(Drabble) Being Beautiful


Tittle : Being Beautiful

Author : Cyndefirst

Lenght : Drabble

Cast : Sebenernya aku gak tau sapa yg jadi cast, brhubung posterny menampilkan IU jdi castnya IU aja..

Note : FF ini berdasarkan ke jealous’an saya pada para cewek yg memiliki wajah cantik atau manis atau unyu. Jadi, FF ini adalah jeritan hati saya. So, let’s cekidot..

___

“Memutihkan wajah hingga 200 kali lipat hanya dalam 17 hari saja. Coba Loreal Motion White,” kuperhatikan iklan kosmetik wajah itu.

Wajahmu akan memutih dengan pemakaian selama 2 minggu saja? Mustahil.

“Bebaskan rambutmu dari ketombe dan rambut rontok karena patah. Pakai Clear!” muncul lagi sebuah iklan yang menawarkan produk mereka.

Aku menghela nafas sejenak.

“Bedak yang tidak luntur selama 12 jam. Lipstick anti air tahan hingga 12. Pakai Maybeline,” terlihat kembali iklan produk kecantikan.

Apakah manusia selalu memikirkan penampilan luar mereka? Kulit bersih, rambut bersinar, make-up wajah tebal, lalu pakaian ber-merk mahal. Untuk apa semua kecantikan dan fasilitas yang berlebih hanya untuk memanjakan tubuh kita yang tidak kekal ini? Bagaimanapun jika kita sudah tua nanti, kulit kita akan tetap berkerut.

Apakah menjadi cantik harus dengan perawatan wajah dan badan yang maksimal? Apakah sebuah kecantikan selalu dinilai dari luar? Dan apakah hanya orang – orang yang memiliki wajah rupawan saja yang bisa mendapat kebahagiaan?

Hhhh..

Kuraih sebuah kaca dan kulihat baik – baik wajahku. Mata coklat sipit khas orang korea. Kulit putih dengan beberapa jerawat didagu dan didahi (yang tentunya luar biasa sakitnya dan luar biasa merahnya). Hidung sedang. Bibir tipis.

Kuelus jerawatku perlahan, walau kusentuh dengan perlahanpun dari sesuatu berwarna merah ini selalu terasa rasa nyeri luar biasa. Kuambil sehelai kapas dan kububuhkan pembersih wajah keatasnya dan kubersihkan wajahku perlahan terutama didaerah rawan nyeri itu. Laptop berada dihadapanku saat ini, menampilkan time lineku yang berisi tweet teman- temanku yang sedang malming dengan pacar mereka.

Iri?

Tentu saja! Cewek mana yang tidak iri jika teman – teman sebayanya sedang pergi bersama pacar mereka sedangkan ia sendiri duduk didepan kaca meratapi jerawat yang semakin besar, merah, dan sakit tumbuh dihidung. Kurang apa sih? Tiap malam aku selalu merawat wajahku, apakah aku harus menguras jatah uang sebulanku hanya untuk kesalon sekali dua kali?

Sekarang aku beralih kekaca yang dapat memantulkan wujud tubuhku sepenuhnya, dari ujung rambut sampai jempol kaki. Aku berdiri perlahan. Kutatapi bayanganku dikaca. Not bad. Apa yang salah dariku? Wajah polos, rambut dipotong sepundak, perut yang agak buncit (AGAK!), kaki jenjang mirip kaki milik HyoRin Sistar. Aku jatuh terduduk dikursi nyamanku.

Biarlah tumbuh jerawat sebesar apa diwajahku dan sebuncit apa perutku. Aku tetap cantik sebagai diriku sendiri. Being beautiful isn’t everything. Just be yourself, right?

Click!

Kupotret wajahku dengan senyuman khasku dan tentunya dengan jerawat sebagai pemeriahnya. Kuupload fotoku tadi ke twitter dengan tambahan tulisan,

Good night all! Have a nice dream! Being beautiful, isn’t everything right?

Send.

 

 

 

2 comments
  1. Lady Of Lemon said:

    Curhat banget nih.. ‎​​​ahahaha.. Tp aku setuju banget nih…. Being beutiful isn’t everything… People not only judge from the outside but from the inside too.. ^^

    • yeah.. i’m agree with you.. and it’s true, this is my curcol ahahaha
      thx ya ud komen.. #muaaach :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: