Victory


victory1

 

 

Tittle : Victory

Author : Cyndefirst

Lenght : One Shoot

Rate : G (General)

Cast : Kang TaeJoon, Goo JaeHee, Lee MinHo

Note : Hi everyone. How your day?  Is it good or not? If it good let me make your day better and if it bad let me make your day good and better. So, awal mula kenapa FF ini bisa muncul karena disuatu dini hari saya tidak bisa tidur dan lagu Stand Up-nya J-Min yang notabene soundtrackny TTBY memicu imajinasiku. Dan cliiiiing jadilah FF ini. Since, it’s a late night FF, I’m sorry if it not satisfied you enough. Enjoy my FF~~

 

 

***

 

 

 

Kurasakan jantungku berdetak dengan begitu cepatnya. Keringat dingin menetes dari wajahku. Nafasku memburu dan tanganku mengepal. Tatapanku tajam menatap jalan yang akan kulalui.

Suara gemuruh para audience membuat adrenalinku terpace. Didadaku terdapat bendera negaraku. Korea Selatan. Aku akan melakukan apapun untuk mengharumkan nama negara tempat kulahirkan dan dibesarkan.

Kudengar suara peluit dan kuperintahkan tubuhku membentuk posisi siap. Peluit keduapun terdengar kembali, ini berarti bersedia.

 

“DOOOOOORRR!!!”, suara pistol ditarikpun menggema.

 

 

Begitu mendengar suara ledakan itu aku segera berlari dengan kecepatan penuh. Semua kekuatan kukumpulkan dikaki dan kukepalkan tanganku disamping. Kulewati beberapa peserta tetapi ada juga peserta lain yang menyalipku. Kupacu lagi kecepatan berlariku dan aku berhasil menyalip 3 – 4 peserta.

 

Suara audience terdengar semakin bergemuruh. Adrenalinku semakin terpacu olehnya tetapi ada sesuatu yang aneh yang mulai kurasakan. Nyeri kurasakan didada dan hal ini membuat kecepatanku menurun yang menguntungkan bagi peserta lain. Tak kuhiraukan rasa nyeri dan kuteruskan perjuanganku membela negara tercinta.

 

Tapi rasa nyeri ini semakin menusuk dadaku dan membuat pandanganku mulai pudar dan tidak fokus. Samar kulihat pita putih membentang didepanku.

“Tinggal sedikit lagi,” batinku.

Hanya saja rasa nyeri ini mengalahkan hasratku untuk menang. Kurasa tinggal beberapalangkah lagi aku sampai garis finish, tiba – tiba pandanganku menghilang dan kekuatanku seperti hilang ditiup angin. Hal terakhir yang kudengar adalah suara audience yang meneriakkan namaku.

“TaeJoon~~~~”.

Lalu aku benar – benar hilang entah kemana.

 

***

 

“Pangeran olahraga kita saat ini sedang terbaring seusai meraih medali emas pertama Korea di ajang London Olympics kemarin” suara pembawa berita mengusik telingaku dan perlahan kubuka mataku.

Betapa terkejutnya diriku begitu melihat banyak alat yang melekat ditubuhku.

“Apa yang terjadi?” batinku.

“TaeJoon-a. Kau sudah bangun,” sebuah suara menyapaku dari samping kananku.

Suara JaeHee rupanya itu.

“Selamat kau menang,” katanya sambil menunjukkan medali emas yang terkalung  dileherku.

Akupun mengulum senyum. Bukan senyum biasa. Senyuman bahagia dan bangga. Tak sadar air mataku menetes dari sudut mataku dan JaeHee cepat – cepat mengusapnya.

“Bagaimana bisa aku menang? Bukannya aku pingsan,” tanyaku linglung.

JaeHee hanya tersenyum.

“Tak penting bagaimana kau menang, yang penting kau cepat sembuh dan pulih,” katanya lembut sambil membelai puncak kepalaku.

“Memang apa yang terjadi padaku?” pertanyaan ini akhirnya keluar dari mulutku setelah sekian detik aku memikirkannya.

Ia kembali tersenyum.

“Bukan apa – apa,” katanya sambil memaksakan sebuah senyuman.

“Hei jujurlah padaku. Aku tidak akan marah,” pintaku dengan sedikit tegas.

Air mata mulai menetes dari mata indahnya.  Dengan perlahan ia menggenggam tanganku yang diinfus.

“TaeJoon-a kau mengidap penyaki jantung koroner *entahlah aku gak tau pasti nama penyakitnya apa* Penyakit ini semakin parah karena kau kurang beristirahat selama persiapan olimpiade kemarin,” katanya dengan air mata yang menetes.

Pantas saja beberapa kali kurasajan rasa nyeri didadaku tapi kubiarkan saja.

“Berapa lama usiaku yang tersisa?” pertanyaan ini spontan keluar saja dari mulutku.

“Tergantung kehendak Tuhan. Kau tidak akan mati sekarang bodoh,” katanya dengan tawa kecil sedangkan air mata masih menetes dari sudut matanya.

“Jangan tinggalkan aku, ok,” satu lagi kalimat spontan yang terucap dari mulutku.

Ia mengangguk dan mengesap dahiku lembut. Tiba – tiba kurasaan rasa bahagia menjalari setiap mikrometer tubuhku tapi rasa bahagia ini pelan – pelan berubah menjadi rasa nyeri yang luar biasa. Suara “piipp” dengan tempo cepat mendera pendengaranku. Samar kulihat JaeHee berteriak –teriak sebelum semuanya gelap.

 

***

 

“Kamu jahat,” ucapku dengan air mata mengalir deras.

“Kamu bilang supaya aku jangan meninggalkanmu, tapi mengapa sekarang kamu yang meninggalkanku? Kenapa? Kenapa?!” jeritku ditengah kesunyian ini.

“Bukan sedetik, semenit, sejam, sehari, seminggu, sebulan, setahun, sewindu, sedekade, bahkan seabad kau meninggalkanku. Kamu pergi untuk selamanya,” ucapku dengan suara begetar.

“JaeHee-ya ayo pulang,” kata sebuah suara yang sangat familiar buatku.

Kutatap wajahnya yang sangat mirip dengan TaeJoon.

“MinHo-a kenapa kau sangat mirip dengannya?” kataku lirih dengan beberapa pukulan lemah yang kulayangkan didadanya.

Syuuuuu~~

Hanya hembusan suara terpaan angin yang kudengar.  Dan kugerakkan kakiku perlahan karena MinHo menggiringku dengan tangan kokoh TaeJoon pergi dari tempat peristirahatan terakhirnya. Anehnya mengapa aku menurut? Hhh. Ini semua karena fisik mereka yang terlihat sama.

“JaeHee-a.. percayalah aku tidak akan meninggalkanmu,” kata MinHo begitu kami sudah duduk manis didalam mobil tsubarunya sementara hujan mulai turun diluar.

Aku tak mengerti apa yang diucapkannya tapi ia tidak terlihat seperti sedang bercanda. Dan sepertinya ia tidak akan melanjutkan topik pembicaraan ini, jadi aku diam saja. Mobilpun mulai berjalan dengan perlahan.

“TaeJoon-a, saranghae,” batinku seiring jarak yang tercipta antara pemakaman dan aku.

 

I will always love you. You already have your own victory. Love you, TaeJoon-a.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: