saja.

***

“Oh? Yong ? Sudah datang pagi2 begini ?” Sapa manajer CN Blue saat melihat Yong Hwa berjalan naik ke lantai 2.

“Uh’um, ak perlu latian dengan salah satu penariku.” Jawab Yong Hwa pada manajer , lalu dia kembali menaiki tangga ke lantai 2 sambil bersiul2 , saat hampir mendekati ruang latian, dia tiba2 berhenti saat mendengar suara “BRUUKKK..” Dan disusul suara rintihan cewek “Auuuwww….”

***

“Chae Yeon??”
Ak menyibakkan rambutku yg menutupi bagian samping mukaku dan menoleh , ak terkejut saat mendapati Yong Hwa sudah berada didepan pintu. Ak berusaha menutupi rasa sakitku, dan berkata “ak ga apa2,” sambil berusaha berdiri (lagi). Tapi sayang, ak gagal lagi, ak terjatuh lagi dan kali ini rasany lebih sakit dari yg awal tadi.
“AAaarrgghhh….sssshhhh…hufh..” Ak mengerang sambil kembali terduduk dan memegangi pergelangan kaki kananku.

Yong Hwa berlari ke arahku, memastikan keadaanku baik2 saja. “Ak ga ap2, mungkin cuma terkilir..” Kataku sambil berusaha tersenyum untuk menutupi muka kesakitan. Tapi sepertinya ak g bs membohongi Yong Hwa. “Mukamu pucat,” jawabnya singkat , lalu tangannya meraih pergelangan kakiku yg sakit dan dilihatnya dengan cermat.

“Auwww..” Ak berteriak kesakitan lagi saat Yong Hwa mencoba meluruskan kakiku. Sakit sekali.

“Chae Yeon!!” Ak menengadah ke atas untuk melihat siapa lagi yg dtg

“Oh..Joon Seo ! Kakiku terkilir..” Ak mengeluh pada Joon Seo yg saat itu berjalan mendekatiku dengan wajah paniknya karena melihat ak sedang kesakitan saat ini.

“Kenapa? Kamu ga ap2 kan?” Joon Seo meraih kaki kananQ yg tadi dipegang Yong Hwa. Ak yg saat it sudah ga tahan dengan rasa sakitnya, tanpa terasa air mataku udah menetes banyak sekali, terlalu sakit untuk ditahan, ak udah ga kuat.

“Sakit sekali, ak g bs gerakkin kakiQ sedikitpun,” keluhku pada Joon Seo dengan suara tersedu2.
Tanpa aba2 , Joon Seo langsung membopongku, “ak akan bawa dia ke rumah sakit sekarang,” kata Joon Seo pada Yong Hwa yg saat itu hanya terdiam menatapku. Yong Hwa pun hanya mengangguk.

***

“Mataku pedih rasanya,”

“Oh? Kamu udah bangun?? Selama perjalanan ke rumah sakit kamu terus merintih kesakitan sampe nangis , untung kamu pingsan setelah sampe rumah sakit.” Joon Seo menarik kursi ke dekat tempat tidurku. Saat ini ak berbaring ditempat tidur disalah satu rumah sakit di Korea. Kaki kananQ mati rasa, ak cuma bisa merasakan kaki kiriku.

“Kaki kananku??”

“Hhh…ga ap2. pasti sembuh kok, hanya saja kalau kamu menuruti ap kata dokter,” terang Joon Seo sambil meraih segelas air putih dimeja, dan menyuapkan beberapa sendok ke mulutku.

“Ap kata dokter??”

“Kamu harus istirahat, paling tidak selama 2minggu,,”

“2 MINGGU ??!!!” Ak terkejut. Jelas. “Tapi kan masih banyak yg harus ak selesaikan,”

“Kan ad ak, Ak masih mampu, yg penting kamu jaga kesehatan. Biar pas konser nanti, kamu udah sembuh total. Ak cuma ga mau km sakit lg.” Bola mata Joon Seo tepat sedang menatapku.

Ak tertunduk lesu mendengar nasihat Joon Seo, mau tidak mau, ak harus menuruti nasihatnya.

***

Tok tok tok…
Terdengar pintu diketuk, ak menoleh pada jam dinding. Jam 8 malam. “Bukankah harusnya jam berkunjung sudah habis?” Ak mengerutkan keningku. “Siapa? Masuk saja! ” Sapaku pada orang dibalik pintu itu.

KREEEEKKK….

“Eh?? Annyeong..” Ak menundukkan kepala untuk menyapa orang yg baru saja masuk

“Sudah baikan ?” Tanya org itu padaku sambil berjalan ke arahku

“Eh-em,” ak menganggukkan kepalaku dan melirik ke arahnya. “Bukankah jam berkunjung sudah habis?” Tanyaku pada nya

“Ya. Justru itu. Ak kesini disaat jam berkunjung sudah habis, biar ga terlalu memancing perhatian orang,” jawabnya

“Ooohh..” Ak manggut2 tanda mengerti.

Sesaat kami hanya terdiam satu sama lain, ga nyaman sekali suasana seperti ini. Akhirnya ak pun yg memulai pembicaraan lagi, ” gamsahamnida. Tadi pagi udah menolongku,” kataku dengan sedikit senyuman.

“Ohh..anniyo. Joon Seo yg menolongmu, bkn ak,” jawabnya

Ak menggelengkan kepalaku, “ehem..kan km yg pertama kali dtg menolong,”

“Sudahlah. Sudah malam, jaga kesehatan! Cpt tidur!”

Ak hanya menganggukkan kepala. Mataku sudah terasa berat dari tadi. Ngantuk sekali. Berbicara dengan orang yg disebelahku saat ini pun seperti setengah sadar. Dan ak pun tertidur tanpa sempat mengucapkan ‘selamat malam’.

***

Ak mengerjap2kan mataku, silau. Perlahan ak membuka mataku. Seperti ad seseorang disampingku, tapi ak belum terlalu jelas bisa melihatnya. Ak harus ngumpulin nyawaku dulu.

“Sudah bangun?” Suara seorang cewek mengejutkan, yg ternyata adalah Yeon Na

“Yeon Na?? Kenapa ad disini? Jam brp sekarang?” Tanyaku sambil berusaha bangun dari tempat tidur. Ak udah g inget lagi udah berapa lama ak berbaring ditempat tidur.

“Eh!! Kamu blm boleh bangun!” Yeon Na menahan pundakku. “Sekarang jam 10. Joon Seo yg menyuruhku kesini buat nemenin kamu, setelah latian nanti dia mau kesini.”

Ak kembali merebahkan tubuhku ditempat tidur. “Kamu belum cerita sama ak gimana pertemuanmu sama Yong Hwa ?” Yeon Na memberikan segelas susu padaku.

“Oh??” Ak hanya menggelengkan kepala. “Biasa. Ak jadi gila. Hehehe, kamu tau, mau buka pintu ruangannya saja ak berasa grogi bgt, ga tau brp lama ak berdiri didepan pintunya, sampe akhirnya dia yg membuka pintu, memalukan!!” Ak menutup mukaku dengan kedua tanganku.

“Hahahah…oya?? Tapi dia baik kan ? Ramah ? Sombong ga ?” Yeon Na nampak bersemangat.

Ak tersenyum dan menggelengkan kepalaku, “dia baik kok. Manis banget dari deket.” Pikiranku menerawang ke kejadian tempo hari lalu, seperti mimpi. Ak yg biasany cuma bisa memandangi Yong Hwa dari layar kaca, bisa berhadapan langsung dengannya, bahkan dia….. “Hah?!!!”

Yeon Na terkejut melihatku yg tiba2 kaget, “kenapa?”

“Semalam??? Aaaaaaa…..” Ak mengacak rambutku sendiri. Aq teringat kejadian semalam.

“Chae Yeon! Kenapa sih ??”

“Semalam Yong Hwa kesini. Ga sadar, ak ketiduran didepan dia. Aaaa..memalukan!!”

“Yong Hwa ??!! Kesini? Ahh Chae Yeon, dia baik banget, padahal kalian baru aj kenal lho..dia tau kamu penggemar beratnya?” Yeon Na memukul2 tempat tidurku

Ak langsung menggelengkan kepalaku, “Nggak ! Dia ga tau. Dan ak ga mau kasih tau. Ak ga mau suasanany seperti antara artis dan penggemar, yg canggung, sok jaim. Ak lebih nyaman kalau dia ga tau ak fans beratnya, biar ak aj yg gila. Hehehe” jawabku panjang lebar

“Hah?! Chae Yeon, kamu ga memanfaatkan wkt dengan baik, siapa tau kalau dia tau km penggemarnya, kamu jadi bs dkt sama dia,” Yeon Na memarahiku

“Enggak Yeon Na. Ak ga mau. Ga enak seperti itu,”

***

Sementara di studio FNC,
“Hyung, ap bener ad salah satu team dancer kita yg sedang cidera?” Tanya Min Hyuk sambil memainkan stik drumnya. Mereka sedang berkumpul untuk latian lagu2 baru mereka.

“Iya..” Jawab Yong Hwa singkat.

” Cidera karena ap ?” Tanya Jong Hyun yg saat itu sibuk mengutak-atik gitarnya.

Yong Hwa yg sedari tadi sibuk dengan paper note2 baloknya, langsung menoleh pada Jong Hyun dengan tatapan berpikir. Setelah mengambil napas panjang, Yong Hwa beranjak pergi meninggalkan teman2nya yg masih nyaman dengan muka bingung mereka.

***

“Persiapkan diri, jaga kesehatan! Jangan sampai ad yg jatuh sakit karena terlalu kelelahan.” Pesan Joon Seo pada rekan2 satu team. Sekarang pukul 1 siang. Latian sudah usai.

“Joon Seo,,!”

Joon Seo yg sedang sibuk merapikan ruang latian, saat mendengar namanya dipanggil, langsung menoleh dan mendapati Yong Hwa yg sedang berjalan ke arahnya.

“Ap kata dokter soal kaki Chae Yeon?” Tanya Yong Hwa

Joon Seo berjalan ke arah Yong Hwa, dan sekarang mereka berdiri saling berhadapan. “Pergelangan kakinya sedikit bergeser, butuh waktu sekitar 2 minggu untuk benar2 sembuh total,”

“Hmmm..” Yong Hwa menghela napas pendek dan menganggukkan kepala.

“Kenapa Hyung ? Ad perlu dengan Chae Yeon??l tanya Joon Seo

“Oh??” Yong Hwa langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya,” nggak, manajer yg menanyakan, takutnya dia nanti g bisa ikut tampil di konser nanti. Sangat disayangkan penari handal seperti dia ga bs ikut tampil di konser besar nanti.”

“Ohh…dia punya semangat yg tinggi, kerja kerasnya melebihi keras kepalanya, dia pasti bisa ikut kok,” jawab Joon Seo

“Baiklah,” Yong Hwa menepuk pundak Joon Seo dan berbalik hendak berlalu. Baru beberapa langkah, dia menghentikan langkahnya, dan kembali berbalik menghadap Joon Seo, “oiya, mengenai konser itu, akan diadakan juga di Jepang, tepat 2 minggu setelah konser di Seoul, persiapkan tim mu !”

***

Sekarang jam 4 sore, dan ak sedang berada ditengah taman rumah sakit. Sendiri. Dengan kursi roda pastinya. Tadi ak minta tolong seorang suster untuk membantuku duduk dikursi roda. Ak bener2 bosan ditempat tidur terus 2 hari ini. Yeon Na sudah pulang daritadi, dia ad perlu dengan teman apartemennya. Su Ji , dia belum bisa menjengukku, akhir2 ini dia memang sangat sibuk, ak maklumi. Oh, Joon Seo, kata Yeon Na dia mau datang kesini setelah latian, tapi tadi dia sempat meneleponku bilang kalau dia g bs kesini, karena ayahnya perlu dia. Jadi..malam ini ak sendirian. Ak menekan tombol ON di mp3 ku, lalu memasang headset. Mendengarkan lagu adalah solusi yg lumayan berguna untuk mengisi waktu.

“Ahhh Chae Yeon ! Disini kau rupanya !” Ak terkejut saat tiba2 ada seseorang yg menyentuh pundakku. Ak melepas headsetku dan menoleh, “oh? Pelatih..” Sapaku sambil menundukkan kepalaku tanda menyapa. Tiba2 saja bola mataku menangkap rombongan orang dibelakang pelatih. Ak sedkit memiringkan kepalaku ke kiri, “oh..????” Ak membelalakkan mata, ak g nyangka siapa orang yg berdiri didepanku saat ini. C.N Blue !!!

Disana ad Jung Shin, Jong Hyun, Min Hyuk, dan pastinya Yong Hwa. Bagus sekali pelatihku ini, pintar ! Kalau begini caranya, ak pasti cepat sembuh. Andaikan Yeon Na ad dsini saat ini, dia pasti sudah jatuh pingsan. “Terima kasih sudah menjengukku kemari,” kataku pada mereka yg saat ini duduk ditepi kolam,

“Kebetulan tadi ak mau njenguk kamu, ehh ni mereka2 pada mau ikut semua,” terang pelatih sambil menunjukkan mukanya yg lucu. Ak hanya tersenyum mendengar penjelasan pelatih.

“Kaki kananmu ya ? Kenapa ?” Tanya Min Hyuk dengan jari telunjuknya menunjuk pada kaki’ku.

“Iya..soalnya wak..”

” Waktu latian terlalu bersemangat, jadi terkilir. Pergelangan kakinya sedikit berputar ditempat yg ga seharusnya,” Yong Hwa memotong kata2ku. Ak hanya melongo saja saat dia menjelaskan panjang lebar mengenai sakitku.

“Wohh?? Hyung !! Kau sudah tau, kenapa ga memberitahu kami ! ” Keluh Min Hyuk dan menyenggol lengan Yong Hwa

” Hei ! Dia kan muridku, ak harus tau keadaannya.” Bantah Yong Hwa lalu mengacak rambut Min Hyuk. Ak geli melihat tingkah mereka berdua. Ternyata Yong Hwa ga seperti yg nampak di film2, cowok cool, pendiam, dingin, emotional. Ternyata dia lucu. Ak menahan tawa saat melihat Min Hyuk hendak membalas mengacak rambut Yong Hwa, tapi langsung dilarang Yong Hwa dengan gaya bicara Yong Hwa yg seperti seorang ayah yg sedang berbicara pada anaknya. “Hmmpppfffthh..” Ak menahan tawaku, mereka benar2 lucu.

“Hei hei ! Malah bertengkar ! ” Pelatih melerai ulah mereka berdua.

” hahahahahah…Min Hyuk,,,, jangan nakal ! ” Canda Jong Hyun menirukan gaya Yong Hwa.

Ak benar2 geli mereka melihat ulah mereka semua. Rasany ingin sekali tertawa terbahak2 saat ini, tapi jelas ga mungkin, memalukan. Ak cuma bisa menutup mulutku, mencegah bibirku terbuka lebar dan mengeluarkan suara yg bisa terdengar oleh semua pasien di Rumah Sakit…. Deg!! Mataku bertabrakan dengan tatapan Yong Hwa. Tanpa aba2 , senyum kami berdua pun langsung mengendur. Ak bener2 kaget. Tatapannya benar2 menusuk jantung. Ak langsung menggerakkan bola mataku ke arah lain, suapay ga saling bertatapan lebih lama lagi. Tangan kananku langsung refleks memegang dadaku, jantungku berdegup cepat. Ya Tuhan ! Dia idolaku. Sekarang ada didepanku, menjengukku. Band favoritku. Ad didepanku, sedang tertawa lepas, bercanda, layaknya kami seorang teman lama.

Ak bersyukur sekali dengan ap yg sudah terjadi dalam hidupku. Kalau saja ak ga terkilir, mungkin sekarang mereka ga ad didepanku. Ak merasa menjadi orang paling berbahagia didunia ini. Ak bisa menggapai impianku menjadi seorang koreografer dan penari sukses di Korea ini. Bahkan ak bisa menjadi dancer band Korea favoritku. Dan sekarang, ak sedang tertawa lepas bersama mereka. Siapa sangka ak bkal bisa sedekat ini dengan mereka.

“Ahh..Chae Yeon, sudah hampir malam. Ga terasa. Kalian semua bicara terus, Chae Yeon jadi ga bisa istirahat…” Gertak pelatih pada semua personil CN blue, pastinya gertakan bercanda. ak hanya menggelengkan kepala menunjukkan kalau ak ga setuju dengan ap yg dikatakan pelatih.

“Ahhh pelatih. Kita kan hanya menghibur orang yg sedang sakit..” Canda Jung Shin

“Maaf ya Chae Yeon, ak membawa orang2 yg salah. Hahaha” pelatih kembali meledek mereka semua

Ak buru2 melambaikan tanganku sambil menggelengkan kepalaku dan hampir sedikit tertawa, “ohh..nggak kok, ak justru seneng kalian semua sudah datang menjengukku hari ini. Ak merasa terhibur, ak jadi ga kesepian. Terima kasih pelatih. Terima kasih Jung Shin~ssi , Jong Hyun~ssi , Min Hyuk~ssi , Yong Hwa~ssi “

“Ahhh..sudah. Cepat kembali ke kamar, istirahat !” Perintah pelatih padaku.

“Mm…” Ak menganggukkan kepala dengan pasti.
Akhirnya mereka pun berpamitan pulang dan meninggalkan ak, baru beberapa langkah mereka menjauh, tiba2 Yong Hwa berbalik menghampiri, dan sedikit membungkukkan badannya agar mukanya pas didepanku, ” masih berminat menari? ” Tanyanya sambil mengangkat kedua alisnya.

” Hmm ?? Tentu saja ! Ga ad yg bs menghalangiku untuk berhenti menari ! ” Jawabku dengan tegas

Yong Hwa tersenyum mendengar jawabanku, “besok jam 10 pagi ak kesini, qt lanjutkan latian qt yg tertunda kemarin” setelah berkata demikian, dia pun langsung berbalik menyusul teman2nya, sedang ak masih terdiam seribu bahasa. “Terima kasih Tuhan,” batinku.

***

Tik..tak..tik..tak..
Ak melirik jam dinding dikamarku, jam 10 malam. Ak g bs tidur. “Bosan,” keluhku. Perlahan ak bangun dari tempat tidur, membenarkan posisi dudukku, ak meraih remote TV yg terletak dimeja disamping tempat tidurku. Terlalu jauh. Sulit banget untuk menggapainya. “Uuuuhhh…” Ak bersusah payah meraih remote, tapi gagal. Brakk! Remotenya malah jatuh ke lantai. “Jengkel !!”

” Hei ! Kamu bisa jatuh kalau seperti itu,”

Ak terkejut saat tiba2 ada seseorang yg masuk kamarku, ” ah Joon Seo , ak sudah sehat, jangan kau anggap sakit terus “

Joon Seo buru2 mengambil remote TV yg jatuh tadi dan menyerahkan padaku, ” kamu memang masih sakit ! “

Ak cemberut , kesal , hanya Joon Seo satu2nya orang yg paling cerewet soal sakitku ini, ” kenapa kamu malam2 begini bisa masuk? “

” Ya, ak menyempatkan waktu buat nengok kamu, siapa tau kamu nakal , heheheh “

” Sembarang ! Ak ga akan macam2, pulang sana ! ” Ak memukul pundak Joon Seo

“Iya iya, jangan tidur malam2 ! ” Joon Seo mengacak rambutku, lalu pergi meninggalkanku sendiri yg asyik nonton televisi.

***

Kamar 314 ,
” Syukurlah, ” ak tersenyum lega , perban di kaki ku pagi ini sudah bisa dilepas. 70% ak sudah bisa berjalan tanpa bantuan kursi roda lagi. Tapi kata dokter, ak masih harus tetap menjaga kaki ku , belum boleh terlalu banyak bergerak. Tak apa. Yang penting ak besok sudah boleh pulang. Bosan sekali tinggal dikamar terus.

Tok tok tok
” Masuk, ” ak berjalan perlahan menuju pintu hendak membuka pintu. Susah payah ak mencapai pintu, tamunya sudah membuka pintu sendiri. “Oh, selamat pagi, ” sapaku sambil berusaha kembali ke tempat tidurku. Tangan kiriku menyentuh setiap sudut meja untuk membantuku berjalan, dan aku sangat terkejut saat tiba2 tangan Yong Hwa memegang pundak dan lenganku. Baik! Sekarang artis idolaku sedang menuntunku. Uhhh..ak deg2an !!!

” Terima kasih, ” ucapku sambil membenahi diri ditempat tidur. “Jadi ? Ap yg perlu ak pelajari hari ini ?” Tanyaku pada Yong Hwa

Dia tersenyum mendengar pertanyaanku, lalu bola matanya berputar seperti sedang memikirkan sesuatu. “Kaki mu bagaimana?” Tanya Yong Hwa. Ak mendengus kesal, dia sama sekali ga menjawab pertanyaanku.

” Besok ak sudah boleh pulang, tapi ak masih harus istirahat paling tidak 2 minggu..” Ak manyun, tanda kesal. “Padahal ak pingin cepat menari,”

” Kenapa ? Hdp mu masih panjang , kaki mu cuma minta 2minggu untuk istirahat, sisany masih banyak,” hiburnya

ak menepuk dadaku, ” menari it kebutuhan jiwaku.” Ak berhenti sejenak untuk menghela napas, ” bagaimana kalau tangan mu terluka, dan kamu ga bisa main gitar lagi untuk sementara waktu ? Arghhh..it sangat menyiksa..”

Yong Hwa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala, ” ak kan menjaga tanganku dengan baik, ga seperti kamu, bermusuhan dengan kaki mu. ” Ledeknya

” Ap maksudnya ? ” Ak mengerutkan keningku.

” Setiap hari, dari pagi, sampai malam, kamu terus berlatih. Gimana kaki mu ga lelah ? “

” Ohh ?? Mana kamu tau ak latian dari pagi sampai larut ? Ak cuma bekerja keras untuk konser CN Blue,” ak membela diri.

” Jelas saja tau, setiap kali ak dari lantai 3 hendak turun, pasti lewat depan ruang latianmu. Pasti selalu ad kamu disana. Dan kamu selalu sedang menyiksa kakimu..”

” Ak g menyiksa kakiku, ” ak mulai jengkel dengan kata2nya.

” Tapi, ak ingin melihat kamu menari lagi, ” ucap Yong Hwa sambil menatap ke arahku.

Ak terkejut dan menoleh padanya, ak g nyangka dia bakal ngomong seperti itu. ” Makasii.. ” Jawabku dengan tersipu.

” Hmmm..ok . Km blm boleh menari kan ? Kalo gitu, Mulai besok, setiap jam 7 malam , datang ke ruang musik. Ikut latian dengan CN Blue. Gimana?? ” Belum sempat ak menjawab dia sudah melanjutkan bicaranya lagi, ” oh..Ak ad jadwal pemotretan , ak pergi dulu ya, “

” Eh, kenapa begitu ? Untuk ap ak latian dengan CN Blue ? ” Ak sedikit berteriak padanya, tapi dia hanya melambaikan tangannya. “Apa2an ini? Ap hubungan tarianku dengan latian dengan mereka?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: