[Cerpen] Kado Istimewa


kadoistimewa

[ini cerpen buatanku, maap kalo critany geje. it’s not a fanfiction and i’m really sorry kalo judul dn posterny gx nyambung sama critany.. so, cekidot ^^]

Kurasakan angin sepoi – sepoi membelai wajahku dan kurasakan sebuah genggaman hangat menyentuh tanganku. Kuhirup banyak – banyak udara pagi ini seolah suatu hari nanti tak bisa merasakan segarnya udara pagi lagi. Genggaman yang menggenggam tanganku sedari tadi mulai mengendur. Perlahan kubuka mataku dan kulihat sosoknya pergi menjauh dariku. Udara sejuknya pagi berubah menjadi hujan badai yang ikut menelan sosok itu perlahan – lahan kedalamnya hingga akhirnya benar – benar menghilang.
Kakiku tiba – tiba kehilangan kekuatannya untuk menopang tubuhku. Aku jatuh terduduk dengan bulir – bulir air mata yang terus menetes dari mataku. Perlahan hujan badai tadi mulai mereda. Kuseka air mataku dengan sisa – sisa tenaga yang kupunya. Nyamannya sepoi angin mulai kurasakan dengan panca inderaku.
Tubuhku melemas dan jatuh tertidur diantara rumput – rumput rendah disitu. Aku merasa aku tak bisa melakukan apa – apa lagi tanpa sosok itu. Mataku yang setengah tertutup menangkap sosok lain sedang mengulurkan tangannya padaku. Aku terdiam, tak paham apa yang diinginkan sosok itu. Tiba – tiba badanku terangkat dari rerumputan. Ternyata sosok lain itu menggendongku dan saat kulihat wajahnya, ia tersenyum hangat padaku.
Senyumannya membuatku tenang dan tertidur perlahan. Dan semua yang kulihat hanya putih, hanya putih. Hingga kudengar sebuah samar – samar suara lembut memanggil namaku.
“Tara,” kudengar suara itu.
“Tara!!!”, refleks aku segera duduk. Aku merasakan bulir – bulir keringat di tangan dan dahiku. Badanku terasa pegal.
“Tar? Kamu gak apa – apa?” aku masih belum sadar sepenuhnya. Otakku sedang loading saat ini, mencerna semua yang ada disekelilingku dengan perlahan. Aku dimana?
“Di sekolah.”

Ngapain?
“Sekolah.”
Kamu siapa?
Plaaaaak! Sebuah tamparan keras menyentuh pipiku yang otomatis membuatkku benar – benar sadar sepenuhnya.
“Namaku Kitara Febiona biasa dipanggil Tara Kelas XJ SMA BOPKRI SATU sekarang di sekolah lagi ngerjain tugas terus ketiduran!” kataku cepat dan tanpa jeda.
Kulihat Omi-sahabatku, melihatku dengan tatapan aneh.
“Udahlah, ayo pulang! Udah jam berapa ini? Kamu sih pakai acara ketiduran segala!” serunnya kesal.
“Iya deh, sorry!” kataku sambil merangkul pundaknya.
Ia hanya menatap lurus kedepan dengan wajah datar tanpa memerhatikanku.
“Ya ampun, maaf banget. Jangan ngambek gitu, aku jadi merasa bersalah,” kataku dengan nada lembut.
“SURPRIZE!!!”, teriaknya lantang dengan kedua tangan diangkat tinggi – tinggi keatas. Surprize? Untuk siapa? Pikirku. Otakku bekerja 5 kali lebih cepat untuk mmencerna kata – katanya.
“Hel low? Eni badi ther?” katanya dengan gaya medok.
Aku hanya mengangguk. Otakku masih loading.
“Kamu ini lupa atau lemot?” tanyanya yang refleks membuat kerutan didahiku semakin jelas terlihat.
“Hari ini ulang tahunmu lola!” aku masih terdiam. Lama sekali. Aku baru ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunku. Tiba – tiba muncul sosok seorang cowok berwajah manis berjalan mendekati kearahku dan Omi lalu berhenti dan berdiri tepat dihadapanku. Melting. Hanya itu saja yang bisa kujelaskan saat ini.
“Hoyy! Kenalin ini Gilang,” seru Omi sambil mengambil tanganku dan tangan cowok manis itu untuk bersalaman.
“Gilang.”
“Tara.”
Hening. Tercipta perasaan canggung diantara aku dan Gilang-si cowok manis. Kulihat Omi menatap tajam kearah Gilang.
“Mmm, Happy B’day ya,” katanya sambil menyodoriku sebungkus hadiah berbentuk kotak berukuran sedang kearahku. Kuterima hadiah itu dengan perasaan campur aduk. Malu, gila, senang, grogi jadi satu. Semua itu karena senyum dan wajah manisnya.
“Makasih,” jawabku dengan suara sedikit bergetar. Aku sendiri heran mengapa aku bisa senervous ini berhadapan dengan cowok yang berdiri tegap didepanku saat ini.
One text message!
Cepat – cepat kulihat siapa yang mengirimiku sms, ternyata mama.
“Guys! Sorry, aku udah dijemput mamaku. Aku pulang dulu yah, Bye Omi! Pulang dulu ya, lang! Makasih buat kadonya!” seruku sambil lalu dengan tangan yang membawa kado pemberian Gilang teracung keatas. Baru kali ini, aku sebagai murid baru tidak ingin pulang dan ingin berlama – lama disekolah. Teringat wajah Gilang yang imut – imut tadi, sebuah senyum terkembang dibibirku. Gilang.

***

Kuhembuskan nafas legaku. Walaupun dari luar aku kelihatan biasa tapi didalam sini rasanya dag-dig-dug.
“Gimana? Senang?” tanya Omi padaku.
Aku mengangguk puas. Kutatap tangan kananku. Tangan ini bersalaman dengan tangan Tara tadi. Sekarang pandangan kualihkan pada Omi. Aku harus berterimakasih padanya.
“Makasih banget ya.”
Hanya 3 kata itu yang bisa kukatakan saat ini.
“Iya sama – sama. Aku ikut senang. Urusan kita hari ini sudah selesai kan? Aku pulang dulu ya. Bye!” katanya lalu pergi.
Aku hanya mengangguk. Kulihat Omi berjalan semakin jauh.
“Eh! Tunggu!” kataku tiba – tiba. Aku sendiri tak tau mengapa bisa mengucapkan kata – kata ini. Kulihat Omi berhenti dan menoleh kearahku, menungguku untuk berbicara. Segera kudekati dia dengan berlari.
“Mmm, boleh minta nomer Tara gak?” kataku pelan.
Kulihat ia ragu sejenak tapi setelah itu ia mengambil HPku yang kugenggam dan menuliskan sesuatu disitu.
“Tuh, nomernya. Good luck, ya! Bye,” iapun segera beranjak pergi.
Kulihat Hpku dan terlihat sederet angka disana. Dengan hati gembira kusave nomer ini. Today is my good day! Thanks God!

***

Saat ini kamarku diisi dengan lagu Like This-nya Wonder Girls.

Like this yo like this!

Aku ikut bernyanyi saat part itu dinyanyikan. Hatiku sedang bagus sekarang. Kuraih bungkusan pemberian Gilang dari meja belajar kepangkuanku. Kutatap bungkusan ini lalu kukocok – kocok isinya. Sekali lagi kulihat bungkusan ini. Berwarna biru langit dengan polkadot warna putih lalu tersemat pita ungu mungil dipojok atasnya.
Aku tersenyum saat terbayang wajahnya. Cepat – cepat kubuka bungkusan ini dengan hati – hati seolah sedang menggendong bayi yang baru lahir. Kulihat sebuah gantungan HP berbentuk gitar berada didalamnya. Kuraih gantungan itu dengan senyum terkembang lebar dan kusematkan gantungan tersebut ke-HPku. Simple sih, tapi aku suka. Dan satu lagi aku juga suka sama yang ngasih bungkusan ini.

***

2 hari sebelumnya…
Pink dan cewek! Hanya itu yang aku lihat saat ini. Bau parfum para cewek membuatku pusing. Dan kulihat tatapan terpana para cewek kearahku. Bukannya aku sombong tapi itulah yang sering terjadi. Nasib jadi cowok keren, biasa.
Jadilah aku berdiri diantara cewek – cewek ini, aku menjadi tontonan gratis mereka. Kuambil langkah seribu ketempat benda – benda berbau cewek dari ujung keujung. Mulai dari bando, kalung, kitex, jepit, cincin, anting, stiker, gelang, gantungan kunci, sampai gantungan HP. Aku berjongkok diantara berbagai macam gantungan berbagai bentuk dihadapanku ini. Aku terheran sesaat, mengapa para cewek ini tidak pusing saat melihat barang – barang ini tergantung berderet – deret dihadapan mereka. Kutelaah deretan gantungan – gantungan ini dengan kepala mulai berdenyut.
Kalau bukan karena cewek itu aku tidak akan ada ditempat ini. Cewek yang telah mencuri perhatianku beberapa minggu ini. Tara, nama cewek itu. Dia suka benda yang unyu- unyu, nasi goreng, warna biru dan ungu, anjing, gitaris, dan yang terakhir dia adalah Kpoper. Tiba – tiba kulihat sebuah gantungan HP berbentuk gitar disana, berwarna biru kesukaannya, cepat – cepat kuambil gantungan itu. Akhirnya dapat juga, batinku.
Dengan hati gembira aku menanti antrian di kasir tapi tiba – tiba ada yang menganggu pikiranku. Apakah gantungan ini tidak terlalu simple?, pikirku.
“Silahkan mas,” aku dikagetkan dengan suara si kasir. Kuserahkan gantungan ini lalu membayarnya.
Hah. Kuhela nafasku setelah beberapa saat berada ruang penuh parfum. Time to go home and wrap it.

***

Tiap hari bagaikan mimpi indah bagiku, si Gilang tiap istirahat rajin banget kekelasku. Terus dia sering sms aku. Hidupku menjadi lebih indah. Hingga pada suatu saat ia mengirimiku sebuah sms,

Je t’aime.. Veux-tu être ma petit-amie?

Aku tau ini bahasa prancis, tapi aku tak tau artinya apa. Segera kucopy paste sms itu ke google translate karena itu satu – satunya solusi yang bisa kupikirkan sekarang. Dan kuterdiam sesaat saat kalimat itu muncul dilayar.
“Aku suka kamu. Mau tidak jadi pacar saya?”
Kucubit pipiku keras – keras. Apakah aku sudah terlalu lama tertidur? Ingin aku berteriak sekeras – kerasnya. Tiba – tiba sebuah telepon masuk keHP ku. Gilang!
“Halo? Udah makan?” tanyanya.
“Udah kok,” jawabku dengan jantung berdegup kencang.
Hening.
“Mmm, udah baca smsku?” mendengar pertanyaan ini membuatku lemas.
Aku mengangguk lemas. Oh! Aku lupa ia tidak bisa melihatku. Payah!
“Udah,” jawabku singkat.
Kudengar helaan nafas dari ujung sana lalu kudengar suara ia berdeham sesaat dan iapun mulai berbicara lagi.
“Jadi jawabmu apa?” tanyanya to the point.
Sekarang gantian aku yang panik. Mau jawab apa aku?
“Aduh, maaf ya kalau jawabanku tidak seperti yang kamu pikirkan,” kataku perlahan.
Hening. Sepertinya ia menungguku berbicara lagi.
“Ok. I’ll be your girlfriend,” kataku pelan tapi penuh penekanan dikata “girlfriend”.
Terdengar suara gedebuk dari ujung sana.
“Eh? Kamu gak apa – apa?” tanyaku panik.
“Iya, gak apa. Ehehe,” Jawabnya dengan nada kesakitan.
“Mmm, gomawo jagi-ya!” katanya dengan semangat.
Apa? Dia bicara apa? “Terimakasih sayangku” dalam bahasa korea?
“Oui,” aku mengatakan “ya” dalam bahasa perancis.
“Ini kenapa malah berbahasa asing gini, sih? Canggung nih,” katanya dengan ekspresi wajah yang bisa kutebak.
“Ya mau gimana? Aku bingung mau ngomong apa,” kataku dengan suara akan tertawa.
Terdengar suara tawa dari ujung sana dan berawallah ceritaku dengan indah, apakah cerita ini akan berakhir? Jika berakhir, apakah akan berakhir bahagia atau sedih? Siapa yang tau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: