The Story of Us


 

Tittle : The Story of Us

Author : Cyndefirst

Cast : IU (Lee JiEun), Suzy (Bae Suzy), JB (Lim JaeBum), Jr. (Park JinYoung)

Genre : Romance and Friendship

Lenght : One Shoot

Disclameir : FF ini sepenuhnya hasil imajinasi geje saya. Jika ada kesamaan isi cerita itu tidak disengaja karena jujur aja aku jarang baca FF. Hohoho

Note : Wuaaa.. Akhirnya setelah  sekian lama otak saya ngadet gak bisa nulis FF, kini saya kembali dengan FF baru saya. FF ini direquest sama teman saya yang paling gila-Levina. Moga suka yaa.. dan tentunya makasih buat para reader yang udah mau baca dan komen.. chu^^

**

_Author POV_

Terdengar samar-samar suara musik berdentum dari kejauhan.  JiEun dan Suzy bersorak gembira dalam diam. Dengan mengendap-endap mereka berjalan menuju suara musik itu berasal.

Now everybody Bounce Bounce
Come on bounce let it bounce bounce
Come on now let it bounce bounce
Come on bounce let it bounce bounce

Terlihat oleh mereka dua orang pria sedang menari dengan lihainya. Pipi mereka memerah.

Now everybody Shake it and shake it for me
Let me see you shake it and shake it for me
Everybody shake it and shake it for me
Let me see you shake it and shake it for me
Now everybody

Mereka terkikik pelan melihat gerakan dance mereka saat menggerakkan pinggul mereka. Gerakan paling unik dan kreatif yang pernah mereka lihat.

    “Aaaah!” terdengar suara gedebum setelahnya dan musikpun berhenti.

    “Capek banget. Punya minum gak?” tanya salah satunya.

    “Aku punya!” seru Suzy seraya masuk kedalam ruang latihan diikuti JiEun dibelakannya.

JaeBum dan JinYoung segera duduk melihat dua orang gadis itu masuk. JaeBum segera meneguk botol yang disodorkan Suzy hingga ludes.

Tuk!

   “Apaan sih? Sakit tau!” protes JaeBum pada JinYoung.

   “Kamu lupa aku ada disini? Aku juga haus tau!” kata JinYoung sambil menyeringai.

JiEun melihat fenomena didepannya segera melesat pergi.

2 menit kemudian…..

   “ Nih, buat kamu,” kata JiEun sekembalinya membeli minum dengan nafas terengah.

JinYoung tersenyum gembira lalu segera meneguk minum itu hingga ludes pula.

    “Kalau beli minum buat pacar tu seperti ini!” seru JinYoung pada Suzy seraya mengacungkan cup milkshake pemberian JiEun.

JaeBum segera menendang kaki JinYoung. Terdengar suara rintihan sesudahnya.

   “Hah! JiEun-ya, ayo pergi dari dua monster ini! Aku tak ingin kau terluka! Kajja!”

   “Annyeong suzy-ya!” lalu kedua manusia itu menghilang dari pandangan.

Suasana menjadi sunyi sesaat. Suzy dan JaeBum terdiam, bingung akan membicarakan apa.

Sebuah tangan tiba-tiba melingkar dipundak Suzy, terkejut ia hendak memukul lengan JaeBum. Tapi JaeBum sudah mengelak duluan.

   “Bisakah kau bertingkah layaknya gadis normal? Aku tak tahan dengan panggilan Monster couple oleh orang-orang,” protes JaeBum seraya menarik tangannya dari pundak Suzy.

   “Mianhae,” kata suzy sembari meletakkan kepalanya dipundak JaeBum.

   “Good girl,” tepukan demi tepukan mendarat dikepala Suzy.

   “Saekki-ya! Don’t do this anymore!” seru Suzy lalu berlalu pergi.

   “Ya!! Gajima!”

Waktu yang sama, tempat berbeda…..

   “Umm, gomawo buat minumnya,” kata JinYoung malu-malu.

JiEun mengangguk malu juga. Pipinya bersemu merah sekarang. Oyo~

Chu~

Sebuah ciuman singkat mendarat dipipi JiEun.

   “Saranghae,” ucap JinYoung.

JiEun mengangguk malu.

   “Nado saranghae,” jawabnya lirih.

   “Mwo? Aku tak mendengarnya,” rujuk JinYoung.

Hening.

   “JinYoung-a! NADO SARANGHAE!!!!!!!” JiEun berteriak keras-keras.

Tuk!

    “Apha-yo!” seru JiEun dan JinYoung keras-keras pada orang yang menimpuk mereka dengan batu kerikil.

    “Aku iri dengan kalian,” kata orang itu yang ternyata Suzy.

   “Wae?” tanya JinYoung heran.

   “Kalian berdua bisa dekat antara satu sama lain. Mungkin karena kau-JiEun. Aku tak bisa bersikap layaknya gadis feminim sepertimu,” sembur suzy sembari berjalan mendekat.

   “Ya! Kau pikir aku juga tak ingin seperti mereka, huh?” terdengar teriakan dari belakang.

Semua orang yang disitu terkejut kaget, tak menyangka akan kehadiran JaeBum.

    “JinYoung! Mengapa kau bisa dengan mudah mengungkapkan perasaanmu pada JiEun?” tanya JaeBum dengan kesal.

   “JiEun! Mengapa kau bisa sangat feminim dan lembut?” tanya Suzy dengan kesal.

Orang yang ditanya hanya saling pandang dan tersenyum.

   “Kau tak akan bisa menjadi seperti kami. Setiap pasangan pasti punya keunikannya tersendiri. Jangan sampai keunikan itu hilang,” jelas JinYoung.

   “Kurasa yang kalian perlukan hanya rasa percaya dan ini,” jelas JiEun sambil menunjuk hatinya.

   “Dan satu lagi!” celetuk JinYoung.

    “Apaan?” tanya Suzy dan JaeBum bebarengan.

JiEun dan JinYoung berpandangan sejenak.

   “Kiss,” cetus JiEun dan JinYoung bebarengan.

Setelah kata itu terlontar suasana canggung mulai menghinggapi Suzy dan JaeBum.

   “Aaah, kalian ini sangat payah,” kata JinYoung diiringi anggukan JiEun.

    “JiEun-a, kajja. Tinggalkan mereka berdua disini,” ajak JinYoung.

Sepeninggal JiEun dan JinYoung suasana makin canggung. Suzy dan JaeBum berkelit dengan pikiran masing-masing. Suasana akhirnya mencair saat JaeBum menggenggam tangan Suzy.

   “Suzy-a. Jebal, tatap mataku sekali ini saja,” pinta JaeBum dan Suzy melakukannya.

Genggaman tangan JaeBum makin kuat, hal ini membuat Suzy akan memprotes tapi sebelum Suzy sempat menyemburkan sederet protesnya JaeBum sudah terlebih dulu mencium bibir Suzy.

Kupikir ia akan mengelak, batin JaeBum. Tapi ternyata sebaliknya, Suzy malahan menutup matanya. Menikmati ini semua.

And this day sebuah hubungan dimulai lagi dengan awal yang manis.

**

Terdengar suara tawa lirih dibalik tembok. JiEun dan JinYoung melihat sahabat mereka melakukan apa yang mereka suruh. Padahal apa yang mereka bicarakan tadi hanya bercanda. Tapi ternyata sebuah candaan benar-benar bisa mengubah sebuah hubungan.

   “JiEun-a?” panggil JinYoung.

   “Mmm?” tanya JiEun bingung.

   “Kamu ihat mereka berdua?” tanya JinYoung.

JiEun mengangguk.

   “Pernahkah kamu berpikir kita melakukannya?” tanya JinYoung dan membuat jantung JiEun berdetak kencang. Pipinya terasa panas sekarang.

JiEun menggeleng.

    “Sekarang tutup matamu dan pikirkan hal itu,” pinta JinYoung.

JiEun ragu sesaat tapi ia tetap menutup matanya.

Chu~

As expected. Pipi JiEun makin panas. JinYoung benar-benar melakukannya.

Oh dear!

Fin

————————————————————————–

Akhirnya aku bisa menghasilkan sebuah FF setelah sekian lama. Lega rasanya bisa bikin FF baru. Hoho… mian kalo ceritanya gak sesuai sama judulnya, habis aku bingung mau ngasih judul apa.. #plaaaak

So, makasih bgt bwt yg udah baca. Aku harap kalian komen tapi kalo gak jga gpp…

Ok saatnya author pergi.. dadah! *tebar bunga

 

4 comments
    • iya, ya? haha sipp
      salam kenal, makasih udah baca..

  1. Lady Of Lemon said:

    Bagus….. ^^ Aku tunggu FFmu yang lain…..^^

    • cyndefirst said:

      Asiiik.. Makasih leviiii..😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: