Beautiful Swan


Tittle : Beautiful Swan

Rating : General (G)

Cast : Cho Yeonna (OCs), Kang MinHyuk, Lee JongHyun

Genre : Romance

Length  : One Shoot

Note : I’m comeback again, yeorobun! Ini buka FF baru aku.. Sebenernya FF ini buat lomba di FF C.N. BLUE INDO tapi aku gx MENANG, sodara sodara! Dan album FIRST STEP melayang begitu saja didepan mata. Hfft.. Ya udah deh daripada gx diapa – apain mending aku post ajj disini, mungkin ada yg mw baca.. Kali ini main castnya MinHyuk bukan JongHyun.. *mian oppa* Okk, daripada kalian suntuk baca ocehanku langsung aja ke ceritanya.. Check it out..

 

 “Pak!! Ramyeon satu porsi lagi.”, Pekik seorang gadis berbadan gempal. Semua orang melihatnya dengan tatapan jijik. Kenapa tidak? Ia sudah memesan 2 porsi ramyeon dan masih nambah 1 porsi lagi. Apakah ia tak sadar jika badannya tidak slim seperti badan orang korea pada umumnya? Ingin sekali mengingatkannya tapi setiap orang yang akan mengingatkan terbayang badan besar gadis itu dan tak segan – segan mematahkan tulang siapa saja yang mengingatkannya. Sang pemilik toko sebenarnya ngeri juga melihat gadis itu tapi karena gadis itu ramyeon miliknya cepat habis dan bisa tutup lebih awal. Yah, semua itu ada positif dan negative-nyalah.

I think I’m ugly and nobody want to love me

HP gadis itu berdering.. “Yoboseyo?”, Jawab gadis itu dengan mulut penuh isi. “Aah, ye. Ne, ne.. Ye.. Hmm..”, Setelah itu ia menghabiskan semangkok ramyeonnya lebih buas lagi setelah habis dan membayar lalu ia bergegas keluar. Lonceng pintu berbunyi saat ia membuka pintu. Sesampainya diluar senyumnya merekah rupanya ada seseorang yang menunggunya.

_Yeonna POV_

Senyumku merekah saat melihat MinHyuk bersandar diseberang jalan dan tersenyum padaku. Ia adalah kawanku satu – satunya karena aku tak punya teman selain dia. Semua orang selalu memandangku dengan pandangan jijik dan aku menyadari itu. Badanku melebihi batas maximal yeoja korea pada umumnya. Aku heran kenapa MinHyuk masih mau berteman denganku yang gendut ini tapi aku bersyukur memilikinya sebagai sahabat. Ia satu – satunya orang yang mengerti aku dan menerimaku apa adanya. Kami sudah berteman kami bisa berjalan. Why? Karena aku bertemu dengannya saat aku dan dia belajar berjalan sampai akhirnya kami bisa berjalan.

Dulu badanku tak sebesar ini, saat aku masih SD badanku langsing tapi mulai SMP badanku mulai membengkak. Jujur saja aku tak menyadari kalau badanku akan sebengkak sekarang. Aku rasa aku bisa seperti karena tingkat stress-ku diSMP mulai tinggi. Disaat stress nafsu makanku menjadi sangat tinggi tak tau kenapa. Apalagi sekarang aku sudah kelas 1 SMA dan tingkat ke-stress-anku menambah dan porsi makankupun tambah. Aku baru saja menghabiskan 3 porsi ramyeon seorang diri karena aku tadi dikerjai oleh teman – teman sekelas. Apakah badan dan wajahku membuatku menjadi target utama untuk dijaili? Kurasa masih banyak anak lain yang lebih cupu dari aku dan lebih alim dariku tapi kenapa mereka aman – aman saja? Memang hidup ini kadang tak adil.

Semua teman SD dan SMPku yang satu SMA denganku mulai berpacaran dengan orang yang mereka sukai, sedangkan diriku TIDAK!!! Aku sangat bersyukur ada grup yang menciptakan lagu berjudul Ugly. Kau tau? Liriknya itu…. AKU BANGET. Aku iri pada sahabatku yang pacaran dengan salah satu sunbae yang terkenal cool banget. Jujur aku menyukai salah satu sunbaeku, ia bernama Lee JongHyun. Aku sudah menyukainya saat masa orientasi siswa baru kemarin. Kurasa perasaanku tak akan terbalas, tak mungkin orang sepertinya akan menyukai gadis sepertiku. Perasaanku bertepuk sebelah tangan.

Lee JongHyun sunbae sekarang sedang berpacaran dengan seorang yeoja bernama JiYeon, Park JiYeon. Benar – benar tipe yeoja impian semua namja tapi akhir – akhir ini aku mendengar gossip kalau mereka berdua putus. Benar – benar berita yang sangat menggembirakan. Aku segera menanyakan hal ini pada MinHyuk dan ternyata ia juga sudah mendengarnya. “Nhyuk.. *Baca : nyuk* Aku mau menyatakan perasaanku pada JongHyun.”, Kataku pada MinHyuk suatu hari. “Yah, asal kamu siap mendengar jawabannya nanti…. Fine – fine aja deh.”, Jawabnya. Akhirnya aku membulatkan tekadku untuk melancarkan rencanaku ini. Aku mulai menyelidiki jadwalnya dan menanyakan all about him keteman – teman yang kupercaya. Dan….. Aku akan melaksanakannya besok saat sekolah sepi.

***

_JongHyun POV_

“Aku pulang dulu ya, bye! See you tomorrow!”, Akupun segera bergegas keparkiran motor dan saat kuraba saku celanaku kunci motorku tak ada. Aaah, ketinggalan di loker. Sesampainya aku didepan loker milikku aku mendapati sesuatu yang janggal. Dipintu lokerku terdapat note kecil bertuliskan, “I like you since I look you at the first time”. Lalu saat aku menoleh kebelakang terdapat note lagi disitu, “I think I fall in love with you”. Saat aku menoleh kekiri disitu Nampak sebuah note lagi, “I want to ask you something”. Siapa yang menulis note seperti ini? Saat aku melihat kebawah nampak sebuah note lagi, “I love you. Do you love me too?”. Tak seberapa jauh didepanku terdapat note lagi, “Please answer my question”. Saat aku mendongak terdapat sebuah panah menuju tangga, karena aku penasaran segera kulangkahkan kakiku kearah mana arah itu menuju. Lalu Nampak seorang gadis yang ukurannya sangat besar sedang meringkuk disalah satu anak tangga dan aku duduk disebelahnya.

“Kaukah yang menulis semua note ini?”, Tanyaku pada gadis itu tapi ia hanya mengangguk. “Bahasa inggrismu bagus.”, Pujiku tapi dia hanya diam saja dan kulihat tubuhnya bergetar. “I love you. Do you love me too?”, Aku membaca ulang note itu. Ia mendongak dan memperlihatkan wajahnya. Wajahnya imut dan cantik hanya saja badannya tak mendukung wajahnya yang imut itu. Matanya mengharapkan aku menerima pernyataan cintanya tapi aku gak bisa. “Mmm.. Sorry..”, Jawabku sepatah dan kulihat raut mukanya berubah mendung. “Kurasa kamu sudah tau jawabannya.”, Kataku. Aku tak mengatakannya karena aku takut melukainya, dia gadis yang masih sangat polos. “Ne. Gwencanayo.”, Jawabnya lalu segera berlari meninggalkanku. Terdengar samar – samar kalau ia menangis. Seandainya kamu sedikit lebih slim… Mianhae..

_MinHyuk POV_

Sudah kuduga hasil akhirnya akan seperti ini, mian aku gak bisa mencegahmu waktu itu. Aku Cuma ingin kamu bahagia seperti yeoja pada umumnya. Ia datang dengan air mata berjatuhan dari mata indahnya. Kupeluknya supaya ia merasa lebih baik. “Gwencanayo.”, Kataku menghiburnya. “Aku mau makan ramyeon, kamu ikut gak?”, Ia bertanya padaku. Hah.. Kurasa hari ini porsi makannya akan lebih banyak lagi dan benar saja ia makan 4 porsi ramyeon. Fiuuh.. God, tell me how to tell her that I love her. Aku gak mau melihatnya menjadi seperti ini

_Yeonna POV_

Malam ini aku tidak bisa belajar sama sekali walaupun besok ada ulangan bahasa Inggris. Badanku tak bisa aku ajak kompromi lagi untuk belajar. Seluruh pikiranku tersita hanya untuk memikirkan satu masalah, yaitu tentang JongHyun. Aku kecewa ia sudah menolakku tapi yang membuatku sedikit senang adalah… Ia menolakku dengan halus! Karena rumor mengatakan jika ada seorang yeoja yang menyatakan perasaan padanya dan ia tidak suka ia akan melakukan apa saja yang menurutnya sadis dimata yeoja itu. Hmm, tapi tunggu dulu. Rumor mengatakan ia akan bersikap sadis pada yeoja yang tidak ia suka dan akan menolak dengan baikk jika ia setidaknya suka berapa persen dari yeoja itu. Berarti.. Kalau-dia-menolakku-dengan-halus-artinya-ia-menyukaiku.. Ia-menyukaiku.. DIA MENYUKAIKU! Aku segera meraih HPku dan menelepon MinHyuk untuk memberitahunya tapi dia udah telepon duluan.

“Yoboseyo? Ya ampun, Nhyuk! Baru aja aku mau telepon kamu tapi kamu udah telepon duluan. Aku terharu.”, Seru dengan semangat. “Oh ya? Aku tersanjung. Hehehe.”, Balasnya. “Iiih? Masak sih?”, Jawabku. “Bercanda! Kamu mau ngomong apa? Udah keliatan banget kamu mau ngomong sesuatu.”, Katanya. “Itu.. Kamu masih inget gak berita tentang JongHyun kalau bakalan nolak dengan sadisnya sama yeoja yang gak dia suka?”, Tanyaku padanya. “Iya aku inget. Kenapa?”, Ia membalas dengan pertanyaan. “Kamu tau? Tadi siang saat aku nembak dia, dia nolak aku dengan lembut. Kyaa! Berarti dia suka aku walaupun Cuma sedikit persen!”, Seruku dengan amat sangat bahagia..

_MinHyuk POV_

“Itu.. Kamu masih inget gak berita tentang JongHyun kalau bakalan nolak dengan sadisnya sama yeoja yang gak dia suka?”,Tanyanya padaku. Uuuh, lagi – lagi tentang JongHyun! “Iya aku inget. Kenapa?”, Aku menjawab dengan ogah – ogahan. “Kamu tau? Tadi siang saat aku nembak dia, dia nolak aku dengan lembut. Kyaa! Berarti dia suka aku walaupun Cuma sedikit persen!”, Ia berteriak gembira. Mungkin ia kira, ia hanya ngomong biasa tapi dia bukan ngomong tapi teriak dan lagi – lagi tentang JongHyun. “Chukae! Astaga, aku gak ngira dia suka kamu.”, Kataku berbohong. “Iya donk! Yeonna gitu!”, Jawabnya dengan nada amat gembira. “Eh, jangan lupa belajar buat ulangan besok!”, Kataku mengingatkannya. Ada jeda beberapa lama sebelum ia mulai berbicara lagi, “Sorry, Nhyuk. Aku gak bisa belajar soalnya aku lagi gak bisa konsentrasi.”. “Oh, gitu ya? Paling gak kamu baca – baca aja, gak usah dihafal yang penting baca. OK!”, Kataku menyemangatinya supaya belajar. “Ok, Nhyuk! Gomapta!”, Katanya kembali dengan nada girangnya. “Aku mau belajar lagi, belajar ya! Fighting!”, Kataku lalu memutuskan hubungan.

Sebenarnya aku tidak akan belajar, aku sudah belajar tadi. Aku tak tahan kalau tiap hari yang ia omongin Cuma tentang satu orang, yaitu si JongHyun. Yeonna, SARANGHAEYO!

***

_Yeonna POV_

Setibanya disekolah tadi pagi, aku melihat JongHyun melihat kearahku selama beberapa detik. Itu membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Lalu tadi saat aku sedang makan siang bersama MinHyuk ia datang untuk makan semeja denganku. Bahagia seperti terbang kelangit ketujuh dengan paus akrobatis bersama sejuta bintang dilangit. Bahagia banget! Puji Tuhan, ulanganku bisa terlaksana tanpa halangan satupun. Puji Tuhan lagi, nilaiku bagus! Aigoo.. Aku teriak – teriak kegirangan sambil lompat – lompat saat melihat nilai ulanganku. MinHyuk yang sudah terbiasa mendapat nilai bagus bersikap biasa saja tapi begitu namaku dipanggil dan aku teriak – teriak sambil lompat – lompat ia langsung menarikku ketempat dudukku. Aku menggerakkan bibirku, “I can do it!” padanya dan ia hanya mengangguk tak peduli. Padahal kalau aku mendapat nilai jelek diulangan maupun tugas ia bakalan uring – uringan. Tapi anehnya kalau aku dapat nilai bagus kenapa dia biasa- biasa aja ya? Mungkin supaya aku gak sombong kali ya?

Entah bagaimana aku bisa menyesuaikan diri dengan sikap anehnya itu. Aku dan dirinya beda satu tahun tapi tenang aja tak ada diantara kita yang pernah tinggal kelas hanya saja orangtua MinHyuk agak telat saat memasukkan MinHyuk sekolah dulu. Maklum saja, MinHyuk dulu tinggal dikota kecil dan orangtuanya ingin agar anaknya menimba ilmu disekolah yang terbaik. Jadilah ia disekolahkan disekolah yang sama denganku. Ia bagaikan sesosok seorang kakak yang aku inginkan dari dulu. Perfect.

Suatu malam aku akan pergi acara ulang tahun saudaraku dan aku membuat kamarku seperti kapal pecah. Semua baju pesta yang aku punya tak ada yang cukup dibadan gempalku. Akhirnya aku hanya memakai sebuah kemeja yang kancingnya kupaksa kaitkan lalu kupadukan dengan rompi hitam yang tak kukaitkan kancingnya, sebuah legging, dan high heel milik eomma. Aku tidak percaya diri dengan penampilanku ini atau bahasa kerennya “GAK PEDE”. Apakah aku segendut apa yang kulihat dicermin dan ditimbangan? Aku harus menguruskan badan!!!

Lalu kubuat jadwal kegiatanku selama libur musim panas nanti keesokan harinya setelah tadi malam aku tersiksa tak makan saat acara ulang tahun itu. Aku bertekad supaya aku bisa kurus seberat apapun stressku. Aku sudah menyampaikan niatku ini pada MinHyuk dan ia menyetujuinya. Lalu orangtuaku juga mendukung niatku ini, sekrang tinggal aku yang melaksanakan. Semua orang sudah ada untuk mendukungku dan aku akan berjuang supaya tak mengecewakan mereka semua. Selain itu aku melakukan ini supaya JongHyun menjadi menyukaiku SERATUS PERSEN! Sekali lagi.. SEREATUS PERSEN!!

***

_Author POV_

Day 1

Pagi itu disaat semua orang masih tertidur pulas dalam balutan selimut mereka, disalah satu rumah terdapat seorang gadis yang kelabakan mendengar jam bekernya berdering. Tubuhnya mengatakan TIDAK pada olahraga tapi hatinya mengatakan YA pada olahraga. Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti kata hatinya. Hanya satu motivasinya untuk kurus.. JADI PACARNYA JONGHYUN!

***

Tak seperti biasanya ibu Yeonna sekarang tak memasak lagi dari bahan – bahan dasar daging tapi mulai dengan sayuran semua. Seluruh rumah protes mengapa seluruh makanan sayuran semua. “Eomma! Kenapa sayuran? Kan yang mau diet eonni aja!”, Protes adik kecil Yeonna. “Eomma pikir kita semua harus diet semua, deh. Liat tu perutmu udah kayak balon. Termasuk eomma juga, sih. Jadi ini semua demi kebaikan bersama.”, Kata ibu Yeonna. Dan pagi itu semua makan dengan pelan dan tak serakus biasanya. Sedangkan Yeonna sendiri memakan hampir semua makanan tersebut, kalian tentu tau alasannya kenapa.

***

Salah satu rule supaya bias kurus. GAK MAKAN MALAM. Terdengar suara dentingan sendok, garpu, dan sumpit dari ruangan makan. Arrrgh! Yeonna berteriak dalam hatinya. Perutnya terus meraung kesakitan  minta diisi.

Day 7

Alaram kembali berdering dikamar Yeonna. Kali ini tak lagi bangun dengan ogah – ogahan. Rupanya ia sudah terbiasa dengan kebiasaan barunya. Sekarang ia tak lagi berlari 1 km lagi, sekarang ia berlari menjadi sekitar 4 km. Itu baru 1 minggu, apakah yang terjadi 8 minggu lagi??

Dear diary,

Huaah.. aku turun 3 kg selama seminggu ini. Mmm, 3 dikali 7 jadi 21.. Yes.. dalam waktu 7 minggu aku bisa turun 21 kg.. fighting!!

Day 8

Dear diary,

Tadi pagi aku ketemu MinHyuk dijalan dan kamu tau? Aku sengaja jalan didepannya tapi ia tak tau kalau itu aku. astaga! Apakah aku udah kurus banget?? Aigooo..

Day 14

Dear diary,

Kyaaaa.. aku turun 4 kg seminggu ini.. ternyata, walaupun makanan sayur semua tetep gak boleh dimakan semua. Sama aja makan daging 3 potong. Mmmm, kesalahan terbesar yang aku lakuin 1 minggu kemaren.

Day 15

Dear diary,

Habis lari tadi pagi aku liat MinHyuk di ruang tamu dan pas aku jalan masuk ia gak nengok sama sekali! Terus aku nyoba ngomong sama dia, “Nyari siapa?”. Dia ngejawab, “aku nyari Yeonna. Katanya habis lari pagi tapi kok gak nongol – nongol ya?”. “Tunggu dulu? Yeonna? Kamu Yeonna? Aigoo”, Ia berteriak sambil mencubit pipiku. Aku hanya mengangguk untuk meyakinkannya lalu ia langsung memelukku seperti biasa tapi kali ini rasanya beda banget. Rasanya lebihh.. i don’t know..

Day 21

Dear diary,

Fiuuh.. minggu ini aku turun 5 kg!! Aku lagi galau gara – gara MinHyuk! Akhir – akhir ini rasanya aneh ketemu MinHyuk. Something different about him. Yang penting tujuan utamaku untuk kurus cuma satu! Just for JongHyun!

Day 24

Dear diary,

Aku tadi dapet kabar dari MinHyuk, katanya liburan dipercepat. Jadi besok senin udah masuk. Aigoo, rasanya pengen marah sama si kepala sekolah tapi rasanya gak usah, deh. Dengan gini aku bisa segera nyatain rasa sukaku sama JongHyun. Dan satu lagi habbit yang harus aku segera tinggalkan, berhenti makan kalau stress. Ini dia tantangannya. Nanneun FIGHTING!!!

 

***

 

_Yeonna POV_

Seluruh sekolah memandangku dengan pandangan aneh atau mungkin tepatnya bertanya – tanya. Aku beruntung punya MinHyuk tadi dia ngikutin aku teruuus. Dan pada akhirnya aku ketemu JongHyun dikantin. Haduuh, jantungku.. JongHyun hanya melihatku sekilas dan ia langsung ngomong – ngomong dengan teman – temannya. Semua orang mengira aku adalah murid baru disekolah. Seperti biasa, disekolah kalau ada murid baru akan dibuat menjadi minder supaya langsung pindah sekolah. Kami gak suka anak baru. Walaupun aku bukan anak baru tapi aku ngerasa minder juga.

“Kamu siapa ya? Aku gak pernah liat murid macam kamu disekolah ini.”, Labrak salah satu sunbaeku yang kerjanya emang suka melabrak anak baru. “Eonni.. Ini aku, Yeonna.”, Jawabku takut – takut. “Hah? Yeonna? Aigoo, ini memang kamu!”, Jeritnya sambil memelukku. “Kamu kurus! Aigoo.. Chukae!”, Katanya lagi sambil mencubit pipiku. Aku hanya mengangguk pelan lalu ia membisikkanku sesuatu, “JongHyun nunggu kamu ditempat kamu nembak dia dulu.”. Setelah mengatakan kata – kata membekukan itu, ia segera melenggang pergi. Eotteoke? Tapi hati kecilku bilang, aku harus menemui JongHyun disana.

Kulihat JongHyun duduk ditangga yang sama saat aku akan menembaknya dulu, perasaanku menjadi campur aduk. Ia tiba – tiba menoleh dan tersenyum saat aku berjalan  kearahnya. Lalu aku segera duduk disebelahnya supaya masalah ini cepet selesai. “Hai! JongHyun imnida. Kurasa kamu udah tau aku siapa.”, Katanya dan kujawab dengan anggukan. I’m speechless. “Mmm, aku gak suka basa – basi. So, to the point aja ya.”, Kata – katanya semakin membuatku dag-dig-dug. Selang beberapa lama sampai ia ngomong lagi, saat menunggu itu aku hanya menundukkan kepalaku. “Would you be my girlfriend?”, Pertanyaan itu! Pertanyaan yang selalu aku impikan dikatakan oleh JongHyun seorang. Disetiap mimpiku, aku selalu memimpikan ia mengatakan kata – kata ini padaku. Tapi sekarang saat ia menyatakannya langsung padaku, saat ini juga aku tak merasa sesenang dimimpi.

“Sorry, aku gak bisa. Makasih.”, Selepasnya aku langsung berlari meninggalkan tempat itu. Tangisku tumpah saat aku terduduk di gudang sekolah, tempat biasanya aku menyendiri. Kenapa aku mengatakan kata – kata itu pada JongHyun? Ini adalah saat – saat yang paling aku tunggu selama ini. Kenapa aku menyia – nyiakannya? Tapi aku gak bisa mengatakan “Yes” buat pertanyaan JongHyun itu. Rasanya janggal. Aneh. Seperti ada yang mengganjal dihatiku. Aku merasa.. Ada orang diluar sana yang selalu mendoakan aku, mendukung aku, melakukan semuanya untukku. All the best for me.

MinHyuk! Kang MinHyuk! Dia orang itu! Kenapa aku gak sadar? Padahal aku bareng MinHyuk udah lama banget. Bodoh! Bodoh! Yeonna Bodoh!

***

Dear diary,

Hari ini JongHyun nembak aku. Tapi aku nolak. Wae? Karena aku merasa ada somebody else yang berkorban demi aku. Dan betapa BODOHNYA aku, aku baru sadar orang itu siapa. Orang itu si MinHyuk. Aku gak sadar kalau selama ini setiap aku ngomongin tentang JongHyun ke dia, dia ternyata terpaksa. Kenapa aku gak nyadar? Aku buta? Aku tuli? Aku idiot? Mungkin ia menginginkan hubungan lebih dari sekedar adik kakak. Tuhan, ampuni aku yang udah ngelukai hati MinHyuk. JongHyun bukan untukku, tapi MinHyuk.

***

Sekarang aku sedang menonton sebuah drama dari klub drama sekolah, judulnya Beautiful Swan. Ceritanya tentang seorang gadis jelek yang mengagumi pangeran di negerinya. Ia mempunyai seorang sahabat yang selalu ada untuknya. Si gadis memustuskan untuk pergi ke danau es yang airnya bisa membuat dirinya cantik secantik angsa. Lalu ia mengusapkan air dari danau itu kewajah jeleknya tapi sesuatu yang tak diharapkan terjadi. Gadis itu bukannya berubah menjadi cantik tapi ia berubah menjadi angsa. Ternyata air danau itu sudah dikutuk dan siapa saja yang mengusapkan air itu kewajahnya akan menjadi angsa. Dan kutukan itu akan hilang jika ada seorang lelaki yang sangat cinta pada orang yang dikutuk menciumnya.

Untungnya sahabatnya melihat saat gadis itu berubah menjadi angsa lalu ia mencium gadis itu. Dan gadis itu berubah menjadi manusia jelek lagi. Tapi ia merasa bahagia karena ia sekarang punya seorang pangeran yang selalu ada dihatinya. Selesai. Sudah, drama selesai. Sedikit mirip denganku tapi aku sudah sadar sekarang dan aku akan mengatakannya pada MinHyuk. Sehabis menonton drama itu MinHyuk mengajakku ke taman sekolah yang sekarang sepi karena semuanya masih di aula untuk foto – foto dengan pemain drama.

“MinHyuk.. Maafkan aku. Selama ini aku gak sadar kalau sebenarnya aku suka sama kamu.”, Kataku pelan tapi pasti. Kata – kata itu langsung saja keluar dari mulutku dan MinHyuk menatapku dengan tatapan terkejut lalu memalingkan wajah. “Yeonna.. Maafin aku juga kalau aku terlalu takut ngungkapin perasaanku kekamu.”, Katanya. Dan sekarang gantian aku yang menatapnya sambil terkejut tapi ia hanya tersenyum. Lalu ia memberiku sekotak hadiah kecil. Saat kubuka isinya sebuah gulungan kertas yang tulisannya,

Sorry aku gak bisa ngomong langsung kekamu, aku terlalu grogi buat ngomong. Mmm, kamu mau gak jadi pacarku? Tapi kalau kamu masih suka JongHyun.. mendingan gak usah aja.. ^^

Perasaanku bercampur aduk sekarang ini, perasaan ini tak kurasakan saat aku ditembak JongHyun kemarin. Lalu kutulis jawabannya dibalik kertas itu,

Mwo? Aku gak salah baca, nih? Hehehe. Of course. I would be your girl friend. Kita sekarang bukan adik kakak lagi! Tapi aku masih butuh kakak. Would you be my brother? #NB : Lupain JongHyun, aku suka sama kamu!!

Kuserahkan kertas itu dan butuh beberapa lama sampai ia menoleh kearahku. Begitu ia menoleh, ia langsung memelukku seperti biasa tapi rasanya berbeda. Kita pacaran sekarang. Terimakasih Tuhan. Sepertinya aku gak perlu jadi cantik untuk mendapatkan segalanya. Just be yourself. And everything will come to you life without you trying. But.. No Pain, No Gain.

_._._FIN_._._

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: