Save and Sound


safeandsound

 

Author : Cyndefirst

Tittle : Save and Sound

Lenght : One Shoot

Rate : General

Genre : Romance

Cast : Katniss Everdeen, Peeta Melark, and the other cast

Note : Hi smw? It’s me here to give you some of my imagination. And you know, aku sedang tergila – gila dengan Triloginya Suzanne Collins, The Hunger Games. And Josh Hutch one of the million reason that make I like this trilogy so much. Aku udah baca dari Hunger Games, Catching Fire, sampai Mocking Jay. And it was awesome. So, finnaly, I make this fic. This is a little out of the box. Yang biasanya kakakku dari Korea yang jadi korban sekarang kakakku dari Amerika yang jadi korban. Ok, langsung cabut aja kecritanya yuk. Melihat ocehan saya sudah melebihi ambang batas minimum. Happy Reading! ^^

Warning! Diharapkan membaca Hunger Games, Catching Fire, dan Mocking Jay terlebih dahulu saat membaca fic ini. Karena fic ini adalah semacam ringkasan dari trilogi ini.

 __________________________________________________________________________________

                “Ialah gadis yang terbakar!”

Aku terbangun untuk sekian kalinya malam ini. Mimpi itu terus menerus menghantuiku. Seakan – akan ia akan mencabik, memakan, dan menelanku layaknya mutt buatan Capitol. Nafasku terengah dan jantungku berdebar. Persis sama seperti yang kurasakan saat aku mengambil tas oranye itu dari Cornicopia. Dan tiba – tiba perasaan takut mulai merayapiku. Rasa takut yang sama saat jantung Peeta berhenti terkena sentrum medan gaya.

                “Peeta.”

Kusebut nama itu pelan. Namanya mulai memenuhi otakku. Ditengah gelapnya kompartemen ini suara dengkuran Johanna terdengar jelas. Ia tertidur pulas sekarang. Lelah akibat latihan yang kami lakoni beberapa hari ini. Kujejakkan kakiku keatas tanah lalu segera kupakai alas kakiku dan melangkah keluar. Timbul dorongan dari dalam diriku untuk keluar. Dan disinilah aku. Dengan pintu kompartemen yang baru setengah terbuka dapat kulihat sosoknya dengan jelas.

                “Hi!” sapanya kaku.

Aku terdiam sesaat. Aku masih tidak bisa menerima apa yang dilihat oleh mataku. Apakah aku sedang berhalusinasi?

                “Hei! Kamu masih disanakan?” ucapnya sambil mengibas – ngibaskan tangannya didepan wajahku. Berusaha untuk menyadarkanku.

                “Oh.”

Hanya kata itu yang berhasil keluar dari bibirku. Padahal berbagai perasaan bergejolak didalam diriku. Antara senang, takut, kangen, dan entahlah. Semuanya tercampur aduk. Pelan kubuka pintu dan menutupnya dibelakangku. Dan keheningan benar – benar membungkam sekarang ini.

Aroma tubuh Peeta sekarang memenuhi indra penciumanku karena entah bagaimana sekarang aku ada dalam pelukannya. Ia memelukku erat dan perlahan tanganku membalas pelukannya. Perasaan hangat segera kurasakan, sudah lama rasanya sejak terakhir kali aku merasakan peraasaan hangat ini. Entah mengapa aku menarik diri dari pelukannya. Awalnya ia tidak mau melepas pelukannya tapi saat kedua kalinya aku mencoba untuk lepas iapun mulai meregangkan tangannya.

Meskipun ia tidak memelukku sekarang tapi ia menatap lekat – lekat padaku sekarang ini. Sejenak melintas sebuah pertanyaan besar dipikiranku. Kenapa ia tidak mencoba mencekikku? Kenapa ia tidak memperlakukanku dengan kasar? Kenapa ia tidak ketakutan saat melihatku yang dikiranya sebagai mutt Capitol?

                “Kau, Katniss Everdeen. Mengapa kau melamun? Banyak hal yang harus kita lakukan,” katanya seraya menarik tanganku dan pergi.

Ia mengajakku masuk kedalam lift yang sempat membuatku tercengang saat pertama kali menaikinya, karena lift ini dapat bergerak kesegala arah. Otakku masih mencerna apa yang baru saja terjadi padaku. Sampailah kami diruangan dimana dibalik kaca tersebut terdapat replika alam sungguhan yang sempat Beetee tunjukan padaku dan Finnick sebelum memberitahu senjata khusus kami diruang persenjataan entah kapan. Aku sudah melupakannya karena aku disibukkan oleh Propo – propo dan latihan. Ia menekan beberapa tombol disisi pintu kaca dan kacapun terbuka. Lalu segera kurasakan hembusan angin segar yang sudah lama tak kurasakan sejak semua rutinitas ini mengekangku. Masih dalam genggaman tangannya ia menuntunku menulusuri alam buatan ini yang kukira alam betulan.

Sampailah kami disebuah danau, danau yang persis sama seperti yang ada di 12. Danau dimana ayahku mengajariku berenang. Tempat dimana ubi Katniss tumbuh. Tempat dimana aku sering menghabiskan waktu bersama Gale seusai berburu. Gale. Dan sekarang aku disini bersama Peeta yang sudah dibajak oleh Capitol dan entah disetrum apa ia kembali menjadi Peeta yang biasanya. Disini terlihat jelas matahari terbenam dengan anggunnya. Peeta terlihat amat sangat menikmati pemandangan ini.

                “Aku kembali,” ucapnya dengan tatapan masih lurus kearah matahari yang sudah tenggelam menyisakan warna jingga semu kemerah – merahan dilangit.

Iapun bersiul. Siulan 3 nada milik Rue dan para mockingjay-pun mengikutinya. Kulakukan hal yang sama dan terdengar makin banyak mockingjay yang bernyanyi. Seandainya hutan ini nyata, aku kangen rumah dan…. Peeta yang lama. Peeta yang selalu mendukungku. Peeta yang selalu membelaku. Peeta sang pembuat roti. Peeta yang aku…. cintai.

Akhirnya perasaan yang kutakutkan kurasakan juga. Aku mencintai Peeta. Ya, Peeta. Masih Peeta yang sama saat pemungutan. Peeta yang memberiku roti gosong. Peeta yang terluka di gua Hunger Games pertama. Peeta yang sekarang menangkup pipiku lembut diantara jemarinya. Peeta yang sedang menciumku lembut. Mengapa aku baru menyadarinya sekarang setelah Catching Fire dan Mockingjay ?

                “Kau mencintaiku. Nyata atau tidak nyata?” tanyanya.

Tanpa ragu kuucapkan kata ini.

                “Nyata.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: