I Got My Dream 3


Judul : I Got My Dream #3

Genre : Romance

Main Cast : 1. Jung YongHwa
2. Park ChaeYeon (reader)
3. Kim JoonSeo (fiktif)

Other Cast : 1. Suzy
2. Cho YeonNa (fiktif)
3. Lee JongHyun
4. Kang MinHyuk
5. Lee JungShin

Disclaimer : Real own my plot <<tanteku yg nulis not me..
Note : ni ff chapter ke 3 , sebelum baca bagian ini, pastikan kalian udah baca chapter #1 dan #2 ya :)

________________
” Eh, kenapa begitu ? Untuk apa aku latian dengan CN Blue ? ” Ak sedikit berteriak padanya, tapi dia hanya melambaikan tangannya. “Apa-apaan ini? Apa hubungan tarianku dengan latian dengan mereka?
_________________

Aku mengetuk-ngetuk iPod ku dengan jari telunjukku dengan headset melekat ditelingaku. Sekarang waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Aku sudah mengemas semua barang-barangku yang ada dikamar. Rasanya sudah nggak sabar ingin cepat pulang. Joon Seo semalam meneleponku, dia bilang dia yang akan menjemputku dan mengantarkan aku pulang. Tapi baru saja dia meneleponku , memberitahuku kalau ternyata dia ada rapat internal , dia janji akan pulang secepat mungkin dan segera menjemputku. Dia telepon tadi jam 8 pagi. Sekarang jam 10. Ak sudah mulai merasa bosan ditempat ini sendirian.

***

“Hyung ! Hyung!! Ayo rapat !!” Teriak Min Hyuk saat melihat Yong Hwa akan masuk ke ruang musik

Yong Hwa menoleh dengan muka bingung,, ” rapat apa?? ” Tanyanya pada Min Hyuk yang sekarang tepat berdiri didepannya, dan sedang ‘ngos-ngosan’.

” Ahhh…Hyung!! Rapat internal, persiapan tour konser kita,” Min Hyuk sedikit jengkel mendengar tanggapan Yong Hwa.

“Ohhh….” Yong Hwa hanya mengangguk2kan kepala, “dengan siapa saja memangnya?” Tambahnya sambil mencari kunci ruang musik di saku celananya.

” Ya semua, termasuk dengan penanggung jawab team dancernya, konser kita kali ini akan berbeda, pasti lebih meriaaaahhh….” Min Hyuk mengangkat kedua tangannya, mukanya nampak gembira

” Ohhh…Joon Seo??” Tanya Yong Hwa kembali pada Min Hyuk tanpa mempedulikan Min Hyuk yang sedang membayangkan konser CN Blue beberapa minggu lagi.

” Hu’um…” Jawab Min Hyuk dengan pandangan menerawang ke atas , dan kedua tangan didepan dada dan senyum-senyum sendiri..

Yong Hwa yang sudah hampir membuka pintu ruang musik, tiba2 berhenti sesaat , seperti teringat sesuatu,,kemudian dia kembali mencabut kunci ruangan it, kembali menaruh di saku celana dan segera meninggalkan Min Hyuk yang masih asyik dengan khayalannya.

***

Aku berjalan perlahan mendekat ke arah jendela. Kaki ku sudah semakin pulih, aku rasa tidak butuh seminggu untuk bisa kembali menari. Aku sudah tidak butuh kursi roda, tidak perlu mendengar ocehan Joon Seo yg selalu melarangku untuk jalan sendiri. Aku tersenyum membayangkan diriku kembali lincah seperti dulu, menari dengan semangat berapi-api seperti dulu.

Jam 12 siang..
Ak semakin bosan duduk diam dikamar ini sendirian. Kalau aku naik taksi pulang sendiri, pasti Joon Seo bakal marah besar. Su Ji sih mau njemput aku, tapi Joon Seo jg melarang , katanya dia yang ingin mengantar aku pulang. Tapi dia rapatnya lama sekali, sama saja dia sedang menyiksaku sekarang.

Kreeekkkk……
Ak menoleh dengan muka gembira, akhirnya Joon Seo datang juga. “Lho?? Aku pikir Joon Seo,” saat aku mendapati orang yang masuk kamar ternyata bukan Joon Seo melainkan Yong Hwa.

” Ayo, aku antar pulang,” kata Yong Hwa tiba-tiba sambil berjalan ke arah barang-barangku dan siap menjinjing koperku.

“Eh..” Ak menghentikan kegiatannya itu, “kamu kenapa?? Baru datang langsung ambil barang orang,,”

Yong Hwa menoleh sedang tangan kanannya kembali meletakkan koperku, ” kamu mau pulang hari ini kan ?”

” Iya, Joon Seo yg akan menjemputku..” Jawabku tegas

” Joon Seo rapat kan ? Kau mau menunggunya disini hingga malam?” Tanya Yong Hwa dengan tegas dengan kedua alisnya terangkat

Ak mengerutkan kening dan cemberut , aku diam sebentar untuk berpikir,,,,”tapi….Joon Seo janji menjemputku secepatnya, dia bilang rapatnya nggak akan lama, mungkin bentar lagi…” Jawabku dengan penuh keyakinan

Yong Hwa berjalan ke arahku , ” dia baru kali pertama ikut rapat, dia nggak tau berapa lama biasanya kami menghabiskan waktu di meja rapat untuk membicarakan sesuatu..kamu mau menunggu hingga larut malam nanti, terserah kamu..lagian kamu disini juga nggak punya siapa-siapa kan? Siapa yg mau menemanimu atau mengantarmu pulang ? ” Yong Hwa menyilangkan kedua tangannya, dia penuh percaya diri, bikin aku jadi salah tingkah.

Aku sedikit mendengus kesal, antara percaya dan nggak. Antara grogi dan kesal. Antara senang dan bingung. Aku memalingkan mukaku , aku nggak mau menatap Yong Hwa yang sekarang berdiri didepanku, aku pasti bakal jadi salah tingkah, ” aku punya Yeon Na , aku punya Su Ji , aku punya Joon Seo , aku punya….mmm…” Ak berhenti sejenak sambil memikirkan nama seseorang , asal aja , toh dia juga nggak bakal tau . Tapi sayang, aku sama skali nggak punya ingatan tentang nama siapapun, “mmmm…” Lagi-lagi ak hanya bergumam, “siapa lagi?!” Tanya Yong Hwa secara tiba-tiba , yang membuat aku terkejut dan kebingungan, aku pun menoleh secara mendadak dan aku semakin terkejut lagi karena muka Yong Hwa sudah tepat berada didepanku, “ehh??” Ak membelalakkan mata. Kali ini aku benar-benar salah tingkah, “mmmm…” Nafasku mulai nggak berarturan, ibarat pertandingan bola, aku udah kena kartu merah, nggak bisa berkutik lagi. “Mau pulang sekarang atau tidak?” Tanya Yong Hwa dengan tegas dan tatapan yang sangat menyeramkan. Mau tidak mau, aku pun menjawab ” iyaaa..” Dengan suara loyo. Tanpa menunggu lama, Yong Hwa langsung menarik koperku dan tangan kanannya menjinjing tas ku yang cukup besar berisi baju-baju bersih.

Aku berjalan dibelakang Yong Hwa dengan kepala tertunduk, mengikuti langkah kakinya, kalau dia cepat, aku juga cepat. Kalau dia lamban, aku juga lamban. “Sini! Aku masih bisa bawa barang-barangku sendiri,” aku hendak menarik tas ku yang dia bawa,,tapi Yong Hwa hanya menanggapi dengan gelengan kepala, ” yang sakit kaki ku, bukan tanganku, jadi aku masih bisa membawa barang,” rujukku sekali lagi dengan nada yang mulai sedikit kesal. Yong Hwa menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku, ” aku nggak punya banyak waktu, kalau kamu bawa barang-barangmu sendiri, kamu pasti bakal berjalan lambat.” Jawabnya singkat lalu kembali melanjutkan jalannya. Aku mendengus kesal dengan bibir manyun, ” kalau nggak punya banyak waktu, kenapa memaksa mengantarku pulang,” gerutuku. “Apa??” Ga disangka dia mendengar suaraku , tapi mungkin nggak terlalu jelas. Aku cepat-cepat menggelengkan kepalaku dan langsung mengikuti jalannya lagi.

Perlahan aku menatap Yong Hwa yang berjalan didepanku. Celana hitam dengan hem biru kotak-kotak dipadu dengan sepatu kets. Cool ! Tanpa sadar senyumku pun mengembang. Dia artis ! Artis idolaku ! Ak sendiri lupa gimana ceritanya, gimana awalnya , aku bisa sedekat ini dengan dia. Aku berjalan sambil senyum-senyum sendiri. Rasanya seperti mimpi, pulang diantar artis idolaku. Tapi, Aku juga ngerasa nggak pede. Aku cuma masyarakat biasa, dan sekarang seorang artis sedang berjalan disampingku hendak mengantarku pulang. Betapa beruntungnya aku. Kenapa Yong Hwa bisa sebaik ini sama aku ya ? Padahal , kita belum lama kenal , baru ketemu sekali dulu pas di ruang musik itu, tapi kenapa dia udah mau nganter aku pulang segala.

“Hey !!”
Ak terkejut dengar suara itu, ternyata sudah sampai parkiran. Lama sekali aku melamun, sampai nggak kerasa udah nyampe parkiran, ” dari tadi kamu senyum-senyum sendiri, penyakit kakimu mempengaruhi otakmu ya?” Tanya Yong Hwa sambil memasukkan barang-barangku ke bagasi mobil. “Woh??” Ak hampir saja mengumpat, tapi ak langsung menggigit bibir bawahku saat sadar kalau Yong Hwa manangkapku saat sedang melamun tadi. Malu!!

” Cepat masuk, keburu dilihat orang , aku nggak mau ada berita yang enggak-enggak tentang kita,” Yong Hwa berjalan ke arah pintu mobil sebelah kanan. Aku menurut saja , langsung masuk mobil tanpa banyak bicara.

” Banyak mengeluh, siapa juga yang maksa mengantarku pulang,” gerutuku didalam mobil,

” Ok . Sebutkan alamatmu! ” Tanya Yong Hwa saat dia sudah masuk ke mobil, lalu memasang seatbelt nya dan mengenakan kacamata hitamnya.

Setelah aku menyebutkan alamat apartemenku, Yong Hwa langsung tancap gas. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Aku daritadi hanya memandangi indahnya kota Seoul lewat jendela. Sesaat kami hanya berdiam diri. Aku nggak tau harus membuka pembicaraan dengan topik apa.

” Apa yang membuatmu bisa sampai ke Seoul ? ” Tanya Yong Hwa memecahkan suasana

” Hmmm???…mmmm…. Mimpi, ” jawabku singkat tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya. Aku mengetuk-ngetuk jendela mobil dengan jari-jariku sambil menikmati lalu lintas Seoul yang padat tapi nggak macet.

” Mimpi ? Mimpi apa ? “

Aku menganggukkan kepala , ” Mimpi menjadi seorang penari profesional ,,,menjadi koreografer kelas dunia..” Ak menerawang ke langit yang siang ini nampak biru cerah.

Terdengar sedikit suara Yong Hwa tersenyum, ak menoleh menatapnya. Benar dia sedang tersenyum. ” Kamu mau menghabiskan hidupmu hanya untuk menari? ” Tanya Yong Hwa tanpa menoleh ke aku. Tentu saja, dia harus terus melihat lurus kedepan, kalau sampai mobil ini menabrak sesuatu, bisa kembali ke Rumah Sakit lagi aku.

” Tentu saja, seperti lagu Britney Spears, Keep on dancing till the world end !” Jawabku mantap.

” Sejak kapan kamu menari ? “

” Uhhmm…sejak aku berusia 13 tahun…. Waktu itu aku sama sekali nggak punya basic jadi seorang penari, aku nggak bisa menari sama sekali. Dan aku tetap berniat masuk ke salah satu kelompok tari, dengan hanya bermodal nekat. Tapi aku beruntung bertemu seorang senior yang sangat menghargai semangatku untuk belajar, karena dia juga aku bisa seperti sekarang…..upz..maaf, aku banyak bicara..” Aku menutup mulutku dengan tangan kananku tanpa berani menoleh ke arah Yong Hwa.

Yong Hwa tersenyum geli mendengar ocehanku, ” benar kata Joon Seo , kerja kerasmu melebihi keras kepalamu, ” Yong Hwa tersenyum dan menoleh ke arahku sebentar.

” Joon Seo bilang begitu..?? hmmm… Ak hanya mengejar mimpiku..” Jawabku dengan menggerakkan jari telunjuk dan jari tengah secara bergantian seperti orang berjalan.

Terlalu asyik mengobrol, nggak terasa sudah sampai didepan apartemenku. Yong Hwa langsung turun dari mobil dan menuju bagasi, aku bergegas menyusulnya. Aku sudah terlalu banyak merepotkannya, lagian nggak enak juga kalau sampai banyak orang yg melihat. Dia artis besar. ” Biar aku saja,” aku mengulurkan tanganku untuk meminta barang-barangku.

“Ehh..tidak boleh ! Aku antar sampai dalam,” Yong Hwa menutup bagasi mobilnya, langsung membawa barang-barangku dan berjalan menuju pintu masuk apartemenku. ” Lantai berapa? ” Yong Hwa menoleh ke arahku .

Aku hanya mengacungkan jari telunjukku, maksudku mau menjawab lantai 1 , tapi aku sama sekali nggak berani mengangkat mukaku. Banyak orang disini, dan aku yakin mereka sekarang sedang memandang Yong Hwa dengan histeris dan memandangku dengan sebelah mata. Sampai didepan lift pun aku masih menundukkan kepalaku, aku sama sekali nggak berani menampakkan wajahku, sampai tangan Yong Hwa menarik lenganku untuk masuk ke lift.

” Sudah. Kau bisa mengangkat kepalamu sekarang.”

Perlahan-lahan aku mengangkat kepalaku, bola mataku langsung bekerja melirik ke kanan dan ke kiri memastikan kalau liftnya benar-benar kosong. Aku menarik nafas lega.

Tiinngg…
Akhirnya sampai juga di lantai 1. Aku berjalan mendahului Yong Hwa. Suasana di lantai 1 nggak seramai di lantai dasar tadi, jadi aku nggak perlu menundukkan kepala.

” Ini kamarku. Terima kasih sudah jauh-jauh mengantarku pulang,” kataku pada Yong Hwa , tidak lupa aku membungkukkan badan.

Yong Hwa hanya mengangguk dan tersenyum kecil, “Cepat masuk !” Perintahnya sambil menyerahkan tasku.

Aku merogoh kunci kamarku di saku jaketku. Setelah menemukan kuncinya, aku langsung menarik koperku ke dalam kamar lalu kembali di ambang pintu kamar. “Sudah. Kau sudah bisa pulang sekarang,”

” Iya. Jangan lupa nanti malam jam 7 di ruang musik,” setelah berkata demikian, Yong Hwa langsung berbalik badan dan berjalan menuju lift. Aku masih berdiri di depan kamarku melihat dia sampai hilang ditelan lift. “Terima kasih Tuhan,” batinku.

” Ehemm..”

Aku mendengar suara seorang wanita dibelakangku, aku menoleh untuk melihat “aaahhh..Su Ji.. Aku kangen!” Aku berlari memeluk tetangga tersayangku itu

” Kamu sudah sehat? Maaf ya aku nggak pernah bisa menjengukmu, ” Su Ji menarik sedikit rambutku, kebiasaan yang sering dia lakukan.

Aku mengangguk dan tersenyum, “iya, nggak apa-apa, aku bisa ngerti kok..” Aku membalas mencubit kedua pipi Su Ji yang tembem itu.

” Ayo ! Kamu hutang cerita ke aku ! ” Su Ji menarikku masuk ke kamarku.

Setelah ganti baju dan menyiapkan beberapa minuman dan makanan kecil untuk teman mengobrol, aku menyusul Su Ji yang asyik duduk di depan TV, ” ceritanya panjaaaaaannnggg…..” Seruku sambil menempatkan diri di sofa

” Ceritakan ! ” Perintah Su Ji dengan penuh semangat

***

” Hyung ! Dari mana saja ??” Teriak Min Hyuk saat melihat Yong Hwa baru saja datang ke asrama.

” Kenapa? “

” Tadi manajer mencarimu..kau kemana tadi ? Kenapa nggak datang rapat ? ” Min Hyuk mengikuti langkah Yong Hwa

” Aku ada urusan mendadak. “

***

” Saya harap, konser kali ini berbeda dengan konser-konser sebelumnya, baik dari konsep panggung, acara, hingga performa C.N Blue sendiri,, ” manajer C.N Blue menerangkan panjang lebar mengenai konser C.N blue mendatang yang akan diselenggarakan di Seoul dan Jepang.

Sementara yang lain serius mendengarkan penjelasan manajer, lain halnya dengan Joon Seo. Sedari tadi dia sibuk membolak-balik handphone-nya. Dia berusaha menghubungi Chae Yeon melalui message , tapi sama sekali tidak ada tanggapan dari Chae Yeon. Dia khawatir terjadi apa-apa dengan Chae Yeon, paling tidak, dia cemas Chae Yeon akan marah padanya, karena dia Terlambat menjemputnya.

Dari tadi Joon Seo menggerakkan kakinya tanda cemas, dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi pada rapat kali ini. Pikirannya hanya tertuju pada Chae Yeon. Dia satu-satunya wakil dari bagian creative, jadi sangat tidak mungkin dia meninggalkan rapat ini.

Waktu menunjukkan pukul 6 malam , akhirnya rapat selesai juga. Joon Seo segera merapikan berkas-berkasnya dan bergegas ke luar ruangan. Joon Seo berlari secepat mungkin menuju parkir mobil. Setelah berhasil duduk didalam mobil tanpa membutuhkan waktu yang panjang, dia segera menyalakan mesin mobil dan bergegas tancap gas menuju Rumah Sakit.

***

” Kamu mau kemana ? ” Tanya Su Ji saat melihatku sudah berpakaian rapi.

” Yong Hwa.. Aku disuruh ikut latian C.N Blue.” Jawabku dengan tetap sambil menatap kaca. Kaos putih motif grafiti dipadu dengan syal biru, dan celana panjang jins abu-abu berpadu dengan sepatu kets biru. ” Ikut yuk ! ” Ajakku pada Su Ji yang masih saja melongo melihatku menari sendiri didepan kaca

” Hah?! Enggak ah, kamu kan baru tadi keluar dari Rumah Sakit ? Kenapa sudah mau keluyuran malam-malam gini ? Kemana Joon Seo ?”

Aku melangkah ke tempat tidur untuk mengambil tasku , sambil berjalan ke arah Su Ji ak menjawab rentetan pertanyaan Su Ji, ” aku sudah sehat kok, kamu liat kan?… Joon Seo lagi sibuk, aku nggak mau terlalu sering merepotkannya juga..aku bisa naik bis ke tempat latihan, dekat kok..”

” Kamu yakin ? Aku antar ya..??”

“Oh nggak perlu, tenang aja, aku pasti baik-baik saja..” Jawabku sambil menepuk pundak Su Ji dan bergegas berlalu

” Tapi kamu sudah memberitahu Joon Seo kan ?” Teriak Su Ji

Tanpa menoleh pada Su Ji aku hanya melambaikan tanganku, tanda kalau aku belum memberitahu Joon Seo. Aku mau seperti dulu, nggak terlalu bergantung pada orang lain. Lagipula Joon Seo pasti masih sibuk. Daritadi siang dia mengirimi message ke hape ku, tapi maaf Joon Seo, aku lagi nggak ada pulsa , jadi aku nggak bales dan hape ku juga aku tinggal di kamar. Batinku.

***

Di ruang latihan,
” Hahaahahahaha ” Jong Hyun menjitak kepala Jung Shin, sementara Min Hyuk hampir melempar pria iseng itu dengan stick drum-nya. Jung Shin memang satu-satunya anggota yang paling bisa menghibur teman-temannya. Selain lucu, dia juga iseng. Sementara ketiga temannya sedang beradu mulut sambil tertawa , Yong Hwa sedari tadi menatap layar handphone-nya, bak menunggu sesuatu.

***

Di apartemen,
” Annyeong, Chae Yeon sedang tidak ad dikamarnya..” Ujar Su Ji saat melihat seseorang mengetuk pintu kamar Chae Yeon dengan panik.

” Oh? Annyeong.. Apa kamu tau dia kemana ?” Tanya Joon Seo

” Dia tadi bilang mau ke dorm.. Ada perlu apa ya? Nanti biar aku sampaikan ke dia, “

” Dorm? Malam-malam begini ? Apa kamu tau tadi dia pulang dari Rumah Sakit naik apa ? ” Tanya Joon Seo semakin naik darah

” Uhmmm… Kalau tidak salah dengan Yong Hwa..” Jawab Su Ji dengan sedikit mengingat-ingat

Tanpa banyak bicara, setelah berpamitan dengan Su Ji, dia pun segera menuju dorm.

***

Di ruang latihan,
” Wahh ? Eonnie !! Kau sudah sehat ?? ” Sapa Min Hyuk saat melihatku mengetuk pintu

” Hmm.. ” Aku menganggukkan kepalaku.

” Masuk, ada perlu apa ? ” Tanya Jong Hyun

” Uhmm,,aku juga..kurang tau.. Aku hanya disuruh Yong Hwa untuk datang kesini.. ” Jawabku ragu-ragu

” Ohhh.. Eonnie, bagaimana kakimu ? ” Tanya Jung Shin saat melihat kakiku masih diperban

” Sudah sedikit baikan, hanya saja aku masih harus banyak istirahat..”

” Jadi..bagaimana tarianmu? ” Jong Hyun memandang ke arahku

Aku mencibirkan bibirku dan mengerutkan kening dan sedikit memainkan bola mataku, ” apapun kata dokter, aku akan tetap menari, ” jawabku yakin

” Keras kepala..!”

Serentak kami berempat menoleh, ternyata Yong Hwa sudah berada di ambang pintu, entah sejak kapan dia mendengarkan percakapan kami hingga berani berkomentar seperti itu

Aku terus memandangnya dengan muka cemberut, dia dengan cueknya berjalan masuk ruangan dan mengambil gitarnya, lalu duduk dan siap latihan. “Menjengkelkan!” Batinku

” Oh, Jong Hyun, nyanyikan satu lagu cipataanmu.. Biar Chae Yeon belajar soal emosi jiwa dalam lagu.. ” Ucap Yong Hwa

” Hmm .. Tears drop in the rain, ” setelah berkata demikian, mereka segera memainkan bagian mereka masing-masing dan Jong Hyun menyanyikan lagu itu dengan sangat bagus. Aku merinding mendengarnya. Selama ini aku nonton VCD konser mereka , sering mendengar lagu mereka, tapi aku belum pernah merasakan seperti ini. Bahkan disaat tidak ada penonton pun, Jong Hyun bernyanyi sangat bagus sekali. Jangankan ikut bernyanyi, untuk bernafas saja aku sampai lupa, bahkan hingga lagunya berhenti pun aku masih terdiam dengan muka polosku.

” Bagaimana ? ” Tanya Jong Hyun sambil mengibaskan tangannya didepan mukaku. Aku sedikit terkejut, “ya??” Tanyaku tiba-tiba.

” Bagaimana ? Dapat emosinya ?” Tanya Jong Hyun

” Ooohhh…uhmmm… Iya, in… ” aku belum menyelesaikan kata-kataku tiba-tiba saja aku mendengar seseorang mengetuk pintu, serentak kami pun menoleh, ” lho? Joon Seo ?”

Joon Seo hanya berdiri di ambang pintu, nampak sekali mukanya sedang marah . Tanpa memberi salam dengan yang lain, dia hanya mengucapakan sedikit kata , “Chae Yeon! “. Tanpa kata-kata , aku tau dia sedang menyuruhku keluar.

” Permisi sebentar,” aku berjalan keluar ruangan menyusul Joon Seo yang sudah menungguku dengan muka merahnya.

” Kenapa dia ? ” Tanya Min Hyuk pada yang lain saat melihat suasana ruangan jadi mencekam.

Sementara di luar,
” Joon Seo,” sapaku dengan sedikit ketakutan dan muka menunduk. Aku nggak berani menatap muka marahnya, hanya sesekali saja aku melirik padanya.

” Darimana saja kamu ? ” Tanyanya tanpa memandang mukaku sedikitpun.

” Aku.. “

” Kamu tau aku seharian cemas memikirkanmu ??! ” Joon Seo sepertinya tidak mau mendengarkan penjelasanku, belum sempat aku menjawab pertanyaannya saja, dia sudah memotong kata-kataku. ” Kamu tau aku daritadi bolak-balik mencarimu, aku ke Rumah Sakit , aku ke apartemenmu, ” tambahnya dengan nada sedikit emosi.

” Maaf, ” ucapku lirih

” Maaf ? Jam berapa sekarang ? Kamu baru saja tadi keluar dari Rumah Sakit dan sekarang , jam segini, kamu sudah pergi lagi , sendirian pula,, ” nada bicara Joon Seo mulai agak meninggi, entahlah anak-anak C.N Blue yang didalam mendengar kami bertengkar atau tidak, yang pastinya sekarang Joon Seo sedang marah besar.

” Kenapa kamu nggak mau mendengarkan penjelasanku dulu ? ” Tanpa sadar nada bicaraku ikut sedikit meninggi. ” Aku nggak ada pulsa, dan aku nggak tau bagaimana harus menghubungimu.. Kamu berjanji akan menjemputku secepatnya, tapi aku menerima smu mu yang mengatakkan kalau kamu nggak bisa datang menjemputku baru jam 3 sore, bagaimana mungkin aku harus menunggumu di Rumah Sakit, sendirian, aku bosan.. Dan juga masalah aku pergi malam-malam, aku nggak kemana-mana, tujuanku jelas, dan aku disini tidak melakukan latian berat, aku hanya duduk dan…”

” Aku mengkhawatirkanmu dan kamu masih bisa santai mendengar mereka bernyanyi ? ” Lagi-lagi Joon Seo memotong kata-kataku. ” Aku seharian hanya memikirkanmu, aku khawatir terjadi apa-apa sama kamu, “

” Aku nggak pernah memintamu melakukan itu, ” jawabku tegas dengan sedikit emosi yang mulai menggebu-gebu.

Joon Seo sedikit terkejut mendengar pernyataanku, dia menoleh menatapku, tatapannya penuh emosi, ” kamu pikir aku melakukan ini atas dasar perintahmu ?! Baiklah. Mulai sekarang, urus saja dirimu sendiri !! ” Bentak Joon Seo dengan nada tinggi dan tatapan tajam, lalu berbalik badan dan berjalan meninggalkanku.

Aku sedikit terkejut dengan tingkahnya, aku berusaha mengatur nafasku, ” baiklah. Lagipula selama ini aku juga nggak pernah memintamu. Aku bisa sendiri !! “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: